Priska Sahanaya Jelaskan Cara Public Speaking yang Efektif di SD Muhammadiyah 27 - Koran Mandalika

Priska Sahanaya Jelaskan Cara Public Speaking yang Efektif di SD Muhammadiyah 27

Rabu, 26 Juni 2024 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam melakukan public speaking, banyak aspek yang harus diperhatikan baik-baik agar pesan yang berusaha disampaikan pada pendengar dapat dipahami seutuhnya oleh pendengar. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah penggunaan gestur tubuh ketika berbicara. Pada workshop public speaking yang bertema “Body Language in Effective Communication” di SD Muhammadiyah 27, Priska Sahanaya memaparkan pentingnya gestur tubuh ketika melakukan public speaking. Pada kesempatan workshop tersebut, Priska mengajarkan materi menggunakan berbagai permainan interaktif agar para siswa dapat langsung mempraktikkan kemampuan public speaking-nya.

Pada workshop yang dilaksanakan pada 14 November 2023, Priska menjelaskan bahwa penggunaan gestur tubuh dapat membantu untuk menyampaikan pesan dan menekankan poin-poin penting pada topik yang sedang dibahas. Pembicara perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Postur tubuh pembicara perlu tegak dan tetap tenang untuk menunjukkan kepercayaan diri sang pembicara di depan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Pembicara perlu melakukan kontak mata dengan audiens-nya agar audiens merasa dilibatkan dan diperhatikan selama sesi pembicaraan. Teknik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan teknik kontak mata zig-zag. Misalnya pembicara melakukan kontak mata pada audiens dari sisi kanan belakang terlebih dahulu lalu dilanjutkan ke sisi kiri depan. Tidak lupa juga untuk menjaga kontak mata sepersekian detik pada audiens tertentu dan juga bisa divariasikan bagaimana cara perpindahan kontak mata kepada audiens lainnya.

3. Pembicara dapat menggunakan gestur tangan untuk memperjelas poin yang pembicara sedang sampaikan. Dengan menggunakan gestur tangan, pembicara dapat dengan fleksibel menyampaikan pesannya dan dapat juga memberikan kesan agar poin-poin penting dapat mudah diingat oleh pendengarnya. Gunakan gestur tangan seperlunya pada bagian-bagian poin tertentu, hindari penggunaan gestur tangan yang berlebih agar pendengar tidak teralihkan fokusnya ke gestur tangan yang digunakan.

4. Pembicara perlu ekspresif dalam menyampaikan pesannya baik melalui ekspresi muka dan gerak tubuhnya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan atmosfir pembicaraan agar audiens dapat merasakan dan terbawa dengan penyampaian pembicara. Misalnya ketika pembicara menunjukkan kegembiraannya atau kehebohannya sehingga audiens dapat memahami apa yang disampaikan pembicara dengan lebih baik lagi.

Baca Juga :  BRI Kalimalang Dukung Ekonomi Kerakyatan dan Green Business

5. Pembicara perlu memikirkan pacing sebaik mungkin. Pacing merupakan tempo dalam berbicara dimana pembicara perlu mengetahui dan menentukan kapan Ia perlu berhenti sejenak, kapan Ia perlu menyampaikan pesannya dengan cepat, kapan Ia mengajak audiensnya untuk berpartisipasi atau untuk sama-sama diam sejenak, dan lainnya. Hal ini dilakukan sebagai strategi agar topik yang dibicarakan dapat diproses dan dipahami lebih baik lagi oleh audiens.

Priska Sahanaya bersama siswi paling aktif yang memenangkan poin terbanyak. Sumber gambar: Dok. pribadi.

Selama sesi workshop berlangsung, Priska mengajak para siswa untuk aktif berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mempraktikkan gestur-gestur tubuh yang dicontohkannya untuk ditiru oleh para siswa. Siswa yang aktif menjawab dan berani maju ke depan untuk menunjukkan kemampuannya akan mendapatkan poin. Poin-poin dapat dikumpulkan dan siswa dengan poin terbanyak akan mendapatkan hadiah berupa medali dari Priska. Para siswa pun semakin berlomba-lomba menunjukkan kemampuan dirinya.

