Prospek Emas Masih Positif Meski Dihadapkan pada Volatilitas Pasar Global - Koran Mandalika

Prospek Emas Masih Positif Meski Dihadapkan pada Volatilitas Pasar Global

Senin, 9 Februari 2026 - 10:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan dinamika yang cukup signifikan dalam perdagangan terakhir, seiring pengaruh kuat dari faktor teknikal dan sentimen fundamental internasional. Pada sesi perdagangan Amerika Utara hari Rabu, logam mulia ini sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Harga emas tercatat melemah lebih dari 1% setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam tiga hari di area USD 5.091. Koreksi tersebut terjadi di tengah penguatan Dolar AS yang moderat serta kondisi pasar global yang masih diliputi ketidakpastian, sehingga mendorong XAU/USD bergerak turun dan bertahan di kisaran USD 4.901.

Meski mengalami penurunan dalam jangka pendek, tekanan tersebut dinilai belum mengubah arah tren utama emas. Berdasarkan kajian teknikal yang dilakukan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam jalur bullish. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan sinyal dari indikator Moving Average, menunjukkan bahwa kecenderungan tren naik pada XAU/USD tetap terjaga. Koreksi harga yang terjadi lebih dipandang sebagai bagian dari fluktuasi jangka pendek yang wajar di tengah volatilitas pasar, bukan sebagai indikasi perubahan tren secara menyeluruh.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas level support penting, potensi penguatan lanjutan masih cukup terbuka. Untuk perdagangan hari ini, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa apabila sentimen bullish kembali menguat dan minat beli meningkat, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di sekitar USD 5.142. Level tersebut dinilai sebagai titik teknikal krusial yang berpotensi menguji kekuatan pasar. Namun demikian, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka koreksi lanjutan dapat membawa emas turun mendekati area support terdekat di kisaran USD 4.899, yang berperan penting dalam menjaga struktur tren naik jangka pendek.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas juga masih sangat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Pada sesi perdagangan Asia hari Kamis, harga emas tercatat kembali menguat hingga mendekati USD 5.005. Penguatan ini mencerminkan upaya pemulihan setelah periode volatilitas yang cukup tinggi sebelumnya. Sentimen kehati-hatian investor kembali meningkat seiring berkembangnya isu geopolitik, khususnya setelah laporan mengenai militer Amerika Serikat yang menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Laut Arab. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik antara AS dan Iran, meskipun kedua pihak telah mengonfirmasi rencana pertemuan diplomatik di Oman.

Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Perubahan kepemimpinan di Federal Reserve serta ekspektasi kebijakan yang cenderung lebih hawkish dinilai dapat membatasi ruang kenaikan harga emas ke depan. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada pertemuan Juni berada di sekitar 46%. Di sisi lain, penguatan Dolar AS turut menjadi faktor penekan bagi emas, tercermin dari kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,67.

Baca Juga :  Hisense TV Pertahankan Peringkat No.2 Global pada Tahun 2024 dan Pimpin Pasar TV 100 Inci di Seluruh Dunia

Sementara itu, rilis data ekonomi Amerika Serikat memberikan gambaran yang beragam. Laporan ADP menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta berada di bawah ekspektasi, mengindikasikan perlambatan tertentu di pasar tenaga kerja. Namun, data PMI Jasa AS justru mencatatkan angka yang lebih kuat, menandakan aktivitas sektor jasa yang masih ekspansif. Kombinasi data tersebut memperkuat pandangan bahwa volatilitas harga emas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.

Dengan mempertimbangkan keseluruhan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas masih memiliki peluang bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Investor dan trader disarankan untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik global, rilis data ekonomi AS, serta pergerakan Dolar AS sebagai acuan utama dalam menentukan strategi perdagangan emas ke depan.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Mahasiswa BINUS @Bekasi Bangun Global Mindset melalui Study Abroad di Korea Selatan
Barantum Percepat Respons Pelanggan dengan AI Agent
KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Lebih dari Rp1,1 Miliar di Tahun 2025
Dirut Jasa Marga: Fitur CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Selama Periode Mudik-Balik Lebaran 2026
Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya terhadap USDT/IDR
Krakatau Steel Perkuat Sinergi Strategis: Mengakselerasi Hilirisasi, Menjaga Kedaulatan Baja Nasional
IFG Life Laksanakan Amanah Pembayaran Klaim Polis Eks-Jiwasraya, Perkuat Perlindungan Masa Depan
Monster Jam di Grand Galaxy Park Bekasi, Hadirkan Pengalaman Seru Penuh Aksi untuk Keluarga

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:00

Mahasiswa BINUS @Bekasi Bangun Global Mindset melalui Study Abroad di Korea Selatan

Kamis, 16 April 2026 - 09:00

Barantum Percepat Respons Pelanggan dengan AI Agent

Kamis, 16 April 2026 - 01:00

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Lebih dari Rp1,1 Miliar di Tahun 2025

Rabu, 15 April 2026 - 20:00

Dirut Jasa Marga: Fitur CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Selama Periode Mudik-Balik Lebaran 2026

Rabu, 15 April 2026 - 18:00

Krakatau Steel Perkuat Sinergi Strategis: Mengakselerasi Hilirisasi, Menjaga Kedaulatan Baja Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 18:00

IFG Life Laksanakan Amanah Pembayaran Klaim Polis Eks-Jiwasraya, Perkuat Perlindungan Masa Depan

Rabu, 15 April 2026 - 18:00

Monster Jam di Grand Galaxy Park Bekasi, Hadirkan Pengalaman Seru Penuh Aksi untuk Keluarga

Rabu, 15 April 2026 - 16:00

Pelajaran Investasi dari Tokoh Besar di Dunia Keuangan

Berita Terbaru

Teknologi

Barantum Percepat Respons Pelanggan dengan AI Agent

Kamis, 16 Apr 2026 - 09:00