Perkuat Ketertelusuran Rantai Pasok Seafood, KOLTIVA Gabung Conservation Alliance for Seafood Solutions - Koran Mandalika

Perkuat Ketertelusuran Rantai Pasok Seafood, KOLTIVA Gabung Conservation Alliance for Seafood Solutions

Selasa, 26 November 2024 - 11:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 26 November 2024 – Industri
seafood hadapi tantangan berat dalam menjaga
keberlanjutan dan praktik etis di tengah meningkatnya kebutuhan global.
Berdasarkan laporan Seafood Forecast, permintaan terhadap produk seafood
diproyeksikan terus meningkat hingga 2050. Namun, produsen justu harus
menghadapi kondisi di mana stok ikan mengalami penurunan dan biaya produksi
meningkat. Tantangan tersebut mendorong sejumlah perusahaan mengambil
langkah-langkah tidak bertanggung jawab, seperti penggunaan tenaga kerja murah,
pemasaran produk dari sumber yang tidak transparan, dan penerapan metode lama
yang justru memperburuk isu kerja paksa serta kerusakan lingkungan (Seafood
Source: 2024
). Rantai pasok yang kompleks dan
tidak transparan turut berkontribusi pada praktik penangkapan ikan ilegal,
tidak dilaporkan, dan tidak diatur (illegal, unreported, and unregulated
fishing
), penangkapan ikan yang berlebih, serta perbudakan modern (Greenpeace:
2023
).

Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan solusi
yang komprehensif dan berkelanjutan yang dapat direalisasikan melalui upaya
bersama untuk mendukung dan mentransformasi ketertelusuran di sektor seafood.

Sebagai pemimpin global dalam manajemen rantai pasok berkelanjutan,
KOLTIVA menjalin kemitraan strategis dengan Conservation Alliance for
Sustainable Seafood Solutions (CASS)
.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kolaborasi ini, KOLTIVA perkuat komitmen untuk meningkatkan
transparansi, ketertelusuran, dan keberlanjutan dalam pengadaan seafood,
serta mendukung kelestarian laut dan ketahanan komunitas pesisir. “Keanggotaan
ini membuka peluang berharga untuk belajar dan berkolaborasi dengan organisasi
yang memiliki tujuan serupa,” ujar Sarah Harding, Head of
Aquatic Resources KOLTIVA
. “Melalui kemitraan ini, KOLTIVA dapat perkuat
solusi yang dirancang khusus untuk sektor seafood. Meskipun kami telah
mencapai kemajuan signifikan di sektor akuakultur, seperti rumput laut dan
udang, tantangan dalam ketertelusuran seafood membutuhkan pendekatan
yang lebih mendalam. Dukungan pengetahuan dan sumber daya dari CASS akan
mempercepat pengembangan solusi kami.”

Baca Juga :  New Zealand School Jakarta Inaugurates New Building, Strengthening Commitment to World-Class Education and Its Sense of Community.

Conservation Alliance for Seafood
Solutions (CASS)
adalah komunitas global
yang berkomitmen melindungi lautan dan komunitas pesisir melalui produksi,
pengadaan, dan konsumsi seafood yang berkelanjutan dan bertanggung jawab
(Solution for Seafood: n.d.). Selaras dengan Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDG), CASS menargetkan bahwa pada tahun 2030, 75% produksi seafood
global akan memenuhi standar keberlanjutan lingkungan atau menunjukkan
perbaikan yang dapat diverifikasi, dengan perlindungan sosial yang terjamin.
Untuk mencapai visi ini, anggota CASS—terdiri dari organisasi dan pakar
internasional—bekerja sama memperkuat koneksi, membangun kapasitas, serta
mengadopsi alat dan praktik terbaik yang mendukung kesejahteraan pekerja,
masyarakat pesisir, dan kelestarian laut.

Sejak 2018, KOLTIVA aktif berperan dalam pengelolaan ekosistem pesisir,
dan kemitraan ini semakin mengukuhkan komitmennya untuk mempromosikan praktik
ramah lingkungan pada sektor seafood. Melalui
platform ketertelusuran, KoltiTrace
MIS
, KOLTIVA mendukung visi ini dengan
membantu perusahaan dan pemasok dalam menentukan asal-usul produk. KOLTIVA
memastikan produk seafood berasal
dari perikanan dan operasi akuakultur yang dikelola secara bertanggung jawab. Platform
KOLTIVA, termasuk KoltiTrace Business Mobile untuk transparansi dan ketertelusuran,
Producer Mobile, dan Input Distribution Mobile, secara efektif
mengelola dan memantau seluruh rantai pasok, dari produksi hingga ritel. Platform
ini memainkan peran kunci dalam meningkatkan manajemen pemasok, memberdayakan
produsen dengan data dan wawasan secara real-time, serta memastikan bahwa semua produk
dapat ditelusuri hingga ke sumbernya, mendorong praktik pengadaan yang
bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Selain itu, KoltiTrace MIS mendukung ketertelusuran
dengan fitur kode QR, yang memungkinkan konsumen mengakses informasi rinci
tentang asal-usul dan perjalanan produk seafood mereka. Hal ini meningkatkan
transparansi dan kepercayaan konsumen dalam rantai pasok dan memastikan bahwa
praktik yang dilakukan berorientasi pada lingkungan dan bertanggung jawab
secara etis.

