Koran Mandalika, Lombok Tengah – Ajang balap bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 kembali mencatatkan kesuksesan gemilang.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di berbagai lini, mulai dari jumlah penonton, keterlibatan tenaga kerja lokal, hingga dampak ekonomi yang masif bagi Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan, kata Troy, total penonton yang hadir secara langsung di Sirkuit Mandalika pada tahun ini mencapai 157.875.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Troy menyebutkan bahwa konsistensi kenaikan penonton ini terus terjadi sejak tahun 2022 hingga 2026.
Lonjakan jumlah penonton ini memberikan multiplier effect yang luar biasa terhadap perekonomian nasional dan daerah.
Dia menegaskan penyelenggaraan event internasional ini mencatatkan perputaran roda ekonomi sebesar Rp5,2 triliun, melampaui target awal yang dipatok sebesar Rp5 triliun.
Troy membeberkan, tiket kategori Early Bird ludes terjual hanya dalam waktu satu minggu, menunjukkan antusiasme publik yang sangat tinggi.
Diakui Troy, kesuksesan pencapaian target ekonomi dan penonton ini tidak lepas dari daya tarik pembalap Indonesia, yaitu Veda Ega Pratama dan Mario Aji, yang menjadi magnet utama bagi para penonton.
“Kehadiran mereka berhasil menarik minat masyarakat luas, termasuk masyarakat yang sebelumnya tidak pernah menonton MotoGP secara langsung,” kata Troy, Selasa (27/10).
Selain itu, kesuksesan ini juga didukung penuh oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga tingkat desa.
Troy mengungkapkan dukungan khusus juga datang dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sehingga mendongkrak lonjakan wisatawan asal Yogyakarta secara pesat.
“Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, turut memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan perhelatan balap motor internasional ini,” ujar Troy.
Dari sisi ketenagakerjaan, ungkap Troy, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melibatkan 3.900 tenaga kerja lokal NTB, yang mengalami kenaikan sekitar 16,7%.
Hal menarik lainnya datang dari sektor marshal (petugas lintasan). Dari total 437 marshal yang bertugas, terdapat 20 marshal wanita asal NTB. Angka ini melonjak tajam dari yang sebelumnya hanya 9 orang.
Kehadiran para marshal perempuan ini menjadi sorotan positif sekaligus membanggakan karena menunjukkan inklusivitas dan profesionalisme tenaga kerja lokal di kancah internasional.
Kelancaran mobilitas penonton juga didukung oleh pengoperasian 66 penerbangan ekstra (extra flight) yang melayani rute penerbangan menuju Lombok, Jakarta, Bali, dan kota-kota lainnya.
Berbagai maskapai dan figur penerbangan turut memberikan dukungan kreatif dan atraktif selama event berlangsung, semakin memeriahkan atmosfer pariwisata nasional.
“Dengan capaian gemilang ini, ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya sukses sebagai kompetisi balap motor kelas dunia, tetapi juga menjadi motor penggerak utama kebangkitan ekonomi, pariwisata, dan pemberdayaan sumber daya manusia di Indonesia,” ucap Troy.
(wan)






