Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global - Koran Mandalika

Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 18 Maret 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) menilai bahwa pembacaan ulang terhadap narasi daya saing baja global menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional.

Di tengah tekanan
baja impor berharga rendah, pendekatan kebijakan yang berbasis data objektif
dinilai lebih relevan dibanding sekadar asumsi bahwa harga murah identik dengan
efisiensi tinggi.

Arah Kebijakan Baja Nasional
2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur
Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya memastikan
persaingan industri berlangsung secara adil.

“Tantangan
industri baja nasional bukan sekadar mengejar harga terendah, melainkan
memastikan level playing field yang sehat agar industri domestik dapat tumbuh
berkelanjutan dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,”
ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &
Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &
Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa BINUS Cyber Security Sukses di Black Hat Europe 2025

Perlu
diketahui, Penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda hilirisasi
dan kemandirian ekonomi dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto. Dengan kebijakan berbasis pembacaan biaya yang objektif dan
terverifikasi, Indonesia dapat menjaga ketahanan industri strategis sekaligus
memperkuat daya saing jangka panjang.

Dominasi Ekspor dan Ketimpangan
Pasar Global

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining
Insights menyoroti perlunya menggugat mitos daya saing baja Tiongkok.

Data
World Steel Association menunjukkan ekspor baja Tiongkok melonjak dari 53,7
juta ton pada 2020 menjadi 117,1 juta ton pada 2024. Sementara itu, menurut
General Administration of Customs of China, ekspor Januari–November 2025 telah
mencapai 107,7 juta ton dan diperkirakan kembali menyentuh kisaran 117–118 juta
ton hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Barantum Bantu Bisnis Lebih Responsif dengan AI Agent

Di
sisi lain, impor baja Tiongkok terus menurun. Struktur ini memperlihatkan
ketimpangan pasar global yang semakin terpusat pada satu eksportir dominan.

Fakta Biaya Produksi Tidak
Mendukung Mitos Efisiensi Terendah

Sejumlah
publikasi internasional menunjukkan bahwa Tiongkok bukan produsen baja berbiaya
terendah.

Laporan
Selvaraju (2025) dari Grantham Research Institute on Climate Change and the
Environment di London School of Economics memperkirakan biaya produksi rute
BF–BOF Tiongkok sekitar US$545 per ton, berada di kelompok menengah. Biaya
Indonesia diperkirakan sekitar US$475 per ton, lebih rendah dari Tiongkok dan
kompetitif di antara produsen global.

Temuan
serupa juga ditunjukkan oleh TransitionZero dan European Commission Joint
Research Centre yang menyimpulkan bahwa harga ekspor rendah tidak otomatis
mencerminkan struktur biaya paling efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”
HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:02

KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue

Berita Terbaru