Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor - Koran Mandalika

Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Nvidia Corporation (NASDAQ: NVDA) kembali menjadi sorotan pelaku pasar setelah mencatat kenaikan sekitar 12% sejak awal tahun. Menariknya, kenaikan harga saham tersebut justru diiringi dengan perbaikan valuasi, sebuah kondisi yang jarang terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Hal ini terjadi karena pertumbuhan laba Nvidia melaju lebih cepat dibandingkan apresiasi harga sahamnya, sehingga membuat valuasi perusahaan menjadi lebih menarik bagi investor.

Dalam beberapa tahun terakhir, Nvidia identik dengan lonjakan harga saham yang didorong oleh euforia kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Namun kini, narasi investasi mulai bergeser. Jika sebelumnya investor mempertanyakan apakah saham Nvidia sudah terlalu mahal, kini banyak analis menilai bahwa pertumbuhan fundamental perusahaan berhasil mengejar bahkan melampaui kenaikan valuasi tersebut.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah forward price-to-earnings (forward P/E) Nvidia. Rasio ini kini berada di kisaran 23,2 kali, turun signifikan dibandingkan hampir 40 kali pada pertengahan 2025. Penurunan rasio ini bukan disebabkan oleh pelemahan harga saham, melainkan karena ekspektasi pertumbuhan laba perusahaan yang meningkat secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut memberikan sinyal bahwa Nvidia tidak lagi hanya diperdagangkan berdasarkan optimisme pasar terhadap AI, tetapi juga didukung oleh peningkatan kinerja bisnis yang nyata. Bagi investor jangka panjang, kombinasi antara pertumbuhan laba yang kuat dan valuasi yang semakin rasional menjadi salah satu indikator penting dalam menilai prospek sebuah perusahaan.

Pertumbuhan Laba Masih Sangat Kuat

Kinerja keuangan Nvidia menjadi alasan utama di balik optimisme tersebut. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap chip AI yang digunakan untuk pusat data (data center), komputasi awan (cloud computing), hingga pengembangan model AI generatif.

Selain laba yang meningkat pesat, proyeksi pendapatan Nvidia juga terus mengalami revisi ke atas. Perusahaan diperkirakan mampu membukukan pendapatan sekitar US$91 miliar pada kuartal berikutnya, mencerminkan permintaan yang masih sangat kuat terhadap produk-produknya.

Baca Juga :  Menghadapi Virtual Internship MSIB Batch 7: Persiapan dan Saran dari Ayesha Ganegoda

Permintaan tersebut berasal dari berbagai perusahaan teknologi global yang terus meningkatkan investasi pada infrastruktur AI. Raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta Platforms, hingga OpenAI masih menjadi pelanggan utama GPU Nvidia untuk membangun pusat data yang mampu menjalankan model AI berskala besar.

Dominasi di Industri Chip AI

Keunggulan Nvidia tidak hanya berasal dari kualitas produknya, tetapi juga dari ekosistem perangkat lunak yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Platform CUDA, jaringan pengembang yang luas, serta inovasi berkelanjutan membuat perusahaan memiliki posisi yang sulit disaingi oleh kompetitor.

Meskipun perusahaan seperti AMD, Intel, hingga sejumlah produsen chip asal Asia terus mengembangkan solusi AI mereka, Nvidia masih memimpin pasar akselerator AI dengan pangsa pasar yang dominan. Posisi tersebut memberikan keunggulan kompetitif yang kuat sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Selain sektor pusat data, Nvidia juga terus memperluas peluang bisnis melalui otomotif, robotika, komputasi ilmiah, hingga AI industri. Diversifikasi ini membuka peluang pertumbuhan baru yang berpotensi menjaga momentum bisnis dalam jangka panjang.

Valuasi Dinilai Semakin Rasional

Salah satu perubahan terbesar dalam pandangan investor terhadap Nvidia adalah aspek valuasi. Pada puncak reli AI, banyak investor menganggap saham Nvidia diperdagangkan pada harga yang terlalu premium sehingga rentan terhadap koreksi.

Namun kondisi tersebut kini mulai berubah. Dengan laba yang meningkat jauh lebih cepat dibandingkan harga saham, valuasi Nvidia menjadi lebih masuk akal dibandingkan beberapa kuartal sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu memenuhi ekspektasi pasar melalui pertumbuhan bisnis yang nyata, bukan sekadar sentimen.

