Respon Cepat Bitcoin Terhadap Kebijakan Global, Peluang Pertumbuhan dan Strategi Investasi Cerdas - Koran Mandalika

Respon Cepat Bitcoin Terhadap Kebijakan Global, Peluang Pertumbuhan dan Strategi Investasi Cerdas

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahun 2025 telah terbukti menjadi perjalanan yang penuh gejolak bagi Bitcoin. Setelah mencatatkan serangkaian rekor tertinggi yang fantastis, mata uang digital ini juga sempat mengalami aksi jual besar-besaran yang sangat menekan harganya.

Kondisi tersebut terjadi setelah Bitcoin sempat melonjak tinggi di awal tahun, didorong oleh sentimen positif pasca terpilihnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal bersahabat dengan aset kripto. Sentimen pasar sempat teruji ketika aset digital ini, bersamaan dengan saham, mengalami koreksi harga pada bulan April menyusul pengumuman tarif oleh Trump.

Namun, Bitcoin menunjukkan daya tahan dengan berhasil pulih dengan cepat, bahkan mencetak puncak tertinggi sepanjang masa di atas $126.000 pada awal Oktober, menegaskan potensi kenaikan yang kuat di tengah optimisme pasar. Akan tetapi, momentum positif ini menghadapi ujian pada 10 Oktober ketika pasar kembali mengalami koreksi harga tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dipicu oleh pengumuman tarif baru dan ancaman kontrol ekspor perangkat lunak penting oleh Presiden Trump, yang mengakibatkan adanya penyesuaian posisi pasar senilai lebih dari $19 miliar di seluruh aset kripto leverage. Peristiwa ini, yang merupakan salah satu penyesuaian terbesar, menyoroti betapa cepatnya pasar aset kripto merespons dan menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan ekonomi makro dan geopolitik global.

Sejak fase penyesuaian di bulan Oktober tersebut, Bitcoin telah berupaya keras untuk membangun kembali momentumnya. Meskipun pasar mengalami fase penurunan harga yang signifikan pada bulan November, sentimen bearish  di pasar opsi telah sedikit berkurang dalam beberapa pekan terakhir, mengindikasikan adanya potensi pemulihan.

Baca Juga :  VRITIMES Umumkan Kerjasama Strategis dengan AnalisaNews.id, KoalisiNews.online, Waspada24.com, dan CyberNews.icu

Saat ini, para trader menetapkan probabilitas 15% bahwa Bitcoin akan mengakhiri tahun di bawah $80.000, sebuah angka yang menunjukkan bahwa sebagian besar ekspektasi pasar masih mengarah pada posisi harga yang lebih kuat, meskipun sempat adanya prediksi harga yang lebih ambisius.

Fase koreksi pada bulan April dan Oktober dengan jelas menyoroti semakin kuatnya korelasi antara Bitcoin dan pasar ekuitas. Secara historis, Bitcoin dan saham bergerak secara independen, namun dengan adopsi yang semakin luas oleh investor ritel dan institusi, pergerakan kedua pasar ini kini semakin searah. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah berevolusi menjadi aset yang lebih terintegrasi dalam sistem keuangan konvensional.

Selain itu, aset kripto ini juga tampak semakin responsif terhadap arah kebijakan suku bunga oleh The Federal Reserve atau The Fed. Para analis mengamati bahwa aset kripto cenderung menguat sejalan dengan sinyal dovish dari The Fed, sementara sinyal hawkish dari The Fed sejak Oktober telah memengaruhi Bitcoin.

Respons ini menegaskan bahwa kebijakan moneter global kini memainkan peran kunci dalam membentuk pergerakan harga aset digital, menuntut investor untuk terus memantau keputusan bank sentral.

Mengingat tingkat kedewasaan dan integrasi pasar yang semakin tinggi, literasi dan edukasi investasi menjadi landasan utama yang tak terhindarkan dalam menghadapi dinamika pasar global.

Baca Juga :  Growth Mindset vs Fixed Mindset: Mana yang Bisa Bantu Raih Kesuksesan?

Dalam konteks ini, investasi bukan hanya tentang memaksimalkan potensi keuntungan, tetapi yang lebih fundamental adalah tentang strategi cerdas untuk membangun dan memelihara nilai aset yang sudah dimiliki di tengah pergerakan pasar.

Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Sehingga sangat penting untuk memilih platform investasi yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan, berizin merupakan top 3 crypto exchange di Indonesia berdasarkan Coingecko, dan telah resmi beroperasi sejak 2022.

Selain itu, seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Tentang Bittime Indonesia

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara
Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal
Aktivasi Dupoin Futures di CFD Sudirman Tampilkan Inovasi Trading Berbasis Teknologi
Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko
KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA
SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan
Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45% di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115
Menjawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci Siapkan Talenta Masa Depan

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:00

IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

Sabtu, 11 April 2026 - 13:00

Urusan Bisnis Lancar, Cara Profesional Kirim Paket Ke Luar Negeri Berupa Dokumen Legal

Sabtu, 11 April 2026 - 07:00

Perilaku Investor Saat Pasar Tidak Stabil: Mengelola Psikologi dan Risiko

Jumat, 10 April 2026 - 22:00

KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA

Jumat, 10 April 2026 - 19:00

SMARTIES™ Indonesia 2026: Menyiapkan Panggung untuk Karya Pemenang Penghargaan

Jumat, 10 April 2026 - 18:00

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45% di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

Jumat, 10 April 2026 - 18:00

Menjawab Kebutuhan Industri, Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci Siapkan Talenta Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 16:00

Erajaya Manfaatkan Solusi Salesforce untuk Hadirkan Pengalaman Pelanggan yang Personal dan Terintegrasi bagi 18 Juta Pelanggan

Berita Terbaru