Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Bittime Hadirkan Mining Points 2.0 #DoubleEarnDoublePoints, dengan Prize Pool lebih dari $30,000 - Koran Mandalika

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Bittime Hadirkan Mining Points 2.0 #DoubleEarnDoublePoints, dengan Prize Pool lebih dari $30,000

Selasa, 14 April 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 14 April 2026 – Bittime, platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) resmi hadirkan Bittime Mining Points 2.0, di tengah nilai tukar Rupiah terus melemah.

Sebelumnya, ketegangan makro ekonomi antara Amerika-Iran berhasil menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hingga ke level terendah dan menyentuh 17.103 per- 13 April 2026.

Hal ini yang mendorong investor sangat berhati-hati dan mulai mencari alternatif lindung nilai seperti aset-aset diversifikasi seperti aset kripto Tether ($USDT) yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil dengan harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Apalagi, $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini.

Bertepatan dengan  fenomena ini, Bittime menghadirkan Bittime Mining Points 2.0, program insentif berbasis aktivitas trading dan referral yang dirancang untuk mendorong partisipasi investor dengan total prize pool sejumlah $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA).

Baca Juga :  BRI Branch Office Kalimalang Region 6/Jakarta 1 Salurkan CSR Pengadaan Komputer untuk Tiga Sekolah di Jakarta Timur

Melalui skema terbaru, pengguna dapat memperoleh 10 poin untuk setiap aktivitas jual-beli dengan volume trading sebesar 1 USDT pada seluruh pasangan aset kripto yang tersedia (IDR/USDT), dan 1.000 poin bagi pengguna yang berhasil mengundang teman dengan minimal transaksi lebih dari $100 USD.

Setiap aktivitas platform menjadi kesempatan untuk meningkatkan nilai aset dengan insentif yang akan diterima, dan meningkatkan poin melalui trading pada aset-aset berbasis stablecoin $USDT dan Traditional Asset (TradFi) seperti $XAUT, $SLVON. Hal ini bertujuan memberikan nilai tambah pada setiap aktivitas dengan mengusung #TradeToEarn. 

Dalam mekanisme kali ini, transparansi dan kemudahan akses menjadi prioritas utama dengan kehadiran fitur Campaign Leaderboard yang nantinya dapat dipantau langsung melalui halaman program Bittime Mining Points pada Website resmi Bittime.

Di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif, aktivitas trading kini tidak hanya tentang menangkap momentum harga, tetapi juga membangun diversifikasi portofolio dan aset investasi secara berkelanjutan. 

Baca Juga :  Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI

Bittime Mining Points 2.0 hadirkan peluang #DoubleEarnDoublePoints, sekaligus sebagai wadah bagi investor yang ingin melindungi portofolio di tengah volatilitas pasar, sebab setiap transaksi dan referral kini dapat dikonversi menjadi poin yang bernilai.

Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bittime dalam mendorong penggunaan platform yang bertanggung jawab serta mendukung perkembangan industri aset kripto Indonesia.

Namun, perlu dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP
Dorong Pembiayaan Produktif, BRI Finance Konsisten Menjaga Kualitas Portofolio
Merdeka Melaju dengan Motor Baru, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mulai 0,7% per Bulan
PT Akarsa Garment Indonesia dan Alas Kaki Tangguh Sepakati Kemitraan Manufaktur Terintegrasi untuk Pasar B2B
Lebih Leluasa Wujudkan Rencana Finansial, BRI Finance Siapkan Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan
ETF Bitcoin Kehilangan US$450 Juta Setelah Clarity Act Gagal Melaju di Senat AS
Kebutuhan Dana Tunai Menguat, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan 44,74%
Long Weekend Kemerdekaan, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Liburan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:02

BSSN Catat 5,2 Miliar Anomali Trafik Siber Sepanjang 2025, Widya Security Ingatkan Kewajiban Audit Keamanan di Bawah UU PDP

Kamis, 17 September 2026 - 15:02

Dorong Pembiayaan Produktif, BRI Finance Konsisten Menjaga Kualitas Portofolio

Kamis, 17 September 2026 - 15:02

Merdeka Melaju dengan Motor Baru, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Mulai 0,7% per Bulan

Kamis, 17 September 2026 - 15:02

PT Akarsa Garment Indonesia dan Alas Kaki Tangguh Sepakati Kemitraan Manufaktur Terintegrasi untuk Pasar B2B

Kamis, 17 September 2026 - 15:02

Lebih Leluasa Wujudkan Rencana Finansial, BRI Finance Siapkan Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Kamis, 17 September 2026 - 13:02

Kebutuhan Dana Tunai Menguat, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan 44,74%

Kamis, 17 September 2026 - 13:02

Long Weekend Kemerdekaan, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Liburan

Kamis, 17 September 2026 - 13:02

Menjawab Dinamika Perdagangan Dunia, BINUS @Bekasi Hadirkan Program S1 Global Trade Management

Berita Terbaru