Penghasilan Berkurang Namun Cicilan Tetap Jalan, Apa yang Bisa Dilakukan? - Koran Mandalika

Penghasilan Berkurang Namun Cicilan Tetap Jalan, Apa yang Bisa Dilakukan?

Selasa, 22 Juli 2025 - 23:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penghasilan yang berkurang karena bisnis sedang lesu bisa menjadi tantangan yang menguras emosi dan pikiran. Kondisi ini tak jarang membuat pelaku usaha atau pekerja mandiri merasa kehilangan arah. Saat omzet tak lagi stabil seperti dulu, sementara pengeluaran rutin terus berjalan, muncul tekanan finansial yang pelan-pelan bisa memengaruhi kesejahteraan mental. 

Meski tidak separah kehilangan pemasukan sepenuhnya, penurunan penghasilan tetap membutuhkan respons yang sigap dan strategi keuangan yang lebih adaptif agar bisnis tetap bertahan dan kebutuhan hidup tetap terpenuhi. Sayangnya, tagihan serta cicilan tidak ikut berhenti. 

Cicilan rumah, motor, mobil, kartu kredit, bahkan langganan digital tetap datang setiap bulan tanpa peduli kondisi keuanganmu. Lalu, harus bagaimana?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cicilan Tetap Datang, Meski Gaji Tak Lagi Ada

Saat pemasukan terhenti, banyak orang mulai panik dan itu hal yang sangat manusiawi. Rasa takut tidak bisa bayar tagihan, cemas kehilangan kendali atas hidup, dan tekanan sosial bisa menumpuk menjadi beban mental yang berat. Namun, justru di tengah kepanikan itu, penting untuk segera mengambil napas sejenak dan berpikir jernih. 

Jangan biarkan rasa panik mengambil alih logika. Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah melihat kondisi keuanganmu secara terbuka dan jujur tanpa menyangkal kenyataan. Kamu bisa mengecek ulang, berapa jumlah tabungan yang tersisa? Berapa pengeluaran tetap per bulan yang wajib dibayar, seperti cicilan rumah, listrik, air, dan kebutuhan pokok? Cicilan atau pembayaran mana yang sifatnya fleksibel dan masih bisa ditunda?

Di sinilah pentingnya memahami skala prioritas dalam pengelolaan keuangan saat krisis. Tidak semua tagihan harus dibayar bersamaan. Tidak semua cicilan memiliki konsekuensi yang sama jika tertunda. Misalnya, cicilan rumah yang jika telat bisa berisiko disita, atau tagihan listrik yang bisa membuat rumah gelap, tentu perlu didahulukan. 

Baca Juga :  Di Tengah Bencana, Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo Tetap Jalankan Program Pencegahan Stunting

Sementara itu, cicilan kartu kredit, langganan streaming, atau cicilan barang konsumtif mungkin bisa ditangguhkan, dikurangi, atau bahkan dihentikan sementara. Pahami dulu posisi keuanganmu, lalu tentukan apa yang benar-benar penting agar kamu bisa bertahan dalam situasi yang tidak ideal ini.

Pinjaman Bank sebagai Solusi Sementara

Jika dana darurat tidak mencukupi, meminjam bisa menjadi opsi penyelamat. Namun hati-hati, jangan asal ambil pinjaman bank karena panik. Banyak orang justru terjebak dalam pinjaman ilegal yang akhirnya menggulung masalah keuangan mereka jadi lebih besar. Pilih rekomendasi pinjaman online resmi yang berizin dan diawasi oleh OJK. 

Prinsipnya adalah pinjam sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Contohnya, jika kamu butuh Rp3 juta untuk menutup kekurangan selama dua bulan ke depan, jangan ambil pinjaman Rp10 juta hanya karena limitnya tersedia. Semakin besar pinjaman, semakin besar beban yang akan kamu tanggung nanti.

Mengapa Meminjam Baru Bisa Menjadi Pilihan?

