PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan - Koran Mandalika

PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari sektor perkebunan. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo menyiapkan proyek percontohan pengembangan kedelai di sejumlah wilayah potensial sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa saat mengunjungi sentra produksi kedelai di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (15/5/2026). Kunjungan berlangsung di tengah panen raya kedelai nasional yang turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto.

Di hamparan lahan kedelai yang mulai dipanen petani tersebut, Jatmiko mengatakan perusahaan mulai memetakan peluang pengembangan kedelai secara lebih serius. Menurut dia, kedelai memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kedelai bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian dari stabilitas pangan masyarakat karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe. Karena itu kami mulai melihat peluang pengembangannya secara jangka panjang,” ujar Jatmiko.

Baca Juga :  Siapa Dalang di Balik Libra Meme Coin Milei? Ini Faktanya!

Ia menilai langkah diversifikasi ke sektor pangan juga sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tingginya ketergantungan impor kedelai.

Kebutuhan kedelai nasional saat ini diperkirakan mencapai 2,6 juta hingga 2,7 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga sebagian besar pasokan masih berasal dari impor. Dalam beberapa tahun terakhir, luas panen kedelai nasional juga terus menyusut akibat peralihan lahan dan rendahnya minat petani.

Pemerintah kini mulai mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, hingga kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan TNI.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial dalam pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, pola tanam petani di Desa Ngudikan tergolong produktif dengan kombinasi satu musim padi, satu musim kedelai, dan dua musim bawang merah dalam setahun.

Dukungan irigasi, kondisi lahan yang relatif datar, serta kelembagaan petani yang kuat membuat produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik, hasil panen disebut berpotensi meningkat hingga 3,5 ton per hektare.

Baca Juga :  LindungiHutan Bersama Mitra, Donatur, dan Penggalang Catat Capaian Positif dalam Laporan Tahunan 2024

Menurut Jatmiko, pengalaman budidaya di Nganjuk menjadi referensi penting bagi PalmCo sebelum menjalankan proyek percontohan di wilayah perkebunan perusahaan.

Saat ini perusahaan mulai melakukan kajian kesesuaian areal untuk memastikan lahan yang akan digunakan memenuhi aspek agronomis, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, topografi, hingga faktor iklim. “Kami ingin memastikan pengembangannya berjalan optimal dan berkelanjutan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipetakan terlebih dahulu,” katanya.

Tahap awal proyek akan dilakukan di sejumlah areal terpilih sebelum diperluas secara bertahap. Beberapa wilayah di Sumatera seperti Langkat, Deli Serdang, Pasaman, dan Banyuasin mulai masuk dalam pemetaan awal karena dinilai memiliki karakter agroklimat yang sesuai untuk pengembangan kedelai.

PalmCo berharap pengembangan kedelai tidak hanya berkontribusi memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan melalui pola kemitraan dan kolaborasi bersama petani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tak Hanya Nvidia, Dua Saham Ini Jadi Incaran Investor Berbasis Fundamental
Air Bekas Mencuci Kereta Tidak Langsung Dibuang, Begini Cara LRT Jabodebek Mengolahnya
Tempati Kantor Baru, BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.530 KPR Sejahtera FLPP di Batang
Musim Kemarau, KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tidak Membakar dan Membuang Sampah Sembarangan di Sekitar Jalur Rel
AI Connect Malang Kenalkan Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing Bisnis
Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan
DPR Apresiasi Kontribusi Grup MIND ID Bangun Papua
WSBP Kirim Ribuan Batang Spun Pile Selama Semester I 2026, Perkuat Kapabilitas Produksi untuk Infrastruktur Nasional

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:22

Polemik Antar Kepolisian dan Jaksa, Prabowo Beri Teguran Keras

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:35

Genap Setahun Kepemimpinannya, Taruna Ikrar Dekatkan BPOM dengan Masyarakat

Senin, 30 Juni 2025 - 15:29

Dukung Migrasi Tenaga Kerja Tertib dan Aman, Pusat Informasi MOVE-ID Diluncurkan

Selasa, 29 April 2025 - 12:35

Selamat, Rizki Hasmi Asal Montong Gamang Kopang Raih Penghargaan Penyuluh Terbaik Nasional

Minggu, 27 April 2025 - 07:57

Diskusi Formen Lombok Tengah-JMSI Bali: Media Dituntut Kompetitif

Kamis, 13 Februari 2025 - 16:39

Komdigi: Relasi Media dengan Instansi Harus Dipupuk

Sabtu, 14 Desember 2024 - 17:36

Gubernur NTB Terpilih Temui Presiden Prabowo, Lalu Iqbal Dapat Pesan Khusus

Minggu, 17 Maret 2024 - 20:52

Johan Rosihan PKS Nilai Food Estate Buang-buang Anggaran

Berita Terbaru