Peluang Saham Batu Bara Pada 2026 di Tengah Tekanan Permintaan Hingga Kebijakan Pemerintah - Koran Mandalika

Peluang Saham Batu Bara Pada 2026 di Tengah Tekanan Permintaan Hingga Kebijakan Pemerintah

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham batu bara pernah menjadi primadona saat 2022 ketika Rusia melancarkan serangan ke Ukraina dan dalam situasi China butuh lebih banyak batu bara. Harga batu bara meroket ke 400 dolar AS per ton. Lalu, setelahnya harga batu bara terus turun hingga 2026. Jadi, apakah akan ada momen kebangkitan untuk saham batu bara selanjutnya?

Sektor batu bara menjadi salah satu yang dinilai berpotensi bisa bangkit sekitar 2026-2027. Begini, gambaran prospek saham batu bara di 2026.

Tren saham batu bara terus mengalami penurunan dari segi kinerja keuangan hingga harga saham sejak booming terbesar pada 2022 ketika harga batu bara tembus 400 dolar AS per ton. Setelahnya, harga batu bara sesuai dengan ekspektasi mengalami normalisasi hingga saat ini berkisar di 90-100 dolar AS per ton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Founder dan CEO Mikirduit memaparkan pihaknya melakukan riset terhadap 25 saham batu bara yang ada di IDX hingga kinerja kuartal III/2025. Hasilnya 24 saham batu bara mengalami penurunan laba bersih, sedangkan ada 1 saham batu bara yang mencatatkan kenaikan laba bersih, yakni SMMT.

“Kenaikan kinerja SMMT juga didorong oleh kenaikan produksi sebesar 93 persen menjadi 2,8 juta ton. Sehingga kinerja pendapatannya meroket signifikan dibandingkan saham batu bara lainnya. Hal itu terjadi sejak SMMT diakuisisi oleh Geo Energy Group pada 2023. Jadi, secara keseluruhan bisa dibilang emiten batu bara masih tertekan penurunan harga batu bara,” ujarnya dalam keterangan resmi pada 12 Januari 2026.

Dalam risetnya, Mikirduit mencatat ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk potensi pemulihan kinerja emiten batu bara.

Pertama, mayoritas penambang batu bara di dunia sudah mulai tidak melakukan eksplorasi baru secara besar-besaran. Faktornya, sulit mendapatkan pendanaan bank maupun obligasi, sehingga mereka cenderung mengakuisisi tambang batu bara eksisting yang sudah berproduksi.

Kedua, dengan kondisi pertama, jika ada kenaikan permintaan batu bara dari China atau India hingga Asean yang konsumsinya cukup besar, bisa membuat anomali dalam jumlah pasokan yang tersedia.

Ketiga, hal tersebut bisa terjadi jika proyeksi adanya El nino di 2027 bisa mempengaruhi beberapa pembangkit listrik batu bara dihidupkan lagi untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga air yang melemah karena surutnya kondisi air. (sifatnya baru potensi risiko)

Baca Juga :  P.A. Properties celebrates 30 years of stories of success, growth, and new beginnings

Surya mengatakan, pihaknya menilai harga batu bara berpotensi mencatatkan kenaikan yang lumayan sebelum 2030, yang mana setelahnya diperkirakan ada kenaikan porsi pembangkit listrik tenaga energi yang lebih berkelanjutan. “Meski kenaikannya tidak bisa setinggi 2022 yang mencapai 400 dolar AS per ton, tapi 130-180 dolar AS per ton tetap sudah menarik,” ujarnya.

Namun, itu gambaran peluang dari global, sedangkan dari domestik, saham batu bara justru mendapatkan beberapa tantangan.

Pemerintah Indonesia beberapa kali mengeluarkan kebijakan yang cenderung membebani sektor tersebut. Misalnya, perubahan skema royalti untuk beberapa jenis kontrak pada 2025. Lalu, kabar pengenaan bea ekspor sekitar 1-5 persen per 2026, rencana menaikkan porsi domestic market obligation untuk batu bara dengan harga jual 70 dolar AS untuk pembangkit listrik dan 90 dolar AS untuk industri semen.

Teranyar, pemerintah juga mengumbar rencana pemangkasan produksi batu bara domestik sebesar 24 persen menjadi sekitar 600 juta ton. Meski, Menteri ESDM Bahlil Lahadia mengatakan angkanya belum fix, bisa di atas atau lebih rendah dari perkiraan 600 juta ton tersebut.

