KOLTIVA Validasi Lebih dari 25.000 Petani Kopi di Amerika Selatan Secara Digital untuk Dorong Ketertelusuran dan Keberlanjutan di Sektor Kopi - Koran Mandalika

KOLTIVA Validasi Lebih dari 25.000 Petani Kopi di Amerika Selatan Secara Digital untuk Dorong Ketertelusuran dan Keberlanjutan di Sektor Kopi

Rabu, 16 April 2025 - 16:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani kopi di Amerika Latin bertransformasi lewat pertanian berkelanjutan dan ketertelusuran digital.

Jakarta, 16 April 2025 — Perubahan iklim memberikan tantangan yang belum pernah dialami sebelumnya pada wilayah-wilayah penghasil kopi di seluruh dunia. Di berbagai belahan dunia, cuaca yang tidak menentu, kekeringan berkepanjangan, dan pola ekologi yang berubah mengancam hasil panen dan keberlangsungan mata pencaharian para petani. Sebagai respons terhadap tantangan ini, KOLTIVA, perusahaan AgriTech asal Swiss-Indonesia, mempercepat transformasi digital rantai pasok kopi melalui platform ketertelusurannya, KoltiTrace

Di Amerika Selatan, salah satu daerah penghasil kopi terbesar, lebih dari 25.000 petani kopi di delapan negara Amerika Latin—termasuk Kosta Rika, Meksiko, Brasil, Honduras, Nikaragua, Peru, Guatemala, dan Kolombia—telah divalidasi secara digital melalui KoltiTrace. Upaya ini merupakan bagian dari inisiatif dari KOLTIVA dan mitra strategis untuk membangun solusi keberlanjutan yang dapat transparan dan inklusif, yang berakar kuat pada keadaan komunitas petani. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendekatan ini memungkinkan produsen dan pelaku usaha untuk mengamankan pasokan jangka panjang kopi berkualitas tinggi, meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan. 

“Keberlanjutan dimulai dari visibilitas,” ujar Silvan Ziegler, Senior Head of Markets America di KOLTIVA. “KoltiTrace bukan sekadar alat digital—ini adalah transformasi berbasis data yang memberdayakan petani, agronom, dan perusahaan untuk mengambil keputusan yang tepat dan berdampak.” 

Teknologi yang Memberdayakan Petani

Teknologi yang diintegrasikan dalam KoltiTrace memungkinkan ketertelusuran rantai pasok dari hulu ke hilir melalui pengumpulan data secara real-time, pemetaan lahan secara geospasial, validasi indikator keberlanjutan, dan pemantauan kepatuhan secara otomatis. 

Dengan fitur-fitur terintegrasi seperti FarmXtension, FarmGate, dan FarmCloud, KOLTIVA menyediakan sumber daya digital bagi para agronom dan petani untuk memantau praktik pertanian, menilai dampak lingkungan dan sosial, serta mengakses informasi sesuai data lapangan. 

Baca Juga :  7 Pekerjaan Creative Advertising Paling Dicari, Saatnya Upgrade Skill

Melalui dukungan teknologi dan lapangan yang terintegrasi, Koltiva dapat mendukung produsen dalam: 

1. Pengumpulan dan validasi data terkait praktik petani, kinerja lingkungan, dan kriteria sosial 

2. Verifikasi praktik pertanian regeneratif 

3. Kepatuhan terhadap standar keberlanjutan dan sertifikasi 

4. Kesetaraan gender dan partisipasi inklusif 

5. Pemantauan produktivitas dan risiko secara akurat dan tepat waktu 

Upaya ini sangat penting untuk membangun rantai pasok kopi yang tangguh dan etis, yang mampu menghadapi gangguan iklim dan regulasi. Hal ini menjadi semakin krusial karena lebih dari 80% produksi kopi berasal dari petani kecil yang mengelola lahan kurang dari lima hektar—sering kali di daerah pegunungan terjal, dengan metode pertanian tradisional seperti sistem teduh alami (FAO, 2023). 

KOLTIVA mendukung transisi agroekologis ini dengan membekali produsen alat digital untuk memetakan lahan mereka, mencatat praktik pertanian, dan menilai dampak lingkungan secara langsung. Dengan menghubungkan pengetahuan tradisional dan pertanian modern, KOLTIVA membantu mewujudkan keberlanjutan pada praktik pertanian. 