Meski demikian, sejumlah analis tetap mengingatkan bahwa saham Nvidia masih memiliki tantangan. Persaingan di industri chip AI semakin ketat, sementara perusahaan juga harus terus mempertahankan inovasi agar mampu menjaga posisi dominannya. Selain itu, belanja modal perusahaan teknologi untuk infrastruktur AI akan menjadi faktor penting yang menentukan laju pertumbuhan Nvidia pada tahun-tahun mendatang.

Investor Tetap Perlu Mencermati Risiko

Walaupun prospek Nvidia masih positif, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko yang dapat memengaruhi pergerakan saham. Perlambatan ekonomi global, perubahan kebijakan perdagangan, regulasi ekspor chip, hingga potensi normalisasi permintaan AI menjadi beberapa faktor yang dapat meningkatkan volatilitas saham teknologi.

Baca Juga :  Bitcoin Melemah, Inilah Sinyal yang Menentukan Waktu Terbaik untuk Beli

Namun secara fundamental, Nvidia masih berada dalam posisi yang sangat kuat. Kombinasi antara pertumbuhan pendapatan, profitabilitas tinggi, arus kas yang solid, dan kepemimpinan di industri AI menjadikan perusahaan ini tetap menjadi salah satu emiten teknologi yang paling banyak diperhatikan investor global.

Pantau Pergerakan Saham Nvidia melalui Nanovest

Bagi investor Indonesia yang ingin mengikuti perkembangan saham Nvidia maupun saham Amerika Serikat lainnya, pergerakan pasar dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi Nanovest. Selain saham AS, pengguna juga dapat memantau pergerakan aset kripto dan emas digital dalam satu aplikasi yang terintegrasi.

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk memulai investasi sekaligus mengeksplorasi aset kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman bagi investor Indonesia.

Bagi investor yang baru memulai investasi tidak perlu khawatir karena aset yang dimiliki telah mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Selain itu, Nanovest telah resmi terdaftar dan berlisensi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan Nanovest dapat diakses melalui www.nanovest.io, sementara aplikasinya telah tersedia untuk diunduh melalui Google Play Store maupun Apple App Store.

Di tengah pesatnya perkembangan industri AI, Nvidia menunjukkan bahwa pertumbuhan fundamental yang kuat dapat menjadi penopang valuasi jangka panjang. Dengan laba yang terus meningkat, dominasi di pasar chip AI, dan valuasi yang semakin rasional, perusahaan ini masih menjadi salah satu saham teknologi yang layak dicermati oleh investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap tren AI global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang untuk Perkuat Ekosistem Kripto
Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah
Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience
The Power of AI (Untuk Kerja, Bisnis dan Karir)
Yulia Saksen Hadirkan Marketing Workshop Perdana di Indonesia Retail Summit & Expo 2026, Membantu Bisnis Merancang Customer Experience yang Lebih Terintegrasi
IndonesiaSMMPanel Luncurkan Layanan SMM Panel Indonesia dengan 14 Kategori Platform
MEGA SHOW Hong Kong Kembali Hadir untuk Edisi ke-33, Hadirkan Lebih dari 3.000 Eksibitor Produk Asia pada Oktober 2026
Telkom AI Connect Dorong Talenta Tak Sekadar Ikuti Tren, tapi Kuasai Problem Solving dengan AI

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang untuk Perkuat Ekosistem Kripto

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Peringati Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Tanam 123 Pohon dan Gelar Donor Darah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

The Power of AI (Untuk Kerja, Bisnis dan Karir)

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:02

Yulia Saksen Hadirkan Marketing Workshop Perdana di Indonesia Retail Summit & Expo 2026, Membantu Bisnis Merancang Customer Experience yang Lebih Terintegrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:02

MEGA SHOW Hong Kong Kembali Hadir untuk Edisi ke-33, Hadirkan Lebih dari 3.000 Eksibitor Produk Asia pada Oktober 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02

Telkom AI Connect Dorong Talenta Tak Sekadar Ikuti Tren, tapi Kuasai Problem Solving dengan AI

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02

Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ekosistem Halal, Pendidikan, dan Gaya Hidup dalam Satu Ruang

Berita Terbaru

Teknologi

The Power of AI (Untuk Kerja, Bisnis dan Karir)

Jumat, 28 Agu 2026 - 21:02