KOMETA dan Ekosis.id Bangun Aliansi Digital Nasional, Targetkan Kenaikan Distribusi Produk Lokal dan Atasi Ancaman Kemiskinan Struktural - Koran Mandalika

KOMETA dan Ekosis.id Bangun Aliansi Digital Nasional, Targetkan Kenaikan Distribusi Produk Lokal dan Atasi Ancaman Kemiskinan Struktural

Jumat, 2 Mei 2025 - 07:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjawab tantangan kemiskinan struktural yang dihadapi Indonesia, Koperasi Multi Pihak Modern Teknologi Nusantara (KOMETA) dan Ekosis.id menandatangani kerja sama strategis untuk memperkuat sistem distribusi produk lokal berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro dan komunitas ekonomi akar rumput.

Kemitraan ini diluncurkan seiring dengan rilis World Bank Macro Poverty Outlook April 2025, yang menyebutkan bahwa 60,3% dari penduduk Indonesia tahun 2024—sekitar 171,9 juta jiwa—masuk kategori miskin. Fakta ini menunjukkan bahwa kemiskinan kini tidak hanya menyentuh kelompok bawah, namun juga kelas menengah yang rentan secara ekonomi.

CEO Ekosis.id, Herson Sentosa, menyatakan bahwa sinergi ini diarahkan untuk menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi dan koperasi komunitas:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat KOMETA sebagai mitra strategis karena ekosistem multi pihak yang mereka bangun sejalan dengan misi kami: memberdayakan produsen lokal lewat digitalisasi rantai pasok. Dengan integrasi ini, kami menargetkan peningkatan volume distribusi produk lokal hingga 40% dalam 6 bulan. Ini bukan hanya kerja sama, tapi langkah konkret menjawab krisis distribusi dan pendapatan di tingkat akar rumput.”

Baca Juga :  DPR Apresiasi Kontribusi Grup MIND ID Bangun Papua

Mengapa Koperasi Multi Pihak?
Model koperasi konvensional sering kali gagal menjawab tantangan lintas sektor, seperti keterputusan antara produsen, distributor, konsumen, dan pendana. KOMETA hadir sebagai koperasi multi pihak (multi-stakeholder cooperative) yang menyatukan seluruh aktor ekonomi—petani, nelayan, UMKM, pekerja, konsumen, pemodal, dan penyedia teknologi—dalam satu wadah kolaboratif dan setara.

Dalam model ini:

Produsen memperoleh akses teknologi dan pasar tanpa perantara yang merugikan.

Investor mendapatkan dividen sosial dan ekonomi, berbasis kinerja komunitas.

Penyedia teknologi dapat langsung mengintervensi titik-titik krusial produktivitas.

Konsumen menikmati produk lokal yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Sempat Sampai Puncak Teratas, Bitcoin Alami Titik Balik?

Dengan sistem kepemilikan bersama dan distribusi nilai yang adil, koperasi multi pihak menjadi fondasi ekonomi kolektif yang resilien, menjawab krisis kemiskinan struktural secara sistematis.

Ketua KOMETA, Roy Faizal Prasetyanugraha, menegaskan bahwa KOMETA bukan hanya koperasi, tetapi mesin transformasi produktivitas dan distribusi nasional:

“Kemiskinan sebesar 60,3% itu mencerminkan masalah sistemik—produktivitas rendah, akses pasar terbatas, dan ketergantungan pada jalur distribusi yang tidak adil. KOMETA menjawab ini dengan sistem dan teknologi yang mengintegrasikan pertanian, perikanan, dan UMKM ke pasar nasional, dan memastikan semua pihak mendapat nilai secara adil.”

Langkah awal sinergi ini dimulai dengan roadshow dan edukasi koperasi digital di 8 provinsi: Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, NTB, dan Sumatera, yang menjadi titik awal akselerasi integrasi koperasi lokal ke dalam sistem distribusi digital Ekosis dan KOMETA.

kunjungan kometa ke kantor Bupati Bone Bolango Provinsi Gorontalo 

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52