Surya menilai pemangkasan produksi batu bara bisa jadi pedang bermata dua untuk Indonesia. Memang, Indonesia adalah negara eksportir batu bara, tapi posisinya bukan yang paling kuat, melainkan juga bersama Australia. Berbeda dengan nikel yang mana Indonesia menjadi faktor penyebab oversupply karena pembangunan smelter yang masif. Jika ada pemangkasan produksi, efek ke harga nikel maupun sektor nikel juga signifikan.

“Sehingga, pemangkasan produksi batu bara memang berpotensi meningkatkan harga batu bara, tapi daya gedor-nya tidak begitu besar. Pasalnya, Australia juga bisa jadi alternatif pembelian. Hal itu sempat terjadi ketika China memutuskan tidak beli batu bara dari Australia dan mengalihkan ke Indonesia. Sehingga, ada potensi penambang batu bara Indonesia kehilangan market share,” ujarnya.

Untuk menakar pilihan saham batu bara yang menarik, Mikirduit sudah merilis laporan yang disusun berdasarkan karakter saham batu baranya mulai dari:

Baca Juga :  TJSL KAI Daop 1 Jakarta Salurkan Pompa Air ke Pemkot Cilegon untuk Dukung Sistem Irigasi Cegah Banjir

1. Saham batu bara yang harganya bergerak by fundamental

2. Saham batu bara dengan sentimen potensi turnaround secara kinerja keuangan (tingkat risiko cukup tinggi)

3. Saham batu bara yang diversifikasi bisnisnya sudah mulai menghasilkan

4. Saham batu bara yang ada potensi aksi korporasi

5. Saham batu bara yang lagi memiliki momentum besar

6. Saham batu bara jenis metalurgi

Rilis laporan saham batu bara by Mikirduit bisa kamu dapatkan dengan join mikirsaham, caranya bisa klik di sini

Laporan ringkasannya bisa dibaca free di link ini

Tentang Mikirduit

PT Mikir Duit Indonesia (Mikirduit.com) adalah media komunitas yang fokus memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan yang didirikan oleh Surya Rianto, CFP, berlisensi Wakil Manajer Investasi dari OJK, dan mantan jurnalis ekonomi, pada Januari 2023. Dalam tahap awal pengembangannya, Mikirduit fokus mengedukasi investor saham di Indonesia untuk membantu meningkatkan literasi pasar modal setelah dari survey OJK 2022, tingkat literasi pasar modal turun ketika inklusi meningkat.

MIkirduit memiliki 1 program berlangganan, yakni Mikirsaham, yang memberikan ulasan dan tempat berdiskusi saham dengan tujuan investasi. Para member Mikirsaham akan mendapatkan insight seperti saham dividen yang menarik untuk jangka panjang, saham value investing, growth investing, hingga contrarian investing. Serta, ada Grup diskusi saham dengan ratusan investor, dan Event Online bulanan yang topiknya bisa di-request sesuai dengan kebutuhan member.

Lalu,Mikirduit juga memiliki program terbatas, yakni Grup Eksklusif Mikirduit, yang maksimal anggota 30 member. Grup Eksklusif Mikirduit lebih mengedukasi secara intens ke seluruh jenis aset investasi, konsultasi keuangan dari investasi dan kebutuhan lainnya, serta trading signal seminggu sekali untuk menghindari overtrading dan dilakukan dengan aturan manajemen risiko yang ketat.

Selain website, Mikirduit juga mengembangkan channel Youtube Mikirduit untuk mengakomodir audiens yang lebih suka menonton video dibandingkan dengan teks. Mikirduit juga melakukan edukasi di setiap channel media sosial seperti, Instagram dan Thread (@mikirduit), Tiktok (@Mikirduitcom), dan Twitter (@Mikirduitcom)

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Portfolio Berkelanjutan, BRI Finance Tangkap Potensi Pertumbuhan EV
BRI Finance Perkuat Portofolio dan Pertumbuhan Bisnis Di Tengah Perubahan Nilai Tukar Rupiah
Insider One, platform Agentic AI untuk otomatisasi interaksi pelanggan, resmi mengakuisisi Bluecore
Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok
BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan
Apa Itu Saham Gorengan? Kenali Ciri dan Risikonya

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Berita Terbaru