Krakatau Steel Tangkap Momentum Sinergi Hilirisasi dalam Penguatan Arsitektur Industri Baja Nasional - Koran Mandalika

Krakatau Steel Tangkap Momentum Sinergi Hilirisasi dalam Penguatan Arsitektur Industri Baja Nasional

Rabu, 15 Oktober 2025 - 17:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (14/10) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group menyambut positif momentum kerja sama antara POSCO Holdings dan Tsingshan Group yang membangun fasilitas produksi stainless steel di Morowali sebagai pertanda babak baru bagi strategis Indonesia. Bagi Krakatau Steel, langkah ini menjadi penanda ¬penting untuk menata ulang arah hilirisasi nasional agar tidak berhenti di tahap smelter, namun berlanjut hingga kepada manufaktur yang berdaulat.

Menurut pengamat industri baja dan pertambangan, Widodo Setiadharmaji, hilirisasi nikel telah membawa kemajuan besar bagi industri nasional, namun tahap perkembangannya masih menyisakan ruang untuk penyempurnaan dalam membangun arsitektur industri yang lebih utuh dan berkelanjutan. Ekspansi investasi memang berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, tetapi nilai tambah yang tercipta belum sepenuhnya tertanam di dalam negeri.

“Penguatan peran negara menjadi penting agar hilirisasi tidak berhenti pada peningkatan volume produksi, melainkan berkembang menjadi sarana membangun kapabilitas industri nasional secara berkelanjutan,” ujar Widodo.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menyatakan komitmennya dalam membawa Krakatau Steel sebagai industri strategis nasional dalam hal percepatan hilirisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menata Langkah Perlindungan Industri Baja

Selain penguatan hilirisasi, Widodo Setiadharmaji menekankan pentingnya kebijakan kuota impor yang adaptif dan berpihak pada industri domestik. Kebijakan ini menjadi instrumen strategis untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan daya saing produsen nasional. Dengan pengelolaan impor yang terukur, industri baja nasional dapat bertumbuh tanpa ketergantungan pada bahan baku dari luar negeri. Adapun dampak yang tak kalah pentingnya dari kebijakan kuota impor yang terukur adalah sebagai katalisator Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam misi hilirisasi, industrialisasi, dan kemandirian ekonomi, sehingga menciptakan kesejahteraan rakyat dan kedaulatan bangsa yang absolut.

Baca Juga :  Kokoh di Puncak, Reksa Dana Campuran BRIF Milik BRI-MI Ini Catatkan Imbal Hasil 6,28%

Widodo Setiadharmaji juga menambahkan bahwa arah kebijakan seperti ini menjadi pilar baru bagi Indonesia dalam pembangunan economic security. Hal tersebut menjadi sangat penting sebagai instrumen kepentingan nasional dalam melindungi industri strategis yang dimilikinya.

“Kuota impor bukan semata pembatasan, tetapi instrumen pengendalian agar struktur industri baja Indonesia bisa tumbuh berdaulat dan berdaya saing. Sinergi antara Krakatau Steel Group, Danantara, dan pelaku hilirisasi nikel adalah fondasi menuju kemandirian industri nasional,” jelas Widodo.

Dengan strategi ini, diharapkan Krakatau Steel Group segera menjadi penggerak utama transformasi industri baja Indonesia menuju era kemandirian yang berkelanjutan.

Pemerintah Mendukung Kebangkitan Industri Baja Nasional

Urgensi terhadap peluang hilirisasi dan perlindungan terhadap industri baja nasional pun telah sampai pada panggung legislatif. Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa pekan lalu, Komisi VI DPR RI menyambut positif hingga turut berkomitmen dalam upaya mengembalikan kedaulatan industri baja nasional. Pihaknya mengakui begitu banyak tantangan dan peluang yang dihadapkan industri baja di hulu hingga ke hilir yang perlu diselesaikan bersama, khususnya Krakatau Steel Group yang menjadi tumpuan industri baja nasional.

Adapun dukungan yang disetujui oleh Komisi VI DPR RI di antaranya terkait pelaksanaan dan percepatan restrukturisasi utang dan penyediaan modal kerja oleh Danantara sebesar USD500 juta yang akan diberikan secara bertahap untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk operasional perusahaan, pengendalian tata niaga impor, percepatan penerapan instrumen perlindungan pasar baja domestik, pelaksanaan hilirisasi produk baja melalui sinergi dengan berbagai industri terutama dalam mendukung Asta Cita, menjadikan Krakatau Steel Group sebagai one stop services sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Indonesia, hingga mengadakan rapat kerja atau konsinyering dengan Danantara, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, para pelaku industri baja nasional, hingga industri lainnya yang masih berkaitan dengan upaya penyelamatan industri baja nasional.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Tarif Khusus Kereta Api Jarak Jauh, Mulai Rp 45.000

“Semua anggota Komisi VI DPR RI mendukung upaya perbaikan untuk Krakatau Steel sebagai industri baja nasional ini bisa lebih maju lagi, dan ini sangat erat kaitannya dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah yang harus terus kita dorong,” jelas Pimpinan Rapat Dengar Pendapat / Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto.

“Krakatau Steel Group mendukung penuh arah hilirisasi nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita hilirisasi Pemerintah. Keterlibatan dalam industri stainless bukan hanya langkah bisnis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat economic security nasional untuk kemajuan industri baja di Indonesia,” jelas Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association) dan Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia).

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyedia air industri maupun penyediaan energi dalam bentuk power plant serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Krakatau Steel saat ini berkomitmen kuat untuk melakukan transformasi dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform” yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, membangun kepercayaan dan transparansi dengan pemangku kepentingan, serta menarik investor. Transformasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk perbaikan Human Capital, pengembangan bisnis hilir, dan peningkatan bisnis infrastruktur.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Saat Orang Tua dan Anak Menentukan Pilihan Universitas, BINUS University Menghadirkan Program Beasiswa untuk Tahun Akademik 2027/2028
9 Emas, 5 perak dan 6 perunggu, Upaya Perusahan Tambang Membangun Prestasi Atlet Indonesia
Kembali Normal, KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan LRT Jabodebek
Harga Emas Hari Ini Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish
20 Kali Perjalanan Sehari, KA Srilelawangsa Permudah Mobilitas Masyarakat Binjai dan Sekitarnya
BINUS @Malang Gelar SheCodes Society Digital Leadership Academy untuk Dorong Perempuan Muda di Bidang STEM
BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah untuk Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR
Ras Kucing Abu Abu Populer yang Cocok Dipelihara di Rumah

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:02

Saat Orang Tua dan Anak Menentukan Pilihan Universitas, BINUS University Menghadirkan Program Beasiswa untuk Tahun Akademik 2027/2028

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:02

9 Emas, 5 perak dan 6 perunggu, Upaya Perusahan Tambang Membangun Prestasi Atlet Indonesia

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:02

Kembali Normal, KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Gangguan Perjalanan LRT Jabodebek

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:02

Harga Emas Hari Ini Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:02

20 Kali Perjalanan Sehari, KA Srilelawangsa Permudah Mobilitas Masyarakat Binjai dan Sekitarnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02

BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah untuk Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02

Ras Kucing Abu Abu Populer yang Cocok Dipelihara di Rumah

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:02

Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Berita Terbaru