Perbedaan Surfaktan Anionik, Nonionik, Kationik, dan Amfoter serta Aplikasinya - Koran Mandalika

Perbedaan Surfaktan Anionik, Nonionik, Kationik, dan Amfoter serta Aplikasinya

Jumat, 21 Maret 2025 - 10:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setiap jenis surfaktan memiliki sifat dan aplikasi yang berbeda. Surfaktan anionik lebih efektif dalam pembersihan berat, nonionik cocok untuk formulasi yang lebih lembut, kationik sering digunakan untuk desinfeksi dan pelembut, sementara amfoter ideal untuk aplikasi yang memerlukan keseimbangan antara pembersihan dan kelembutan. Pemilihan surfaktan bergantung pada tujuan aplikasi dan efek yang diinginkan dalam produk akhir.

   

Surfaktan atau surface-active agent adalah senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan air dan memungkinkan pencampuran antara air dan minyak. Surfaktan memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi industri, seperti deterjen, kosmetik, farmasi, dan pertanian. Pembahasan meliputi jenis surfaktan dan contohnya untuk memahami perbedaan serta aplikasinya.   

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Struktur dan Sifat Surfaktan

Surfaktan terdiri dari dua bagian utama: gugus hidrofilik (menyukai air) dan gugus hidrofobik (menolak air). Kombinasi kedua sifat ini memungkinkan surfaktan untuk bertindak sebagai pengemulsi dan membantu mencampur zat yang biasanya tidak dapat bercampur, seperti minyak dan air. 

Baca Juga :  Tak Kenal Kata Gagal, Ini Cerita Alumni Business Analytics Program BINUS UNIVERSITY

Surfaktan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan muatan listrik pada kepalanya: 

1. Surfaktan anionik memiliki kepala bermuatan negatif dan efektif dalam menghilangkan kotoran berminyak. 

2. Surfaktan nonionik tidak memiliki muatan, sehingga lebih lembut dan cocok untuk kosmetik serta produk pembersih ringan. 

3. Surfaktan kationik memiliki kepala bermuatan positif, sering digunakan sebagai antiseptik, pelembut kain dan produk perawatan rambut. 

4. Surfaktan amfoter dapat berperan sebagai anionik atau kationik tergantung pada pH lingkungan. 

Tabel Perbedaan Surfaktan 

Tabel Perbedaan Surfaktan

Peran Surfaktan dalam Pembuatan Produk 

Surfaktan memainkan peran penting dalam industri pembersih dan kosmetik. Surfaktan anionik sering digunakan dalam formulasi deterjen karena sifat pembersihannya yang kuat. Surfaktan kationik, di sisi lain, memiliki sifat antimikroba yang bermanfaat dalam disinfektan dan produk perawatan pribadi. 

Baca Juga :  Dari Balik Jeruji ke Panggung Rakyat: Nato Band & Musik Daul Lapas Pamekasan Guncang Ribuan Warga Pamekasan

Penelitian juga menunjukkan bahwa surfaktan dapat dibuat dari sumber alami seperti ampas tebu, yang mengandung lignin sebagai bahan dasar untuk surfaktan anionik. Proses sulfonasi pada lignin dapat menghasilkan surfaktan yang ramah lingkungan dan dapat terurai secara hayati. 

Di Mana Membeli Surfaktan? 

Surfaktan dapat diperoleh dari berbagai pemasok bahan kimia, baik untuk keperluan industri, penelitian, maupun formulasi produk pembersih dan kosmetik. Salah satu distributor yang menyediakan berbagai jenis surfaktan dengan kualitas terjamin adalah PT.  Bahtera Adi Jaya. Perusahaan ini menawarkan surfaktan yang banyak digunakan dalam industri deterjen, kosmetik, farmasi, serta aplikasi teknis lainnya. Selain itu, surfaktan juga dapat ditemukan di toko bahan kimia industri atau melalui platform e-commerce yang menjual bahan baku kimia secara profesional. 

Berita Terkait

Pasar Aset Bitcoin Tetap Kokoh, Mengapa Penurunan Pasar Dapat jadi Sinyal Positif bagi Investor?
Telkom AI Center Makassar Bekali Mahasiswa Bangun Web Portfolio AI untuk Hadapi Gig Economy
Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:27

Satu Dekade Dokter Mawardi Menghilang, Mi6 Ingatkan Pemprov NTB Tak Boleh Lupa

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:55

‎Pengukuhan Kepala BPKP dan Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan NTB

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:17

Pemkab Loteng Apresiasi Proyek GENERATE University of Leeds Hadirkan Resep Keadilan Bencana

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:36

‎Dinkes NTB Sebut BPJS PBI-JK Nonaktif Bisa Aktif Kembali, Begini Caranya

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:08

‎Ketua Satgas PPKS Unram Pastikan Sosok di Video Asusila Bukan Mahasiswa Unram

Senin, 9 Februari 2026 - 19:40

‎Video Asusila Diduga Mahasiswa KKN Universitas Ternama di NTB Viral di Medsos

Senin, 9 Februari 2026 - 07:53

‎Jalur Pusuk Sembalun Longsor, BPBD NTB Diminta Susun Rencana Jangka Menengah

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:09

‎Gubernur NTB Dorong RS Mutiara Sukma Jadi Pusat Unggulan Penanganan Kejiwaan

Berita Terbaru