Proses penjemuran biji kopi

Mendukung Komunitas Petani Lokal 

Dengan mendigitalisasi dan memvalidasi ribuan petani kopi skala kecil, visibilitas terhadap lanskap pertanian yang seringkali bersifat informal dapat dihadirkan. Visibilitas ini membuka peluang bagi para produsen untuk berpartisipasi dalam pasar yang berkelanjutan, mengakses dukungan agronomi, dan meningkatkan potensi pendapatan mereka. 

“Kami sedang belajar menggunakan alat digital untuk mengambil keputusan berdasarkan data. Itu membuat perbedaan besar dalam cara kami mengelola kebun,” ujar salah satu petani kopi di Kolombia yang berpartisipasi dalam program. “Dukungan yang kami terima dari program ini membantu kami menanam kopi yang lebih baik dan menjaga kelestarian lahan kami.” 

Baca Juga :  PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Dampak Sosial

KOLTIVA melengkapi platform ketertelusurannya dengan KoltiSkills, yang menyediakan bantuan teknis dan pelatihan dalam pertanian regeneratif, pemetaan poligon untuk penilaian risiko deforestasi, serta pendampingan langsung bagi petani dalam memahami dan mematuhi standar keberlanjutan. 

“Dengan menyesuaikan solusi teknologi kami secara cermat terhadap kebutuhan spesifik para produsen, kami tidak hanya memastikan ketertelusuran dan kepatuhan, tetapi juga meningkatkan produktivitas melalui wawasan berbasis data. Tujuan kami adalah membekali produsen dengan alat yang dapat mengoptimalkan praktik mereka dan mencapai keberlanjutan jangka panjang dalam setiap aspek operasional mereka,” ujar Angie Quintero, Project Manager KOLTIVA yang mengelola berbagai proyek di Amerika Latin. 

Mewujudkan Masa Depan Kopi yang Transparan dan Adil 

Dengan menanamkan prinsip ketertelusuran sebagai inti dari sistem rantai pasok, KOLTIVA membantu perusahaan mencapai target lingkungan dan sosial mereka sekaligus memberdayakan petani di tingkat hulu. 

“Pencapaian ini menegaskan keyakinan kami bahwa visibilitas dan kolaborasi adalah fondasi utama keberlanjutan yang bermakna,” ujar Ziegler. “Melalui KoltiTrace, kami tidak sekadar melacak kopi—kami membangun hubungan yang lebih kuat antara produsen, pembeli, dan konsumen.” 

Saat para petani kopi menghadapi risiko iklim yang semakin meningkat, solusi ketertelusuran dari KOLTIVA hadir sebagai sekutu penting—memperkuat kapasitas sektor kopi untuk beradaptasi, tumbuh, dan berkembang secara bertanggung jawab. 

Berita Terkait

Perkuat Daya Saing UMKM, SUCOFINDO Bekali Pelaku Usaha di Tanah Bumbu menuju Sertifikasi Halal
Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hingga 31 Agustus
Menunggangi Volatilitas Pertengahan Pekan: Cara Aman Meraih Cuan Saat Rilis Data Ekonomi
KAI Logistik Raih Peringkat AA/Stable serta Tingkat Kesehatan dan Predikat “Sehat”, Perkuat Kepercayaan Pelanggan di Tengah Dinamika Industri
Produk Premium Eropah Terus Memperkukuh Kehadiran di Malaysia Melalui MIFB 2026 dan Majlis Makan Malam B2B
Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kanteen & Co. Hadirkan Menu Nusantara Baru dan Promo Paket Spesial Rp81.000
Dari Operasional hingga Layanan Pelanggan, KAI Logistik Hadirkan Logistik yang Lebih Ramah Lingkungan
DIGICAMP 2026 Jadi Langkah Awal Siswa SMA Kenal Dunia Digital Technopreneur di BINUS @Malang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:16

Viral Dugaan Pelecehan Karyawati SPPG, Ayah Korban: Setelah Saya Tanya, Ini Kesalahpahaman

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:18

Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57

The Mandalika Tak Cuma Bikin Pembalap Juara, Kini Giliran Atlet NTB Bersinar

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:56

Mori Hanafi Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Pembalap NTB di Mandalika Racing Series

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:51

MRS 2026: Gian Muhammad Gibran Rebut Podium Pertama, Pembalap Lokal Unjuk Taji

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:12

20.000 Mangrove untuk Satu Misi: Menjaga Masa Depan The Mandalika

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:09

107 Starter Akan Beradu Kecepatan pada Kejurnas MRS Putaran ke-3

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05

KKN Angkatan 40 UMMAT Edukasi Warga Desa Lepak Timur Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Berita Terbaru