Mengapa Liquid Staking Jadi Pilihan Favorit Para Investor Crypto? Mari Kita Bahas! - Koran Mandalika

Mengapa Liquid Staking Jadi Pilihan Favorit Para Investor Crypto? Mari Kita Bahas!

Kamis, 15 Agustus 2024 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liquid staking telah menjadi salah satu inovasi paling menarik dalam dunia kripto. Dengan liquid staking, Anda bisa melakukan staking aset kripto tanpa kehilangan akses ke likuiditasnya. Ini adalah solusi inovatif yang memungkinkan Anda tetap menggunakan aset Anda untuk trading, lending, atau investasi lain, bahkan saat mereka sedang di-stake.

Image

Liquid staking adalah mekanisme yang memungkinkan investor untuk mengunci atau melakukan staking aset kripto mereka dan tetap memiliki akses terhadap likuiditas aset tersebut. Dalam staking tradisional, aset yang di-stake biasanya terkunci untuk jangka waktu tertentu, sehingga tidak dapat digunakan untuk aktivitas lain seperti trading atau investasi di platform DeFi. Namun, dengan liquid staking, investor mendapatkan token derivatif yang mewakili nilai aset yang di-stake, yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas lain tanpa kehilangan manfaat staking.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Token yang dihasilkan dari liquid staking, sering disebut sebagai token likuid, memungkinkan investor untuk memanfaatkan aset mereka secara optimal. Dengan kata lain, liquid staking memberikan fleksibilitas yang lebih besar dibandingkan staking konvensional, yang sering kali membatasi akses investor terhadap aset mereka.

Baca Juga :  Setengah Lulusan Wisuda BINUS SCHOOL Simprug Lanjutkan Program Bisnis dan STEM di Universitas Top Dunia

Beberapa contoh token yang menggunakan mekanisme liquid staking antara lain:

stETH (Lido): stETH adalah token yang diterima ketika Anda melakukan staking Ethereum melalui Lido. Token ini bisa digunakan di berbagai protokol DeFi.

bLUNA (Anchor Protocol): bLUNA adalah token derivatif yang diterima saat melakukan staking LUNA melalui Anchor Protocol, memungkinkan penggunaan aset dalam berbagai aktivitas DeFi.

rETH (Rocket Pool): rETH adalah token likuid yang diterima ketika melakukan staking ETH melalui Rocket Pool, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna.

Cara Kerja Liquid Staking

Cara kerja liquid staking melibatkan beberapa langkah yang relatif sederhana. Ketika seorang investor memilih untuk melakukan staking pada platform yang mendukung liquid staking, mereka akan menerima token derivatif yang mencerminkan nilai aset yang di-stake. Token ini bisa digunakan di berbagai platform lain, termasuk untuk trading, lending, atau bahkan yield farming di protokol DeFi.

Baca Juga :  Soroti Turunnya Kemampuan Komunikasi Gen-Z, Webinar "MAXY Talk" Ajak Mahasiswa Bangun Relasi Interpersonal

Sebagai contoh, jika Anda melakukan staking terhadap Ethereum (ETH) melalui platform liquid staking seperti Lido, Anda mungkin akan menerima stETH sebagai token derivatif. stETH ini kemudian bisa diperdagangkan atau digunakan di berbagai protokol lain, sementara ETH yang di-stake akan terus menghasilkan imbalan staking.

Keuntungan Liquid Staking

Liquid staking menawarkan sejumlah keuntungan yang membuatnya menarik bagi investor crypto:

Akses Likuiditas: Dengan liquid staking, investor tidak perlu mengunci aset mereka sepenuhnya, sehingga mereka tetap memiliki likuiditas untuk melakukan transaksi atau investasi lain.

Potensi Penghasilan Tambahan: Token likuid yang diterima dari liquid staking bisa dimanfaatkan dalam berbagai protokol DeFi untuk menghasilkan penghasilan tambahan, seperti dalam yield farming atau lending.

Diversifikasi Risiko: Liquid staking memungkinkan investor untuk mendiversifikasi penggunaan aset mereka di berbagai platform tanpa kehilangan manfaat staking.

Fleksibilitas Tinggi: Investor dapat dengan mudah memindahkan aset mereka di berbagai ekosistem kripto tanpa harus menunggu periode unstaking yang sering kali memakan waktu.

Berita Terkait

Kementerian PU dan Pemkab Jember Bersinergi Merenovasi Pasar Tanjung dengan Desain Berbasis Kearifan Lokal
Pastikan Angkutan Lebaran 2026 Aman, KAI Divre IV Tanjungkarang Gandeng BNN Lampung Gelar Tes Narkoba Petugas KA
Panduan Memesan Banner Ukuran Khusus dan Die Cut di Supplier X Banner
Suasana Hangat Pasca Lebaran, UBP Jatigede Laksanakan Kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H & Coffee Morning
Panduan Pemula: 7 Langkah Praktis Kirim Paket Ke Luar Negeri dari Rumah
Kementerian PU Pulihkan SPAM Langkahan, 1.500 Rumah di Aceh Utara Kembali Teraliri Air Bersih
Layanan Pelanggan 24 Jam Jadi Pertimbangan Penting Trader dalam Memilih Broker
7 Kesalahan yang Membuat Konten Anda Tidak Pernah Dipilih AI

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:00

Kementerian PU dan Pemkab Jember Bersinergi Merenovasi Pasar Tanjung dengan Desain Berbasis Kearifan Lokal

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00

Pastikan Angkutan Lebaran 2026 Aman, KAI Divre IV Tanjungkarang Gandeng BNN Lampung Gelar Tes Narkoba Petugas KA

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00

Panduan Memesan Banner Ukuran Khusus dan Die Cut di Supplier X Banner

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00

Suasana Hangat Pasca Lebaran, UBP Jatigede Laksanakan Kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H & Coffee Morning

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00

Panduan Pemula: 7 Langkah Praktis Kirim Paket Ke Luar Negeri dari Rumah

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:00

Layanan Pelanggan 24 Jam Jadi Pertimbangan Penting Trader dalam Memilih Broker

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:00

7 Kesalahan yang Membuat Konten Anda Tidak Pernah Dipilih AI

Senin, 30 Maret 2026 - 21:00

Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Namun Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti

Berita Terbaru