Menteri PU Dody Hanggodo Paparkan Arah Pembangunan Infrastruktur Nasional di Forum Investasi Indonesia-China - Koran Mandalika

Menteri PU Dody Hanggodo Paparkan Arah Pembangunan Infrastruktur Nasional di Forum Investasi Indonesia-China

Senin, 15 Desember 2025 - 14:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur nasional yang berlandaskan pada tiga pilar strategis, yakni ketahanan air, pangan, dan energi. Penegasan arah pembangunan ini disampaikan Menteri Dody saat hadir sebagai Pembicara Kunci dalam forum “The Indonesia-China Infrastructure Investment and Construction” di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Di hadapan para pejabat dan pemangku kepentingan dari kedua negara, Menteri Dody menekankan bahwa Kementerian PU menjadi poros utama percepatan pembangunan strategis Indonesia, terutama dalam memastikan setiap kerja sama internasional sejalan dengan agenda ketahanan air, ketahanan pangan, dan ketahanan energi sebagaimana tercantum dalam Asta Cita dan kerangka PU608.

“Kerja sama Indonesia–China dalam bidang infrastruktur kini memasuki fase yang semakin strategis. Selama 75 tahun hubungan diplomatik, kedua negara secara konsisten bekerja sama. Fondasi itulah yang memungkinkan pembangunan bersama terus berkembang,” ujar Menteri Dody.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Menteri Dody menjelaskan bahwa peta jalan pembangunan Indonesia telah terumuskan secara jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Peta jalan itu menempatkan tiga pilar strategis yakni air, pangan, dan energi sebagai inti pembangunan. Infrastruktur juga harus dibangun tepat sasaran untuk mendukung inti pembangunan nasional.

“Ketahanan air, pangan, dan energi bukan sekadar program teknis. Ini kebutuhan dasar bagi keberlanjutan bangsa. Karena itu, seluruh kolaborasi internasional harus selaras dengan arah tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Dukungan Danantara Perkuat Akselerasi Pemulihan Krakatau Steel

Lebih lanjut Menteri Dody memaparkan bahwa pada setiap kerja sama luar negeri bidang infrastruktur, pembangunan tidak hanya berupa proyek konstruksi, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi nasional.

Dalam forum itu, Menteri Dody mengumumkan tiga proyek strategis dengan skema Government-to-Government (G-to-G). Tiga proyek yang telah dikurasi ketat dan siap memasuki tahap pembiayaan tersebut adalah Proyek pembangunan Bendungan Serbaguna Riam Kiwa, Bendungan Serbaguna Pelosika dan pembangunan Jalan Perbatasan Kalimantan.

“Ketiga proyek ini sudah berada dalam tahap siap pembiayaan. Kami tidak lagi berbicara rencana, tetapi implementasi. Ini proyek jangkar untuk ketahanan air, irigasi, dan konektivitas nasional,” ungkap Menteri Dody.

Selain mengumumkan proyek G-to-G, Menteri Dody juga menyoroti pentingnya memperluas partisipasi sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam pembangunan infrastruktur modern, sektor swasta harus menjadi bagian dari ekosistem.

Contoh keberhasilan model pembiayaan berlapis dengan skema KPBU ini antara lain: proyek Waste-to-Energy (WTE) Manggar di Balikpapan, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di berbagai lokasi seperti Way Sekampung, Tapin, Leuwikeris, Cipanas, dan Karalloe, serta konsesi jalan tol di Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Kementerian PU juga tengah berfokus pada pembentukan pola pembangunan yang adaptif terhadap tantangan jangka panjang, salah satunya adalah proyek Integrated Coastal Development (ICD) di Pantai Utara Jawa sepanjang 900 kilometer. Proyek ini disebutkannya dapat menjadi sistem perlindungan bagi lebih dari 40 juta warga.

Baca Juga :  Evista Hadirkan Rental Mobil Listrik untuk Munggahan Silaturahmi ke Rumah Orang Tua Jelang Ramadhan

“ICD bukan sekadar proyek konstruksi; ini sistem perlindungan untuk lebih dari 40 juta warga. KemenPU kini bekerja lebih erat dengan Kemenko Infrastruktur, Bappenas, dan Kementerian Keuangan. Kejelasan proses adalah insentif terbaik bagi semua pihak,” kata Menteri Dody.

Menutup pemaparannya, Menteri Dody mengingatkan kembali esensi dari pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah. Pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari angka atau ukuran fisik, tetapi dari dampaknya terhadap masyarakat.

“Infrastruktur tidak diukur dari panjang jalan atau daya listrik. Ukurannya adalah manfaat bagi masyarakat—keamanan, produktivitas, dan kesempatan ekonomi,” pungkasnya.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo
Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01

Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Mandalika, Indonesia Bangga!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:27

Ducati Berjaya di Mandalika, Marc Marquez Rebut Podium Tertinggi Sprint

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36

Tiket Mahal Justru Cepat Ludes, Troy Sebut Sinyal Ekonomi Positif

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:28

RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru

Berita Terbaru