Pemkab Lombok Tengah Dorong Penguatan Perdes Pernikahan Anak - Koran Mandalika

Pemkab Lombok Tengah Dorong Penguatan Perdes Pernikahan Anak

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lombok Tengah Dorong Penguatan Perdes Pernikahan Anak

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mendorong penguatan pengawasan pernikahan usia anak hingga tingkat dusun dan desa. Langkah ini dilakukan karena pernikahan usia anak dinilai berpotensi meningkatkan risiko stunting serta memunculkan berbagai persoalan sosial lainnya.

Wakil Bupati Lombok Tengah, H. M. Nursiah, mengatakan pencegahan pernikahan usia anak membutuhkan keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, sekolah, hingga pemerintah daerah. Upaya sosialisasi yang selama ini dilakukan perlu diperkuat agar pemahaman masyarakat semakin baik.

“Pernikahan anak ini menjadi bagian yang berpotensi mengarah ke stunting dan konsekuensi lainnya. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga anak-anak kita, termasuk menjaga usia mereka ketika memasuki jenjang pernikahan,” kata Nursiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, orang tua memiliki peran utama dalam memastikan anak tetap mendapatkan pendidikan dan tidak terburu-buru memasuki pernikahan pada usia yang belum cukup.

Baca Juga :  Lebaran Ketupat di Lombok Tengah: Tradisi, Silaturahmi, dan Warisan Budaya

Selain keluarga, kepala dusun bersama tokoh masyarakat juga didorong membangun kesepakatan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dan anak-anak mengenai risiko pernikahan usia anak.

Sekolah pun dinilai memiliki peran strategis, terutama dalam mendampingi siswa tingkat SMP hingga SMA. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan kepala sekolah dan guru untuk memperkuat edukasi kepada siswa serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

Nursiah menegaskan, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, agar sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui kegiatan tertentu, tetapi berlangsung secara berkelanjutan.

“Pemerintah daerah, bidang pendidikan, termasuk Kementerian Agama harus berkolaborasi untuk terus-menerus melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Nursiah Lepas 392 Jemaah Haji Lombok Tengah, Titip Pesan Jaga Kesehatan di Tanah Suci

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Lombok Tengah, H. Kusriadi, mengatakan salah satu upaya yang selama ini dilakukan untuk menekan pernikahan usia anak adalah memaksimalkan penerapan peraturan desa (perdes) di masing-masing wilayah.

Menurutnya, keberadaan perdes dinilai membantu menekan praktik pernikahan usia anak, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala.

Karena itu, penguatan kolaborasi di tingkat bawah perlu terus dilakukan, mulai dari dusun hingga desa. Peran kepala dusun, pemerintah desa, tokoh masyarakat, keluarga, dan unsur pendidikan diharapkan semakin optimal dalam memberikan edukasi sekaligus mencegah terjadinya pernikahan pada usia anak.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Lombok Tengah berharap pencegahan pernikahan usia anak dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung upaya menekan risiko stunting sejak dini. (my)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor Penonton, Peran Media NTB Dapat Apresiasi
Pembacokan Remaja di Mataram, LPA Soroti Tongkrongan hingga Dini Hari
Insentif Guru PPPK PW NTB Belum Jelas Kapan Cair
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Sinergi DP3AP2KB guna Tekan Angka Pernikahan Dini dan Stunting
Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 04:02

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

Minggu, 1 November 2026 - 00:02

Penerbit KBM Kini Menjadi Rumah Para Penulis Nusantara: Usung Transparansi, Layanan Egaliter, dan Fasilitas Fantastis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

Mitra10 Kini Hadir di MERR Surabaya, Perluas Akses Kebutuhan Renovasi Rumah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

LRT Jabodebek Hadirkan Hiburan Musik Gratis di Stasiun, Perkaya Pengalaman Perjalanan Masyarakat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02

Antisipasi Penyebaran Nyamuk, LRT Jabodebek Lakukan Fogging di Sejumlah Area Operasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02

ASHTA DISTRICT 8 Perluas Pengalaman Seni bersama Ganara Art Space

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:02

Beda Meterai Tempel dan e-Meterai yang Masih Sering Dikira Sama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Berita Terbaru