Mencegah kerusakan skor kredit yang parah

Menunggak cicilan, apalagi dalam waktu lama, akan merusak skor kreditmu di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Skor kredit yang buruk bisa menghantui bertahun-tahun ke depan, mempersulitmu mendapatkan pinjaman untuk kebutuhan penting di masa depan. Meminjam dana darurat untuk membayar cicilan tepat waktu dapat melindungi riwayat kreditmu.

Menyelamatkan aset berharga dari sitaan

Bagi kamu yang memiliki cicilan besar seperti KPR atau kendaraan, risiko penyitaan aset sangat nyata jika kamu menunggak terlalu lama. Hilangnya aset ini akan jauh lebih merugikan daripada sekadar berutang baru. Pinjaman untuk menutupi cicilan krusial ini bisa menjadi upaya terakhir untuk melindungi investasi terbesarmu.

Mengulur waktu untuk mencari solusi jangka panjang

Periode bisnis lesu adalah masa yang penuh tekanan. Jika energimu habis untuk memikirkan bagaimana membayar cicilan hari ini, fokusmu untuk mencari solusi baru dengan mencari pekerjaan atau sumber penghasilan lain akan terpecah. Dengan mendapatkan pinjaman ‘jembatan’, kamu bisa membeli waktu dan ketenangan pikiran yang sangat dibutuhkan untuk fokus pada upaya mendapatkan penghasilan kembali.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta dan Rail Fans Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Cari Penghasilan Lain atau Penyesuaian Gaya Hidup?

Kamu juga perlu pikirkan juga jalan keluar jangka panjang. Apakah kamu bisa mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan freelance, berdagang kecil-kecilan, atau bahkan menjual barang yang tidak lagi terpakai?

Di sisi lain, lakukan juga penyesuaian gaya hidup. Potong pengeluaran yang tidak perlu, seperti langganan streaming yang jarang digunakan, jajan kopi setiap hari, atau belanja online impulsif. Setiap rupiah yang bisa dihemat akan sangat berharga saat kamu sedang mencoba bertahan.

Kehilangan pemasukan memang menyulitkan, apalagi jika tetap harus menghadapi cicilan yang tidak bisa berhenti. Tapi kabar baiknya, kamu tidak sendirian. Banyak orang pernah berada di posisi yang sama dan berhasil keluar dengan strategi yang cermat dan penuh kesabaran.

Gunakan pinjaman sebagai bantuan untuk situasi mendadak. Kamu bisa mengajukan pinjaman di Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce yang termasuk. Memanfaatkan pinjaman tenor hingga 12 bulan Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce. Dengan limit sampai dengan Rp15 juta, kamu bisa mengajukan pinjaman dengan mudah dan pencairannya pun cepat. 

Meski prosesnya mudah, pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan pinjaman di Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026
PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026
BRI BO Jakarta Tanjung Priok Sukses Gelar Layanan Penukaran Uang SERAMBI 2026
Dupoin Futures Gelar Kegiatan “Level Up Ramadan”, Bagikan Takjil di Kawasan Stasiun Sudirman
Berkah Ramadan dari Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Salurkan Ribuan Bantuan
Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers
850 Beauty Enthusiasts Ramaikan Glow Fest 2.0 by Geng Glowing
Bittime Tanggapi Bitcoin Tembus US $76.000, Momentum Positif Dorong Strategi Diversifikasi Aset Investor Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:00

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:00

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:21

BRI BO Jakarta Tanjung Priok Sukses Gelar Layanan Penukaran Uang SERAMBI 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:00

Dupoin Futures Gelar Kegiatan “Level Up Ramadan”, Bagikan Takjil di Kawasan Stasiun Sudirman

Kamis, 19 Maret 2026 - 07:00

Berkah Ramadan dari Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Salurkan Ribuan Bantuan

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:00

850 Beauty Enthusiasts Ramaikan Glow Fest 2.0 by Geng Glowing

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:00

Bittime Tanggapi Bitcoin Tembus US $76.000, Momentum Positif Dorong Strategi Diversifikasi Aset Investor Indonesia

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:00

Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global

Berita Terbaru