Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak, Wall Street Ikut Terseret - Koran Mandalika

Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak, Wall Street Ikut Terseret

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan sentimen negatif setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. Di saat yang sama, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar dan mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Sepanjang pekan perdagangan, tiga indeks utama di Amerika Serikat mencatat pelemahan signifikan. Dow Jones Industrial Average memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 3,56%. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 1,70% dan Nasdaq Composite juga mengalami pelemahan sebesar 1,01%. Penurunan ini menunjukkan meningkatnya tekanan di pasar saham global seiring dengan berbagai ketidakpastian yang muncul dari faktor ekonomi maupun geopolitik. Salah satu faktor utama yang memicu volatilitas pasar adalah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Kondisi ini langsung berdampak pada harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah Brent bahkan sempat melonjak hingga menembus level USD 90 per barel, setelah sebelumnya bergerak stabil di kisaran USD 70 sebelum konflik memanas. Lonjakan harga energi ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya tekanan inflasi global, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral di berbagai negara.
Baca Juga :  Hore! SPAM Mandalika Beroperasi, Masyarakat Sekitar Dapat Pelayanan Air Bersih
Selain faktor geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat juga turut memberikan tekanan pada pasar. Laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan bahwa jumlah nonfarm payrolls mengalami penurunan sebanyak 92.000 pekerjaan pada bulan Februari. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sekitar 59.000 pekerjaan. Di sisi lain, tingkat pengangguran juga mengalami kenaikan menjadi 4,4%, yang menunjukkan adanya perlambatan di pasar tenaga kerja AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor mengenai potensi perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Kenaikan harga energi akibat gangguan distribusi melalui Selat Hormuz juga menambah risiko inflasi yang dapat menekan daya beli konsumen. Kombinasi antara inflasi yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat menjadi perhatian utama para pelaku pasar saat ini. Ketidakpastian tersebut tercermin dari meningkatnya indeks volatilitas pasar, Cboe Volatility Index (VIX), yang melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2022. Kenaikan VIX sering kali menjadi indikator meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar dalam jangka pendek. Ke depan, investor akan terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta rilis data ekonomi Amerika Serikat, khususnya data inflasi yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve. Kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral AS akan sangat menentukan arah pergerakan pasar global dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga :  Nusantara Global Network Collaborates with Broker Vantage to Launch Exclusive Vantage Rebate Program for Traders
Bagi para investor yang ingin memantau pergerakan pasar global secara real time, kini pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital dapat dengan mudah dipantau melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memberikan akses bagi investor Indonesia untuk berinvestasi di saham AS sekaligus mengeksplorasi berbagai aset kripto dalam satu aplikasi. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman, serta telah resmi terdaftar dan berlisensi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, keamanan aset pengguna juga didukung dengan perlindungan Asuransi Sinarmas untuk meminimalisir risiko cybercrime. Bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi, Nanovest dapat menjadi pilihan praktis karena menyediakan akses investasi yang mudah dan transparan. Informasi lebih lanjut mengenai Nanovest dapat diakses melalui situs resmi www.nanovest.io. Aplikasi ini juga telah tersedia untuk diunduh melalui Play Store maupun App Store, sehingga para penggiat investasi di Indonesia dapat mulai berinvestasi kapan saja dan di mana saja. Press Release ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dinas Perdagangan Temukan “Harta Karun” di Leneng, Rotan Sahdi Siap Naik Kelas
BRI Finance Bidik Konsumen EV di GIIAS 2026, Tawarkan Bunga Mulai 3,33%
Transformasi Digital Retail dan Manufaktur Semakin Cepat Berkat ERP Terintegrasi
Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua
BRI Life dan Bali International Hospital Jalin Kerja Sama Strategis Guna Perkuat Layanan dan Mendorong Pertumbuhan Bisnis
Rico Wisnu Wibisono (CEO FisTx) : 78.000 Hektare Tambak Mangkrak Pantura Kunci Indonesia Kuasai Pasar Nila Dunia
Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026
Hari Terakhir BRI KKB Expo, BRI Finance Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan Promo Pembiayaan Kendaraan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:02

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:02

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:02

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:02

UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:02

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:02

Local Nation Meriahkan Agustus di Mall @ Alam Sutera dengan Ragam Pengalaman dari Otomotif hingga Komunitas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:02

Semarak HUT ke-81 RI, KAI Bandara Layani 41.483 Penumpang di Yogyakarta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Sekarang ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta Bisa dari Grand Metropolitan Bekasi

Berita Terbaru

Teknologi

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:02