Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok - Koran Mandalika

Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya memperluas akses pendidikan berbasis teknologi di daerah terpencil terus didorong berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo yang menyalurkan bantuan perangkat digital ke sekolah-sekolah di wilayah pelosok.

Sepanjang Januari 2025 hingga Maret 2026, perusahaan mencatat realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan mencapai lebih dari Rp 12,9 miliar. Fokus utama program ini diarahkan pada percepatan digitalisasi pendidikan, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses teknologi.

Dalam kurun 15 bulan, lebih dari 500 program pendidikan telah direalisasikan. Bantuan yang disalurkan antara lain 37 unit komputer, 24 laptop, 20 modem internet, serta tiga unit proyektor yang didistribusikan ke sejumlah sekolah di daerah terpencil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan seluruh perangkat tersebut telah diterima sekolah-sekolah sasaran dan diharapkan mampu membuka akses pembelajaran yang lebih luas.

Baca Juga :  Integrasi Mata Uang Lokal Menjadi Faktor Kunci Kepercayaan pada Platform Kripto

“Seluruh perangkat telah didistribusikan. Harapannya, sekolah-sekolah di pelosok kini bisa terhubung dengan dunia luar melalui jaringan internet yang memadai,” kata Jatmiko saat dihubungi, Senin (05/05/2026).

Menurut dia, keterbatasan infrastruktur digital selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses belajar-mengajar di daerah terpencil. Melalui program ini, perusahaan ingin mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital atau *cyber education* yang lebih merata.

“Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” sebutnya.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal akses, tetapi juga kualitas dan relevansi dengan perkembangan zaman.

Di tingkat sekolah, bantuan tersebut mulai dirasakan dampaknya. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, menyebut keterbatasan perangkat dan jaringan selama ini menjadi hambatan utama bagi para guru dalam mengakses materi pembelajaran.

Baca Juga :  Bikin Iklan Pakai Smartphone di Masa Sekarang, Apakah Bisa?

“Kami sangat terbantu. Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar dan referensi materi bisa diakses dengan mudah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita. Ia mengatakan sebelumnya pihak sekolah harus menempuh perjalanan ke pusat kecamatan hanya untuk mengakses materi pembelajaran berbasis internet.

“Sekarang fasilitas itu sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu, terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah kami,” kata Bambang.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkecil kesenjangan akses teknologi, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan
Apa Itu Saham Gorengan? Kenali Ciri dan Risikonya
Kedutaan Besar India Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan UNNES, Dorong Pelatihan Dosen dan Kolaborasi Akademik
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
PT KAI Daop 2 Bandung Siapkan 27 Perjalanan KA Selama Periode Libur Panjang Hari Buruh Internasional

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00

TMT Finance APAC 2026: Lintasarta Dorong Investasi Infrastruktur AI untuk Indonesia

Senin, 1 Juni 2026 - 22:00

Konten Situasi dan Komedi, Bikin Yamaha Grand Filano Ramai Dibicarakan di Medsos

Senin, 1 Juni 2026 - 18:00

Hari Lahir Pancasila Jadi Penutup Momentum Libur Panjang, Mobilitas Pelanggan KA Tetap Ramai

Senin, 1 Juni 2026 - 18:00

Musim Liburan Sekolah Sebentar Lagi, Sudah Siapkan Dananya?

Senin, 1 Juni 2026 - 08:00

Investasi vs Spekulasi: Strategi dalam Mengelola Risiko

Senin, 1 Juni 2026 - 07:00

Terrasolid untuk Pemrosesan dan Analisis Data LiDAR

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00

DJI FlightHub 2: Manajemen Operasional Drone dari Satu Platform

Senin, 1 Juni 2026 - 06:00

Nira: Platform Cloud untuk Visualisasi 3D dan Pemantauan Perubahan Aset

Berita Terbaru