Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital - Koran Mandalika

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Rabu, 15 April 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital.

Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional (Rabu, 25/03/2026) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Dalam wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber.

“Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya.

Baca Juga :  Strategi A&W Indonesia hadirkan Spicy Chicken Chunks™ di bulan Ramadan 2025

Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan.

Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan.

Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh.

Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan.

Namun demikian, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal.

“Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Metland Cikarang Kembali Raih Rekor MURI melalui Dragrace Pushbike dengan Peserta Anak Terbanyak

Karena itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan.

Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan.

Dalam konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis.

Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital.

Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sanct Social Mampir ke ARCHIWEEK 4.0 UMN, Kampus Pertama Setelah Singapura dan Jakarta dalam Tujuh Minggu
Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan
Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral
MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026
TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 SUKSES DIGELAR DUA HARI DAN CATAT SEJARAH FESTIVAL BARU DI SULAWESI UTARA
Jaga Kesehatan Pekerja, LRT Jabodebek Perkuat Fondasi Pelayanan Transportasi Publik
Echoes from the Land of the Dragon: Karya Film Roxx memenangkan Award di ART & TUR 2026
BRI Finance Optimalkan Jaringan Cabang, Siapkan Ekspansi Selektif pada 2027

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Minggu, 1 November 2026 - 20:23

Bukan Janji Manis, Abdusahid Pilih Realistis Tanggapi Tuntutan Warga Kelebuh

Minggu, 1 November 2026 - 16:36

Jaga Wajah Wisata Indonesia: Gerindra & Duta Lingkungan Sulap Kuta Lombok Jadi Pelopor ASRI

Minggu, 1 November 2026 - 13:04

Gaya Koboi Maulidi Serap Aspirasi: Disapa Guyonan, Pulang Bawa Segepok PR Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:52

Olah Kelapa Jadi VCO CocoSam, Samsudin Asal Sukadana Lombok Tengah Raih Juara I Pemuda Pelopor NTB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:25

Dari Sapi Hingga Seragam Posyandu: Peta Kebutuhan Warga Jontlak yang Masuk Catatan Haji Supli

Berita Terbaru