Safe Haven Assets: Emas, Franc Swiss, dan Yen Jepang - Koran Mandalika

Safe Haven Assets: Emas, Franc Swiss, dan Yen Jepang

Senin, 18 Agustus 2025 - 10:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat pasar bergejolak, investor mencari perlindungan pada aset safe haven seperti emas, Franc Swiss, dan Yen Jepang yang dikenal mampu menjaga nilai serta mengurangi risiko.

Dalam dunia trading dan investasi, istilah safe haven assets sering menjadi perhatian utama ketika pasar sedang bergejolak. Aset safe haven adalah instrumen yang dianggap mampu mempertahankan nilainya atau bahkan menguat di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik. Tiga instrumen yang paling sering disebut sebagai safe haven adalah emas, Franc Swiss (CHF), dan Yen Jepang (JPY).

Mengapa Safe Haven Penting?

Ketika terjadi krisis global, inflasi meningkat, atau pasar saham mengalami tekanan, investor cenderung melakukan flight to safety. Mereka memindahkan dana ke aset yang relatif aman untuk menjaga nilai portofolio. Pergerakan ini mencerminkan keinginan untuk mengurangi risiko, bukan hanya mengejar keuntungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Safe Haven Assets: Apa Itu dan Mengapa Penting?

Emas: Lindung Nilai Tertua

Emas dikenal sebagai safe haven klasik. Sejak ribuan tahun lalu, logam mulia ini digunakan sebagai penyimpan nilai. Dalam situasi krisis, harga emas sering kali naik karena permintaan meningkat. Contoh nyata terlihat pada masa pandemi Covid-19, ketika harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga :  Di Balik Khusyuknya Semana Santa, Polda NTT Turunkan 3.227 Personel untuk Menjaga dengan Sepenuh Hati

Emas juga dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika daya beli uang menurun, nilai emas cenderung bertahan bahkan bisa meningkat. Oleh karena itu, banyak trader dan investor memasukkan emas ke dalam portofolio mereka untuk diversifikasi.

Franc Swiss (CHF): Stabilitas Finansial Swiss

Franc Swiss telah lama dipandang sebagai salah satu mata uang terkuat di dunia. Reputasi ini muncul berkat stabilitas ekonomi dan politik Swiss, serta sistem perbankan yang konservatif. Bank Sentral Swiss (SNB) dikenal memiliki kebijakan moneter yang disiplin, menjaga inflasi tetap rendah dan stabilitas nilai tukar.

Tidak heran, dalam periode ketidakpastian global, CHF sering menguat terhadap dolar AS maupun euro. Bagi trader forex, Franc Swiss adalah pilihan populer untuk hedging terhadap gejolak pasar.

Yen Jepang (JPY): Likuiditas Tinggi dan Carry Trade

Yen Jepang adalah safe haven lain yang menarik. Meskipun Jepang memiliki utang publik yang tinggi, ekonomi Jepang dianggap stabil dengan cadangan devisa besar. Likuiditas JPY yang tinggi menjadikannya aset yang sangat diminati dalam periode volatilitas pasar.

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Berkah, PLN IP UBP Jatigede Menyelenggarakan Kegiatan Santunan untuk Anak Yatim & Duafa

Salah satu faktor tambahan adalah posisi Yen dalam strategi carry trade. Ketika risiko meningkat, investor biasanya membatalkan carry trade mereka—menjual aset berisiko dan membeli kembali Yen—sehingga permintaan JPY melonjak.

Mulai Trading di Pasar Global

Daftar Akun di KVB Sekarang
KVB menyediakan akses trading ke berbagai instrumen termasuk forex, saham US, dan emas, sehingga Anda bisa memanfaatkan momentum safe haven secara optimal. 

Safe haven assets seperti emas, Franc Swiss, dan Yen Jepang tetap menjadi instrumen kunci dalam menghadapi ketidakpastian pasar global. Ketiganya menawarkan stabilitas, meskipun dengan karakteristik berbeda—emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, CHF dengan dukungan stabilitas Swiss, dan JPY yang diuntungkan oleh likuiditas serta faktor carry trade.

Bagi trader, memahami peran safe haven dapat membantu menyusun strategi yang lebih tangguh menghadapi volatilitas. Dengan platform trading teregulasi seperti KVB, Anda bisa mengakses instrumen safe haven ini dengan lebih mudah dan aman.

Berita Terkait

Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:02

Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:02

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02

5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

Berita Terbaru