Pemkab Loteng Apresiasi Proyek GENERATE University of Leeds Hadirkan Resep Keadilan Bencana - Koran Mandalika

Pemkab Loteng Apresiasi Proyek GENERATE University of Leeds Hadirkan Resep Keadilan Bencana

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai diskusi yang diinisiasi proyek GENERATE University of Leeds. Dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas akar rumput untuk merumuskan jalur mitigasi bencana yang lebih inklusif (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Foto bersama usai diskusi yang diinisiasi proyek GENERATE University of Leeds. Dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas akar rumput untuk merumuskan jalur mitigasi bencana yang lebih inklusif (Ahmad Sakurniawan/Koran Mandalika)

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Proyek GENERATE dari University of Leeds, Inggris, membahas isu ketidakadilan dalam penanganan bencana dengan tema “Resep Keadilan Bencana Menuju Pengurangan Risiko Bencana yang Inklusif”. Kegiatan berlangsung di Aula Perpustakaan Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (10/2).

Dalam diskusi tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas akar rumput untuk merumuskan jalur mitigasi bencana yang lebih inklusif.

Pimpinan Proyek GENERATE sekaligus Associate Professor Gender dan Iklim, yakni Dr. Katie McQuaid mengungkapkan proyek keadilan bencana dari riset menuju aksi ini tidak akan terwujud tanpa dukungan para pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Riset menuju aksi nyata tidak akan teruwujud tanpa bapak ibu, mitra, dan seniman yang telah bekerja tanpa lelah. Terima kasih telah menjadi bagian dari acara ini,” kata Dr. Katie melalui sambungan dalam jaringan atau daring.

Dia menekankan bahwa dampak bencana selama ini tidak ditanggung secara merata.

Dr. Katie menyinggung beban-beban ini secara tidak proporsional ditanggung oleh perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

“Kesenjangan upah gender, tingginya angka perkawinan anak, kekerasan berbasis gender, serta diskriminasi terhadap perempuan dan penyandang disabilitas harus ditangani sebagai bagian dari setiap upaya pengurangan risiko bencana yang bermakna,” ujar Dr. Katie.

Dr. Katie menegaskan kolaborasi ini sangat krusial sehingga pihaknya hadir secara kolektif mengeksplorasi cara-cara baru dalam memikirkan, mempersiapkan, dan berkolaborasi dalam pengurangan dan pengelolaan risiko bencana.

Baca Juga :  PWI NTB Kecam Aksi Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Wartawan Lombok Tengah
Koordinator proyek GENERATE University of Leeds

Pimpinan riset keadilan bencana dan iklim untuk proyek GENERATE dari University of Leeds, yakni Lalu Faris Naufal Makhroja menjelaskan pihaknya telah mengidentifikasi 13 jenis kerentanan bencana.

Beberapa di antaranya, kebakaran hutan dan lahan, infeksius covid, tanah longsor, banjir, gempa bumi, kekeringan, cuaca ekstrem, gunung berapi, gunung meletus, dan bencana lainnya.

“Itu yang kami dengarkan sebenarnya dari BPBD. Namun, ketika kami mendesain penelitian ini, kami ingin mengeksplorasi ketidakadilan yang mereka alami itu seperti apa. Kemudian mendefinisikan bencana,” ucap Faris.

Tujuan akhir yang ingin dicapai nantinya akan membuat counter mapping atau peta tandingan yang akan diisi komunitas yang tergabung di GENERATE University of Leeds.

“Artinya, pemetaan tandingan dari mereka sendiri (teman-teman komunitas) yang taruh (kerentanan daerahnya) di situ (karya seni yang dipamerkan),” beber Faris.

Pameran karya seni yang lahir dari pemikiran masyarakat terkait gambaran kondisi bencana di daerah masing-masing

Dalam proyek ini, selalu menempatkan masyarakat sebagai knowledge holder atau sebagai pemangku yang memiliki pengetahuan.

“Mereka sebenarnya tahu (permasalahan di daerah). Tidak perlu mereka disuruh untuk ini dan lain sebagainya. Mereka tahu sebenarnya solusinya dan itu yang ingin kita eksplorasikan,” tutur Faris.

