Progres Tol Patimban Capai 68 Persen, Subang Jadi Incaran Industri Ekspor - Koran Mandalika

Progres Tol Patimban Capai 68 Persen, Subang Jadi Incaran Industri Ekspor

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hingga Juni 2026, progres fisik pada ruas sepanjang 22,94 kilometer yang mencakup Section Pasir Bungur sampai Patimban telah mencapai 68 persen. 

Kemajuan proyek strategis nasional ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas menuju Pelabuhan Patimban sebagai salah satu simpul logistik utama di Indonesia. Perkembangan infrastruktur ini sekaligus mempertegas keunggulan Subang bagi sektor industri berorientasi ekspor yang membutuhkan efisiensi jalur distribusi dari kawasan manufaktur langsung ke pelabuhan.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat bahwa Jalan Tol Akses Patimban dirancang untuk menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan ruas Tol Cikopo–Palimanan. Infrastruktur tersebut memperkuat konektivitas kawasan industri di Subang, termasuk Subang Smartpolitan, kota industri terintegrasi yang dikembangkan oleh PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konektivitas ini menjadi faktor penting bagi industri manufaktur karena dapat mempersingkat jalur pengiriman dari pabrik ke pelabuhan serta membantu menjaga kelancaran distribusi barang ke pasar domestik maupun internasional.

Baca Juga :  Tiket KA Nataru dari Daop 7 Madiun Masih Tersedia, KAI Imbau Masyarakat Segera Pesan Tiket

“Dalam operasi manufaktur, efisiensi logistik tidak hanya dihitung dari biaya angkut, tetapi juga dari seberapa cepat barang bisa bergerak dari pabrik ke pelabuhan dan seberapa terjaga kepastian pengirimannya. Infrastruktur yang memperpendek akses ke pelabuhan akan sangat menentukan, terutama bagi perusahaan yang bekerja dengan volume besar dan target pengiriman yang ketat,” ujar Abednego Purnomo, Chief Commercial Officer Suryacipta.

Urgensi terhadap konektivitas logistik yang efisien tersebut mulai tercermin secara nyata dalam dinamika operasional para tenant di kawasan Subang Smartpolitan. Fasilitas manufaktur di kawasan ini tidak hanya menyalurkan produk untuk kebutuhan pasar domestik, namun juga diproyeksikan untuk memenuhi skala ekspor internasional. Oleh karena itu, akses langsung menuju Pelabuhan Patimban menjadi keunggulan krusial untuk mengakselerasi mobilitas bahan baku maupun distribusi barang jadi, sekaligus memaksimalkan efisiensi rantai pasok global.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan industri global tidak berhenti pada ketersediaan lahan, tetapi juga pada akses logistik yang mendukung arus bahan baku dan pengiriman produk ke pasar internasional. Dalam konteks ini, penguatan akses menuju Pelabuhan Patimban memberikan nilai tambah yang semakin relevan bagi perusahaan manufaktur, terutama yang terhubung dengan rantai pasok ekspor.

Baca Juga :  Business Management BINUS Online Terakreditasi Unggul: Komitmen Hadirkan Kuliah Online Berkualitas

“Bagi perusahaan yang menjadi bagian dari rantai pasok global, kedekatan dengan pelabuhan semakin penting karena memengaruhi ritme pengiriman bahan baku maupun produk jadi. Karena itu, progres akses ke Patimban memberi nilai tambah yang lebih konkret bagi kawasan seperti Subang Smartpolitan ketika perusahaan mempertimbangkan basis produksi untuk melayani pasar ekspor,” ujar Abednogo.

Dengan progres Tol Akses Patimban yang terus berjalan, Subang semakin memiliki kombinasi yang dicari industri berorientasi ekspor, yaitu lahan pengembangan, akses ke pelabuhan, dan konektivitas ke jaringan logistik utama. Bagi perusahaan manufaktur yang terhubung dengan rantai pasok global, kombinasi ini membuat Subang semakin layak diperhitungkan sebagai basis produksi untuk melayani pasar internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01