Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil - Koran Mandalika

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah operasi evakuasi medis darurat berhasil dilakukan di wilayah terpencil Sumba, menandai misi resmi pertama dari inisiatif helikopter Search & Rescue (SGI) yang didukung oleh FINNS.

Bali, Indonesia (22 April 2026) – Sebuah operasi evakuasi medis darurat berhasil dilakukan di wilayah terpencil Sumba, menandai misi resmi pertama dari inisiatif helikopter Search & Rescue (SGI) yang didukung oleh FINNS.

Insiden terjadi pada Minggu malam, ketika dua wisatawan internasional mengalami luka serius akibat kecelakaan di area terpencil pulau tersebut. Salah satu korban mengalami trauma kepala, sementara korban lainnya mengalami patah tulang kaki yang signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas medis darurat di lokasi dan upaya evakuasi alternatif yang tidak berhasil, pihak resort setempat menghubungi tim SGI pada hari Senin.

Dalam waktu kurang dari satu jam sejak permintaan diterima, helikopter FINNS Search & Rescue langsung dikerahkan dari Bali dengan tim lengkap yang terdiri dari dua pilot, load master, teknisi, serta dokter darurat dari Nusa Medica.

Baca Juga :  Perkuat Integritas, KAI Divre III Palembang Laksanakan Resertifikasi SMAP ISO 37001:2016

Karena adanya pembatasan penerbangan malam di Indonesia, tim sempat melakukan transit di Bima sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumba keesokan paginya.

Operasi ini melibatkan beberapa titik evakuasi, termasuk pendaratan di lapangan sepak bola dekat rumah sakit regional, sebelum melanjutkan ke lokasi resort di pesisir untuk mengevakuasi korban kedua.

Kedua pasien berhasil distabilisasi dan diterbangkan kembali melalui Bima untuk pengisian bahan bakar, sebelum akhirnya tiba dengan selamat di Bali dan langsung dibawa menggunakan ambulans Nusa Medica ke BIMC Hospital Nusa Dua untuk perawatan lanjutan.

Respons Cepat Jadi Penentu Keselamatan

Misi ini menyoroti tantangan besar dalam penanganan keadaan darurat di wilayah terpencil Indonesia, di mana akses terhadap layanan medis sering kali terbatas dan waktu respons melalui transportasi konvensional bisa memakan waktu berjam-jam.

Perwakilan FINNS menyatakan:

“Inilah alasan utama mengapa fasilitas ini dibangun. Di wilayah terpencil Indonesia, akses terhadap layanan medis darurat tidak selalu cepat, dan waktu menjadi faktor yang sangat krusial.Kecepatan tim dalam merespons dan mengeksekusi operasi kompleks ini dengan aman menunjukkan betapa pentingnya kesiapan seperti ini.”

Baca Juga :  Investasi dalam proyek energi terbarukan sejalan dengan tujuan keberlanjutan Dubai.

Sementara itu, perwakilan SGI menambahkan:

“Ini adalah operasi yang sangat sensitif terhadap waktu, dilakukan di medan terpencil dengan keterbatasan infrastruktur dan regulasi penerbangan.Fokus utama kami adalah memastikan kedua pasien mendapatkan penanganan secepat dan seaman mungkin. Tanpa respons cepat, kondisi seperti ini dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien.”

Tonggak Baru Penanganan Darurat di Indonesia

Keberhasilan misi perdana ini menjadi langkah penting dalam pengembangan kapabilitas tanggap darurat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.

Seiring meningkatnya minat wisata ke destinasi di luar Bali seperti Sumba, kebutuhan akan sistem respons darurat yang cepat, andal, dan profesional menjadi semakin krusial.

Kontak Darurat

Untuk bantuan darurat atau menghubungi tim Search & Rescue:BASARNAS Hotline: 115

Informasi lebih lanjut:https://balisearchandrescue.com/about-us/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01