Peretasan di Industri Kripto Soroti Keamanan, Perkuat Perlindungan Konsumen - Koran Mandalika

Peretasan di Industri Kripto Soroti Keamanan, Perkuat Perlindungan Konsumen

Kamis, 27 Februari 2025 - 08:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 27 Februari 2025 – Insiden peretasan yang baru-baru ini menimpa salah satu platform perdagangan kripto kembali menyoroti pentingnya keamanan dalam industri aset digital. Dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai $1,46 miliar atau sekitar Rp23,8 triliun dalam bentuk Ethereum (ETH), peristiwa ini tidak hanya memicu volatilitas pasar tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dana pengguna di platform terpusat.

Dampak dari kejadian ini terlihat pada pergerakan harga aset kripto utama. Bitcoin sempat mengalami penurunan tajam hingga $97.000, sementara Ethereum turun di bawah $2.700. 

Selain itu, terjadi peningkatan arus keluar dana dari platform kripto terpusat (CEX), menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap sistem keamanan bursa masih menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum bagi industri untuk meningkatkan perlindungan aset pengguna dan mengoptimalkan keamanan sistem agar kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Keamanan aset pengguna adalah prioritas utama kami. Exchange harus terus mengevaluasi sistem mereka, berkolaborasi dengan mitra kustodian, serta mengimplementasikan teknologi pemantauan yang lebih canggih untuk mencegah kejadian serupa,” ujar Iqbal.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Perwakilan BPKP Maluku Utara Capai 79%, Menteri PU Targetkan Selesai Tepat Waktu

CMO Tokocrypto, Wan Iqbal. Sumber: Tokocrypto.

Selain itu, insiden ini juga menjadi katalis bagi regulator global untuk mempercepat penerapan aturan yang lebih ketat guna meningkatkan keamanan ekosistem kripto. Inisiatif seperti Peraturan Pasar Aset Kripto (MiCA) di Uni Eropa dan Financial Innovation and Technology for the 21st Century Act (FIT21) di AS kini semakin mendapat perhatian sebagai langkah konkret untuk menekan risiko peretasan dan meningkatkan transparansi industri.

Industri Kripto di Indonesia

Di Indonesia, regulator dan pelaku industri terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan stabilitas pasar tetap terjaga. Menurut Iqbal, hingga saat ini, belum ada dampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan kripto lokal. 

“Beberapa exchange kripto di Indonesia telah menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan keamanan dana pengguna dengan memperketat sistem perlindungan serta memperkuat kerja sama dengan regulator. Langkah-langkah ini mencakup penerapan teknologi keamanan terbaru, audit keamanan rutin oleh pihak ketiga yang independen, serta peningkatan protokol verifikasi identitas pengguna (KYC/AML).” jelas Iqbal.

Baca Juga :  Dari Ide ke Aksi: Bootcamp Sociopreneurship untuk Generasi Pembawa Perubahan

Transparansi menjadi hal utama di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

Selain itu, beberapa exchange juga mengumumkan pembentukan dana perlindungan investor sebagai jaminan tambahan bagi pengguna dalam menghadapi risiko yang tidak terduga. Kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkuat melalui dialog rutin dan pertukaran informasi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dan mengantisipasi potensi risiko di pasar kripto yang terus berkembang.

Selain upaya mitigasi risiko, edukasi kepada pengguna juga menjadi fokus utama. Pelaku industri kripto terus mengedukasi pengguna tentang pentingnya pengelolaan aset digital secara aman, termasuk opsi self-custody bagi mereka yang ingin menyimpan asetnya sendiri guna mengurangi risiko yang terkait dengan bursa terpusat.

Meskipun insiden ini menjadi peringatan bagi industri, komunitas kripto di Indonesia tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang aset digital. Para analis menilai bahwa dampak peretasan ini terhadap pasar global cenderung bersifat sementara, mengingat fundamental Bitcoin dan aset kripto lainnya tetap kuat. Dengan semakin matangnya regulasi serta perkembangan adopsi teknologi blockchain, industri kripto diperkirakan akan semakin solid dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Berita Terkait

KAI Logistik Siap Layani Pengiriman Motor Pada Periode Arus Balik
Transformasi Digital Perbankan dan Peran Sistem Inti (Core System)
KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026
Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kian Jadi Pilihan, KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Peliharaan Selama Ramadan – IdulFitri
Panduan Lengkap Cara Memesan Banner Online di Supplier X Banner
Libur Lebaran 2026, Pengguna LRT Jabodebek Meningkat 33 Persen Dibanding 2025
Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara
Morgan Stanley: Reli S&P 500 Ditopang Sempit, Risiko Koreksi Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

KAI Logistik Siap Layani Pengiriman Motor Pada Periode Arus Balik

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

Transformasi Digital Perbankan dan Peran Sistem Inti (Core System)

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kian Jadi Pilihan, KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Peliharaan Selama Ramadan – IdulFitri

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:00

Panduan Lengkap Cara Memesan Banner Online di Supplier X Banner

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:00

Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:00

Morgan Stanley: Reli S&P 500 Ditopang Sempit, Risiko Koreksi Meningkat

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:00

Kekuatan dalam Keheningan

Berita Terbaru