Penanggulangan Bencana Lebih Cepat dengan Drone - Koran Mandalika

Penanggulangan Bencana Lebih Cepat dengan Drone

Senin, 13 Juli 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanggulangan Bencana Lebih Cepat dengan Drone

Penanggulangan bencana ditentukan oleh kecepatan. Jam-jam pertama menentukan berapa banyak korban yang dapat diselamatkan, tetapi tim darat sering terhambat akses, cuaca, dan medan. Drone menutup jarak itu. Dengan pemetaan udara, kamera thermal, dan dok otomatis, drone memangkas waktu dari kejadian ke keputusan di setiap tahap siklus bencana, dari mitigasi banjir sampai pemulihan.

Bagaimana drone mempercepat setiap tahap siklus bencana?

Drone mempercepat penanggulangan bencana pada tiga tahap sekaligus.

1) Pada pra-bencana drone memetakan risiko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2) Pada tanggap darurat drone melakukan pencarian korban dan penilaian cepat.

3) Pada pemulihan drone menghitung kerusakan untuk rekonstruksi.

Satu platform, tiga fungsi, tanpa menurunkan tim ke zona berbahaya lebih dulu.

Pemantauan kebakaran hutan mengikuti logika yang sama. Titik panas terdeteksi lebih awal dari udara sebelum api meluas ke lahan yang lebih besar. Rincian pendekatan ini dibahas pada solusi pemantauan kebakaran.

Bagaimana kamera thermal membantu pencarian korban?

Kamera thermal mendeteksi panas tubuh, bukan bentuk visual. Korban yang tertutup asap, gelap, reruntuhan, atau vegetasi tetap tampak sebagai sinyal panas. Pada malam hari dan cuaca berkabut, ketika mata dan kamera biasa gagal, kamera thermal tetap memberi petunjuk lokasi. Ini memangkas waktu penyisiran area luas secara signifikan.

Baca Juga :  Bantu Arah Karier Talenta Digital: Telkom AI Center Bali Hadirkan Webinar “Finding Your Career Path in Minutes with AI”

Payload thermal kelas enterprise seperti DJI Zenmuse H30T memuat sensor thermal beresolusi 1280×1024 piksel, kamera zoom optik hingga 34x, dan pengukur jarak laser dalam satu unit. Dipasang pada DJI Matrice 400 dengan waktu terbang hingga 59 menit, satu tim dapat menyisir area sungai, hutan, atau reruntuhan gedung tanpa menempatkan personel di lokasi berbahaya. Alur kerja pencarian dan pertolongan lengkap ada di halaman layanan search and rescue.

Mengapa penanggulangan bencana 24 jam membutuhkan drone otomatis berbasis dok?

Penanggulangan bencana tidak mengenal jam kerja. Bencana terjadi tengah malam dan di lokasi terpencil. Drone otomatis berbasis dok menjawab masalah ini dengan kesiapan penuh 24 jam tanpa awak di lokasi. Sistem melakukan lepas landas, pendaratan, pengisian daya, dan pemeriksaan sendiri, lalu terbang begitu peristiwa terpicu.

Baca Juga :  Telkom Indonesia Perkenalkan Cara Baru Belajar AI Lewat Workflow Nyata di Indigo AI Connect 2025

DJI Dock 3 beroperasi pada suhu -30 sampai 50 derajat Celsius dengan tingkat perlindungan IP56 terhadap debu dan hujan. Dok mengisi daya drone dari 15 ke 95 persen dalam sekitar 27 menit, sehingga rotasi misi cepat. Dipasangkan dengan Matrice 4D atau 4TD, dok dapat dipasang permanen di area rawan atau dipasang di kendaraan untuk digelar ke titik bencana. Ini yang membuat konsep drone sebagai penanggap pertama dapat diterapkan di lapangan.

Kesimpulan

Menghadapi bencana tidak bisa hanya mengandalkan cara konvensional ketika setiap detik sangat berharga. Dengan kemampuan menjangkau area berbahaya secara cepat, legal, dan tanpa henti selama 24 jam, drone telah mengubah lanskap penanggulangan bencana di Indonesia dari yang tadinya reaktif menjadi jauh lebih proaktif dan terukur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Jawaban CS Terpotong-potong? Rapikan agar Biaya WhatsApp Lebih Efisien
Dari Konter HP Menjadi Pengusaha 7 Outlet BRILink, Ohim Abdurrohim Kembangkan Bisnis dan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas
BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah
Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 08:02

Jawaban CS Terpotong-potong? Rapikan agar Biaya WhatsApp Lebih Efisien

Rabu, 4 November 2026 - 08:02

Dari Konter HP Menjadi Pengusaha 7 Outlet BRILink, Ohim Abdurrohim Kembangkan Bisnis dan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 21:02

Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional

Selasa, 3 November 2026 - 19:02

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan

Berita Terbaru