Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Soroti Potensi Rebound ke 4.215 - Koran Mandalika

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Soroti Potensi Rebound ke 4.215

Rabu, 30 September 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Soroti Potensi Rebound ke 4.215

Harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembentukan Swing Low setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila area support mampu dipertahankan.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat bahwa pergerakan harga emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan perubahan momentum. Setelah mengalami tekanan hingga area sekitar 4.110, harga emas membentuk rejection dan mulai bergerak membangun Swing Low yang berpotensi menjadi support baru. Menurut analisis Dupoin Futures, selama area support tersebut mampu bertahan, emas masih memiliki peluang untuk bergerak naik menuju area resistance 4.202–4.215.

Analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa area resistance 4.202–4.215 menjadi level penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan emas berikutnya. Apabila harga mampu bergerak menuju area tersebut, pelaku pasar dapat mencermati respons harga untuk melihat apakah momentum bullish berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Sebaliknya, apabila harga emas gagal mempertahankan Swing Low yang terbentuk pada timeframe H1, peluang pelemahan lanjutan tetap terbuka. Karena itu, Dupoin Futures menilai level support menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan rebound emas dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental, harga emas masih menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil US Treasury dan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang relatif ketat. Reuters melaporkan bahwa emas sempat turun hingga sekitar US$4.110 per troy ounce pada 28 September, terendah sejak awal Agustus, ketika kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Dolar AS dan imbal hasil Treasury yang meningkat turut menjadi tekanan bagi aset non-yielding seperti emas.

Federal Reserve sebelumnya menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00% pada September. Namun, komentar terbaru Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menunjukkan bahwa bank sentral masih memiliki waktu untuk mengevaluasi data sebelum menentukan langkah kenaikan berikutnya. Perubahan ekspektasi tersebut membuat pasar kembali mencermati data inflasi dan ketenagakerjaan AS sebagai indikator penting arah kebijakan The Fed.

Baca Juga :  Segera Hadir di PIK, Bintang Laut Akan Padukan Wisata Kuliner, Memancing, dan Ruang Komunitas

Bagi Dupoin Futures, kombinasi antara kondisi teknikal dan fundamental tersebut membuat pergerakan emas masih berpotensi volatil. Dari sisi teknikal, terbentuknya Swing Low memberikan peluang rebound menuju resistance 4.202–4.215. Namun, tekanan dari dolar AS dan imbal hasil Treasury tetap menjadi risiko yang dapat membatasi kenaikan emas.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di atas support sebelum mengantisipasi kelanjutan penguatan. Dengan demikian, berdasarkan analisis Dupoin Futures, emas berpeluang melanjutkan rebound apabila support bertahan, dengan area 4.202–4.215 menjadi resistance penting yang perlu diuji.

Pergerakan harga selanjutnya tetap akan dipengaruhi perkembangan kebijakan Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, imbal hasil Treasury, serta perkembangan geopolitik global. Dupoin Futures menilai kombinasi faktor tersebut dapat menjaga volatilitas emas tetap tinggi dalam perdagangan jangka pendek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini
KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026”
BRI Finance Tawarkan Bunga Mobil Baru Mulai 3,33%, Dorong Pembiayaan yang Terencana
BRI Finance Optimistis Industri Multifinance Tumbuh di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026
Bangun Budaya Transportasi Publik Sejak Dini, Hampir 39 Ribu Anak Ikuti Edutrain LRT Jabodebek
Mau ke Bandung Naik Whoosh Pagi? Bisa Naik LRT Jabodebek yang Uji Coba Berangkat dari Dukuh Atas Pukul 05.30 WIB
LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Keberangkatan Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 18:58

Dekat Pantai dan Sirkuit, Raja Hotel Kuta Mandalika Jadi Primadona Baru Pariwisata Lombok

Senin, 13 April 2026 - 09:49

Pesona Wisata Kokoh Lenek di Desa Lantan, Surga Tersembunyi di Kaki Rinjani

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:14

Menyusuri Warisan Hidup India: Perjalanan Lintas Budaya Para Konten Kreator

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:44

Peluncuran Green Paradise dan Aktivasi HCF Group Bawa Angin Segar Pariwisata Lombok

Kamis, 11 September 2025 - 19:49

Bondjeroek Culture Festival 2025: Menghidupkan Merangkat, Menyelami Gastronomi Sasak dalam Ritual Tradisi

Rabu, 10 September 2025 - 15:15

Hadirnya Samara Lombok Buka Ribuan Lowongan Kerja

Sabtu, 21 Juni 2025 - 21:27

Pembangunan di Tanjung Aan Diharapkan Beri Manfaat Sosial dan Ekonomi Masyarakat, ITDC Mohon Dukungan

Sabtu, 21 Juni 2025 - 20:37

Saran Menteri HAM: Atur Posisi Bangunan Tanpa Ubah Kondisi Tanjung Aan

Berita Terbaru

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Teknologi

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:02