Koran Mandalika, Mataram – Sejak operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara, harga bahan pokok mulai stabil.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB, Lalu Wiranata. Ia mengatakan hal ini disebabkan oleh permintaan barang menurun.
“Jadi ini kan seperti teori ekonomi, kalau permintaan banyak pasti harga naik. Kalau permintaan turun harga juga turun,” katanya, Rabu (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pihaknya belum dapat memastikan kestabilan harga ini masih terjadi ketika Program MBG beroperasi kembali nanti.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perindag NTB akan menambah pasokan untuk menekan harga.
“Enggak tau nanti ketika MBG ini beroperasi lagi apakah permintaan akan naik. Ada pelajaran yang kami dapat, nanti ketika permintaan naik lagi kami akan menambah stok nanti sehingga harganya tidak terlalu melonjak naik,” ucapnya.
Ia menjelaskan dengan terjadinya penurunan harga ini mengundang berbagai rekasi di kalangan pedagang.
“Macam-macam lah reaksi di pasar. Kalau omset itu kan tidak berkaitan dengan naik dan turun harga. Kadang-kadang harga turun tapi pembelinya tambah banyak, kalau harga naik pembelinya sedikit, sama aja,” jelasnya.
Untuk di pemasok sendiri, kata Wiranata, jumlah stok mulai disesuaikan semenjak MBG diliburkan.
“Sekarang mereka menyesuaikan stok barangnya. Misalnya, panen kol dia kurangi stoknya, itu supaya tidak terjadi kelebihan produksi, yang diserap pasar sedikit. Di awal sempat mereka kelebihan, sehingga sebagian barangnya tidak bisa dijual,” pungkasnya. (dik)