Para siswa-siswi SD Muhammadiyah 27 merasa sangat senang karena materi public speaking disampaikan lewat permainan-permainan yang membuat mereka mudah mengingat materi karena langsung dipraktikkan selama sesi berlangsung. Salah satu siswa kelas 6 bernama Rasya merasakan workshop yang dijalankan sangat bermanfaat untuknya karena materinya mudah dipahami dan asyik baginya. Rasya pun memberikan kesan yang Ia rasakan selama acara workshop berlangsung, “Public speaking itu penting agar kita tidak malu ketika berbicara dengan orang banyak dan percaya diri. Sesi yang paling menyenangkan menurut saya adalah saat diberi pertanyaan dan saat power whoosh,” kata Rasya.

Selanjutnya salah satu siswi kelas 5 bernama Rama juga memberikan kesannya mengenai workshop, “Sesi paling menarik menurut saya adalah ketika memberikan power whoosh kepada teman yang sedang maju dan menjawab pertanyaan Coach Priska karena seru dan asyik,” kata Rama.

Baca Juga :  Maison Pierre Boulangerie Hadirkan Produk Eksklusif bertajuk “Celestial Ramadan”

Priska Sahanaya berfoto dengan para guru SD Muhammadiyah 27. Sumber gambar: Dok. pribadi.

Guru-guru di SD Muhammadiyah 27 pun ikut senang melihat antusiasme dan partisipasi para siswa selama mengikuti sesi workshop. Bapak Imam Wahyudi, selaku salah satu guru di SD Muhammadiyah 27, memberikan pendapatnya terkait workshop yang diadakan Priska tersebut, “Ada beberapa poin yang sangat penting yang bisa kita ambil; Anak dilatih untuk berbicara di depan, anak dilatih untuk menjawab sebuah pertanyaan, dan mereka membuat kesimpulan atau mereka membuat argumentasi atas apa yang mereka bangun di dalam pikiran mereka,” ujar Pak Imam.

Selanjutnya, Ibu Sari, selaku salah satu guru di SD Muhammadiyah 27, menambahkan bahwa Ia merasa bahwa workshop yang bermanfaat tersebut perlu diadakan di sekolah-sekolah lainnya. Bu Sari berpendapat, “Dengan public speaking, kita bisa meningkatkan komunikasi dengan lebih baik. Sesi pertanyaan (menjadi sesi) yang menarik bagi saya. Saat anak-anak tanya jawab, anak-anak antusias untuk tanya jawab seputar dengan public speaking itu untuk apa nantinya,” jelas Bu Sari.

Workshop Public Speaking yang diadakan Priska Sahanaya ini masih berlanjut. Sebagai Direktur IPSA Academy, Priska menargetkan workshop public speaking ini untuk diadakan secara gratis di 100 sekolah di Jakarta dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK. Program ini merupakan salah satu program yang dijalankan Indonesian Professional Speakers Association (IPSA) dalam upayanya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan public speaking sejak dini. Priska berharap dengan diadakannya workshop public speaking gratis ini dapat memberikan dorongan bagi anak-anak untuk berani mengeksplorasi kemampuannya dalam berkomunikasi, untuk semakin mengenal dan mengembangkan potensi diri, dan juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.

Mau sekolah Anda mendapatkan public speaking secara gratis untuk seluruh siswa Anda? Yuk daftarkan sekarang juga melalui nomor di bawah ini:

Priska Sahanaya
081389608249

Penulis: Anggi Tresna Santika

Berita Terkait

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:43

FP4 NTB Soroti Kebijakan Anggaran Bupati Lombok Tengah terkait Nakes

Rabu, 15 April 2026 - 21:02

Camat Sape Resmi Buka MTQ ke-III Yayasan Tahfidz Salahuddin Al Ayyubi 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

Selasa, 14 April 2026 - 08:30

Diakui Nasional, Bupati Lombok Tengah Terima TOP Pembina BUMD Award 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:44

Kejari Lombok Tengah dan Poltekpar Lombok Perkuat Kolaborasi, Hadirkan Inovasi Jaksa Sahabat Disabilitas

Jumat, 10 April 2026 - 12:37

Fokus dan Siap Total! Peserta Paskibraka Lombok Tengah Hadapi Tahap Penentuan

Jumat, 10 April 2026 - 10:16

Wabup Nursiah Dorong Aturan Ketat HP Anak, Sekolah Diminta Berinovasi

Kamis, 9 April 2026 - 13:46

Pipa Induk Rusak, Dirut PDAM Loteng: Tak Ada Dampak Signifikan Terhadap Pelayanan

Kamis, 9 April 2026 - 07:10

Musrenbang Lombok Tengah 2026, DPRD Tegaskan Pentingnya Perencanaan Berpihak pada Rakyat

Berita Terbaru