Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mencari cara untuk menekan angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang masih tinggi.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, usai rapat dengan Anggota Komisi IX DPR RI mengatakan tahun lalu saja jumlah PMI yang dipulangkan sebanyak dua ribu.
“Kasusnya per tahun lalu yang pemulangan nonprosedural itu dua ribuan,” kata Iqbal, Kamis (24/9)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, jumlah PMI nonprosedural itu dapat diketahui melalui kemampuan deteksi yang lebih baik.
“Kan sekarang kita sudah bikin hotline di Disnaker itu bersama Dukcapil sudah bikin hotline dengan semua KBRI dan KJRI yang ada di Malaysia,” ucapnya.
Namun, Iqbal belum dapat memastikan kenaikan angka PMI nonprosedural itu karena kemampuan deteksi lebih tinggi atau memang murni dari jumlah kasusnya.
“Entah naik angkanya itu karena kemampuan deteksinya lebih tinggi atau memang karena kasusnya, kita enggak tau juga. Karena itu, perlu didalami,” ujarnya.
Berdasarkan komposisinya, negara yang paling banyak dituju PMI nonprosedural ialah Malaysia. Hal itu dikarenakan Malaysia merupakan negara yang terdekat dengan waktu tempuh singkat dibanding negara lain.
“Banyak yang nonprosedural itu kalau kita lihat komposisinya kan memang paling tinggi ke Malaysia. Karena memang interaksinya yang paling dekat dengan Malaysia. Penerbangan aja 14 penerbangan seminggu,” bebernya.
Ia menjelaskan pihaknya tidak memilik kewenangan melarang siapapun ke luar negeri. Selain itu, persoalan nonprosedural ini terbagi menjadi dua, yakni di hulu dan di hilir.
Persoalan di hulu, lanjut Iqbal, ialah persoalan yang terjadi di negara asal. Sedangkan hilir ialah negara tujuan.
Iqbal menyampaikan pemda hanya bisa menyelesaikan permasalahan di hulu saja dengan melakukan pencegahan.
“Ada persoalan di hulu ada persoalan di hilir. Di hilir itu di negaranya, memang negaranya itu punya peraturan yang memungkinkan orang untuk masuk secara nonprosedural. Pemda itu kan hanya bisa berkontribusi di hulu, pencegahan,” tuturnya. (dik)