Baca Juga :  Pertamina Foundation Datangkan Psikolog Anak untuk Edukasi Pembelajaran Efektif Anak Usia Dini

Sarah Harding
menambahkan, “Transparansi rantai pasok merupakan tantangan utama di industri
seafood. Sistem manajemen rantai pasok KOLTIVA,
KoltiTrace MIS, memungkinkan pelacakan asal-usul produk untuk memastikan pengelolaan
yang bertanggung jawab, sekaligus mengatasi isu praktik tidak berkelanjutan, IUU,
dan pelanggaran tenaga kerja. KoltiTrace MIS mendukung pengadaan berkelanjutan
melalui sertifikasi atau program perbaikan, dengan dasbor komprehensif yang
membantu kepatuhan terhadap regulasi seperti SIMP, FSMA 204, dan aturan ketertelusuran
lainnya. Solusi ini memastikan pembeli dan importir dapat mematuhi standar global
secara efektif.”

KOLTIVA tidak hanya menawarkan solusi
ketertelusuran melalui KoltiTrace, tetapi juga mendukung pengembangan kapasitas
dengan KoltiSkills,
yang menyediakan pelatihan terkait praktik keuangan, akuakultur, dan
pengelolaan lingkungan untuk membantu produsen kecil dan UMKM meraih
sertifikasi serta mematuhi regulasi. Selain itu, KoltiPay,
fitur dompet digital KOLTIVA, mendorong inklusi keuangan dengan memberikan
akses ke pembiayaan untuk mendukung inisiatif berkelanjutan, seperti renovasi
tambak dan pengelolaan sarana produksi berkualitas, yang berkontribusi pada
peningkatan produktivitas jangka panjang.

Kolaborasi
KOLTIVA dengan CASS menandai langkah penting dalam mengatasi tantangan yang
dihadapi industri seafood. Dengan memanfaatkan teknologi
dan inovasi, KOLTIVA meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai
pasok seafood. Sistem pelacakan dan
pemantauan real-time dapat memberikan visibilitas yang lebih baik
terhadap perjalanan produk seafood dari masa panen hingga ke pasar.
Transparansi ini sangat penting untuk mengatasi tantangan dalam industri dan
memastikan integritas produk seafood.

Berita Terkait

Bekali Talenta Digital dengan Keterampilan Analisis Data, Telkom AI Center Bali Hadirkan Pelatihan Python Fundamental
Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?
KAI Logistik Kenalkan Green Logistics di Acara Green Movement Bersama Komunitas Peduli Lingkungan
KAI Bandara Layani 84 Ribu Penumpang Selama Libur Maulid Nabi, Mobilitas Masyarakat Tetap Lancar
Kenapa Gaji Naik tapi Tabungan Tetap Nol? Kenali Lifestyle Inflation dan Cara Mendeteksinya
Jaga Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna, KAI Perkuat Kesiapan Petugas di Stasiun LRT Jabodebek
PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Senilai Rp1,19 Triliun
Dorong Smart Hospital di Indonesia, teraMedik Resmi Kembangkan Teknologi AI Untuk Ekosistem Kesehatan.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

Bekali Talenta Digital dengan Keterampilan Analisis Data, Telkom AI Center Bali Hadirkan Pelatihan Python Fundamental

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

KAI Logistik Kenalkan Green Logistics di Acara Green Movement Bersama Komunitas Peduli Lingkungan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

KAI Bandara Layani 84 Ribu Penumpang Selama Libur Maulid Nabi, Mobilitas Masyarakat Tetap Lancar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:02

Kenapa Gaji Naik tapi Tabungan Tetap Nol? Kenali Lifestyle Inflation dan Cara Mendeteksinya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:33

PTPP Raih Proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Senilai Rp1,19 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02

Dorong Smart Hospital di Indonesia, teraMedik Resmi Kembangkan Teknologi AI Untuk Ekosistem Kesehatan.

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02

UGC ECRL FS 02 Terpanjang di Malaysia, PLN NPC Raih Rating Bintang 5

Berita Terbaru