MBG Berhenti Beroperasi, Harga Bahan Pokok Mulai Stabil - Koran Mandalika

MBG Berhenti Beroperasi, Harga Bahan Pokok Mulai Stabil

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Sejak operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara, harga bahan pokok mulai stabil.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB, Lalu Wiranata. Ia mengatakan hal ini disebabkan oleh permintaan barang menurun.

“Jadi ini kan seperti teori ekonomi, kalau permintaan banyak pasti harga naik. Kalau permintaan turun harga juga turun,” katanya, Rabu (1/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pihaknya belum dapat memastikan kestabilan harga ini masih terjadi ketika Program MBG beroperasi kembali nanti.

Baca Juga :  Tak Kenal Waktu, Gubernur Iqbal Sidak Balai Karantina Hewan Pototano Dini Hari

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perindag NTB akan menambah pasokan untuk menekan harga.

“Enggak tau nanti ketika MBG ini beroperasi lagi apakah permintaan akan naik. Ada pelajaran yang kami dapat, nanti ketika permintaan naik lagi kami akan menambah stok nanti sehingga harganya tidak terlalu melonjak naik,” ucapnya.

Ia menjelaskan dengan terjadinya penurunan harga ini mengundang berbagai rekasi di kalangan pedagang.

“Macam-macam lah reaksi di pasar. Kalau omset itu kan tidak berkaitan dengan naik dan turun harga. Kadang-kadang harga turun tapi pembelinya tambah banyak, kalau harga naik pembelinya sedikit, sama aja,” jelasnya.

Baca Juga :  Sorotan DPRD: Saatnya Nakes P3K Paruh Waktu Dapat Jaminan Kesejahteraan

Untuk di pemasok sendiri, kata Wiranata, jumlah stok mulai disesuaikan semenjak MBG diliburkan.

“Sekarang mereka menyesuaikan stok barangnya. Misalnya, panen kol dia kurangi stoknya, itu supaya tidak terjadi kelebihan produksi, yang diserap pasar sedikit. Di awal sempat mereka kelebihan, sehingga sebagian barangnya tidak bisa dijual,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

Wagub NTB: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Tempat Kekerasan
Kemiri NTB Tembus Jepang, Vanili Diekspor ke Amerika
Terkendala Status Tanah, Sekolah Rakyat Permanen NTB Belum Merata
Bank NTB Syariah Bidik KUR Perumahan, 11.061 Rumah Jadi Potensi Baru
Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia
Video Pengakuan Eks Santriwati Viral, Dinsos P3A NTB Buka Suara
Dua Bulan Puasa Es dan Gorengan, Khairunnisa Sukses Juara MTQ Nasional 2026
PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:02

Hadir di ICCA 2026, VRITIMES Tunjukkan Peran Siaran Pers Digital dalam Membangun Kepercayaan Konsumen

Kamis, 24 September 2026 - 18:02

OJK Blokir 228 PAKD Ilegal, Pengguna Kripto Diimbau Pilih Platform Legal

Kamis, 24 September 2026 - 18:02

Refleksi Tatler Front & Female Summit 2026: Dwi Andi Rohmatika (Trainer & Founder Sanggabiz) Tegaskan Kemandirian Finansial adalah Kendali Penuh atas Sistem Bisnis

Kamis, 24 September 2026 - 16:02

Ultima Markets Rayakan 10 Tahun Pertumbuhan, Koneksi, dan Kesuksesan Bersama di Asia-Pasifik

Kamis, 24 September 2026 - 15:02

Peringati Hari Tani Nasional, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Petani Hutan

Kamis, 24 September 2026 - 15:02

Menara Jakarta: New Business Address at The Kemayoran CBD

Kamis, 24 September 2026 - 15:02

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Kamis, 24 September 2026 - 14:02

Bitcoin Bertahan di Kisaran US$80.000, Bittime: Pasar Kripto Tangguh di Tengah Ketidakpastian CLARITY Act

Berita Terbaru