Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global - Koran Mandalika

Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas (XAU/USD) global kembali menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan membaiknya sentimen teknikal di pasar. Emas saat ini berada dalam fase penguatan lanjutan, setelah berhasil bangkit dari tekanan koreksi yang terjadi pada awal pekan lalu.

Pada sesi perdagangan akhir pekan, emas mencatat kenaikan signifikan di tengah kondisi pasar yang relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan Tiongkok. Logam mulia tersebut menguat sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area $4.400, setelah sebelumnya sempat turun hingga ke kisaran $4.274. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan aset lindung nilai.

Berdasarkan analisa Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan arah indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish XAU/USD mulai menguat kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini membuka peluang bagi harga Emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Andy juga memproyeksikan bahwa selama tekanan beli masih terjaga, emas berpotensi bergerak naik menuju area $4.466. Namun, jika momentum penguatan gagal dipertahankan dan terjadi koreksi, maka area $4.355 diperkirakan menjadi zona penurunan terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar.

Baca Juga :  Krakatau Steel Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Menuju Indonesia Emas 2045

Dukungan fundamental terhadap Emas juga semakin kuat seiring memburuknya situasi geopolitik global. Harga Emas tercatat bergerak naik hingga ke sekitar $4.370 pada awal sesi Asia hari Senin, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian setelah Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah tersebut, yang dilaporkan dilakukan tanpa persetujuan Kongres, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Pernyataan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, turut memperburuk sentimen risiko global. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyatakan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya terhadap sektor minyak Venezuela untuk memaksa perubahan politik lebih lanjut. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan mendorong aliran dana ke aset safe-haven seperti Emas.

Baca Juga :  Krakatau Steel Raih Validasi Pasar Melalui Best Stock Awards 2026

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi perhatian utama pasar. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi yang terus melandai. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, ekspektasi pelonggaran kebijakan ini tetap menjadi faktor pendukung bagi harga Emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah akan menurunkan biaya peluang memegang logam mulia.

Fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong penguatan Dolar AS dan memberikan tekanan jangka pendek pada Emas. Namun secara keseluruhan, kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta penguatan sinyal teknikal dinilai masih menjaga prospek positif XAU/USD dalam waktu dekat.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

100 Santri Ikut Merasakan Kemeriahan Junior Miners Fun Fest 2026
Saatnya Lebih Aktif! Grand Galaxy Park Hadirkan Ragam Aktivitas Olahraga
Gayamharjo Naik Kelas! BRI Life dan BRI Research Institute Dorong Inovasi Singkong Jadi Pie Susu dari Tepung Mocaf
Terapkan Future-Ready Governance, BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas UMKM di Subang
Helm Kuning dan Petualangan Tambang, Hari Pertama Junior Miners Fun Fest 2026 Disambut Antusias
Tingkatkan Kolaborasi dan Kesehatan Pekerja, BRI Region 6 Gelar Fun Mini Soccer Bersama BRI BO Kramat Jati
PM India Narendra Modi Akhiri Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia, Lanjutkan Lawatan ke Australia

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:15

100 Santri Ikut Merasakan Kemeriahan Junior Miners Fun Fest 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02

Saatnya Lebih Aktif! Grand Galaxy Park Hadirkan Ragam Aktivitas Olahraga

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02

Gayamharjo Naik Kelas! BRI Life dan BRI Research Institute Dorong Inovasi Singkong Jadi Pie Susu dari Tepung Mocaf

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02

Terapkan Future-Ready Governance, BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02

INOTEK dan Sampoerna untuk Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas UMKM di Subang

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:07

Tingkatkan Kolaborasi dan Kesehatan Pekerja, BRI Region 6 Gelar Fun Mini Soccer Bersama BRI BO Kramat Jati

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:02

PM India Narendra Modi Akhiri Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia, Lanjutkan Lawatan ke Australia

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:42

Barantum, Solusi Broadcast WhatsApp Resmi untuk Bisnis

Berita Terbaru