PT KAI Daop 1 Jakarta Menanggapi Laporan Hoax Rel Patah di Petak Jalan Palmerah – Kebayoran - Koran Mandalika

PT KAI Daop 1 Jakarta Menanggapi Laporan Hoax Rel Patah di Petak Jalan Palmerah – Kebayoran

Senin, 1 Desember 2025 - 21:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Kabarpas.com – Sehubungan dengan laporan indikasi rel patah di petak jalan Palmerah – Kebayoran yang terjadi pada hari Selasa, 25 November 2025, PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan bahwa laporan tersebut tidak benar atau hoax. Laporan ini diterima dari oknum yang tidak dikenal melalui petugas PJL 41.

“Setelah dilakukan pengecekan secara menyeluruh oleh tim gabungan dari petugas PKD, Karest JJ, dan personel pengamanan Daop 1 Jakarta, tidak ditemukan adanya kerusakan atau patahan pada rel di lokasi yang disebutkan,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Humas PT KAI Daop 1 Jakarta.

Akibat laporan hoax ini, beberapa perjalanan KRL mengalami kelambatan dengan total andil 276 menit yang berdampak pada kenyamanan para pengguna jasa KRL berikut daftar KRL yg alami kelambatan :

 

Hulu

– Ka 1632 andil 42 menit

– Ka 1634 andil 48 menit

– Ka 1636 andil 44 Menit

Hilir

– Ka 1637A andil 53 menit

– Ka 1639A andil 49 Menit

– Ka 1641A andil 40 Menit

.PT KAI Daop 1 Jakarta sangat menyesalkan tindakan tidak bertanggung jawab ini.

Saat ini, tim pengamanan Daop 1 Jakarta tengah melakukan pengusutan dan identifikasi terhadap oknum yang menyampaikan laporan bohong tersebut. Penyelidikan dilakukan melalui rekaman CCTV dan keterangan dari petugas PJL yang menerima informasi awal.

“Kami akan menindak tegas pelaku penyebar berita bohong ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Sesuai dengan pasal dalam Undang-Undang KUHP tentang penyebaran berita bohong yang menimbulkan keresahan atau kerugian, pelaku dapat dikenakan sanksi pidana,” tegas Ixfan.

Baca Juga :  Ponton Dermaga: Solusi Praktis & Cepat untuk Akses Perairan Anda!

PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Selalu lakukan konfirmasi kepada pihak yang berwenang untuk memastikan informasi yang diterima akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban perjalanan kereta api. Apabila menemukan atau mencurigai adanya hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api, segera laporkan kepada petugas keamanan / petugas stasiun terdekat, Contact Center 121 atau WhatsApp KAI 0811-222-33-121.” tutup Ixfan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

PTPN IV Regional III Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Perkuat Ekonomi dan Pendidikan di Rokan Hulu
Saat Kebersamaan Menjadi Cerita: Bukber Perdana Topotels Hadirkan Kehangatan Ramadan di Pusat Jakarta
BINUS @Bandung Dinobatkan Menjadi Kampus Pendukung Wirausaha Muda Terbaik di Jawa Barat
Rasakan Spirit Ramadan Bersama Swiss-Belhotel Rainforest
Struktur Rangka Melengkung? Cek Dulu Spesifikasi Besi CNP yang Anda Pakai
KAI Daop 2 Bandung Ajak Masyarakat Manfaatkan Diskon 30% KA Ekonomi Komersial Angkutan Lebaran 2026, Tiket Masih Banyak Tersedia
Kenapa Harus Kuliah di SATU University? Ini Alasannya!
PTPP Salurkan 5 Program untuk Korban Banjir Aceh

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:21

‎Respons Kemenhaj NTB di Tengah Panas Perang Israel Vs Iran: Persiapan Haji Aman

Senin, 2 Maret 2026 - 21:08

‎Lentera Ramadan, Program Baru Pemprov NTB Perkuat Syiar Islam

Senin, 2 Maret 2026 - 21:03

‎Timur Tengah Memanas, Gubernur NTB Lakukan Koordinasi dengan Sejumlah KBRI

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:44

‎BBPOM di Mataram Ungkap Distribusi Kosmetik dan Obat Keras Ilegal di Lotim

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:38

‎Bank NTB Syariah Jalin Kerjasama dengan UIN Mataram

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:05

‎Pemprov NTB Buka Suara Soal Video Viral WNI di Libya

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:27

‎Lima Komisioner KI NTB Resmi Dilantik

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:48

‎Seribu KK Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ektrem di Lombok

Berita Terbaru

Daerah

‎Pastikan Kasus Tebus Narkoba Tak Terbukti

Selasa, 3 Mar 2026 - 12:56