Baca Juga :  Tak Kenal Waktu, Gubernur Iqbal Sidak Balai Karantina Hewan Pototano Dini Hari

Dalam penerapannya, proyek GENERATE University of Leeds selalu menggunakan metode kreatif dan metode seni.

“Jadi secara natural, salah satu bentuk advokasi sebenarnya melalui pameran seni tadi itu. Jadi pameran seni itu sebenarnya adalah gambaran dari apa yang sebenarnya orang-orang rasakan. Baik itu ketidakadilan yang mereka rasakan maupun kekuatan-kekuatan mereka,” kata Faris.

Solusi yang diberikan komunitas akar rumput tersebut akan dicatat sebagai resep keadilan bencana. Pihaknya akan membentuk buku resep.

“Buku resep itu itu kita ramu. Sebenarnya itu adalah policy brief yang sekali lagi dihasilkan dari masyarakat itu. Banyak sekali dari masyarakat itu beri solusi-solusi ke kami. Kami luar biasa tertegun dan terenyuh,” ucap Faris.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan LombokTengah Lalu Rinjani mengapresiasi dan menyambut baik ide gagasan proyek GENERATE University of Leeds.

“Hal baik bisa kita kerjasamakan dengan seluruh stake hokder. Kami terbuka. Kami akan beri fasilitas,” kata Lalu Rinjani yang juga menjabat Asisten II.

Terkait kebencanaan, kata Lalu Rinjani, semua stakeholder memberi perhatian serius sehingga anggaran fokus untuk mitigasi, rekonstruksi, dan pemecahan masalah.

“Dana desa kami prioritaskan untuk mitigasi pencegahan bencana. Saat ini iklim tidak menentu. Angin dan longsor di mana-mana. Kami konsentrasi terkait masalah bencana ini,” jelas Lalu Rinjani.

Dalam kesempatan itu, Lalu Rinjani juga menawarkan untuk bantu promosi kegiatan yang dilakukan proyek GENERATE University of Leeds. (wan)

Berita Terkait

Rakor GTRA NTB 2026, Pemprov NTB Dorong Penyelesaian Masalah Agraria dengan Cepat
Fakultas Bisnis LSPR Tingkatkan Nilai Tambah Hasil Perikanan Desa Persiapan Blongas melalui Pelatihan Pembuatan Abon Ikan
Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah
Buruan Cek! Pemprov NTB Lelang 29 Mobil Dinas, Pengumuman Segera Terbit
Kecewa dengan Kinerja Kejaksaan, Sejumlah Mahasiswa Desak Polri Tangani Kasus Korupsi di NTB
Soal Temuan BPK, Pemprov NTB Tegaskan Telah Ditindaklanjuti Seluruhnya
Wellness Tourism Strategi NTB Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Wamenpar Apresiasi Sade Social Space, Mandalika Makin Kaya Atraksi

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:02

Tempati Kantor Baru, BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.530 KPR Sejahtera FLPP di Batang

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:02

Musim Kemarau, KAI Daop 2 Bandung Himbau Masyarakat Tidak Membakar dan Membuang Sampah Sembarangan di Sekitar Jalur Rel

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:02

AI Connect Malang Kenalkan Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Efisiensi dan Daya Saing Bisnis

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:02

Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:02

DPR Apresiasi Kontribusi Grup MIND ID Bangun Papua

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:02

Bayar Listrik, Air, dan Internet dalam Satu Aplikasi, Lebih Praktis untuk Kebutuhan Bulanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:02

Rakernas IndoCEISS 2026 Digelar di BINUS @Malang, Bahas Strategi Penguatan Pendidikan Informatika

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:02

AKSELERASI INOVASI TEKNOLOGI, SUCOFINDO GELAR IMPACT PERKUAT TRANSFORMASI LAYANAN TIC BERTEKNOLOGI TINGGI

Berita Terbaru

Teknologi

DPR Apresiasi Kontribusi Grup MIND ID Bangun Papua

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:02