Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369 - Koran Mandalika

Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Rabu (17/6). Meskipun sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia masih didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang cukup positif. Kondisi tersebut membuat prospek emas dalam jangka pendek tetap mengarah ke atas, selama tekanan beli masih mampu menjaga harga bertahan di area support penting.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada grafik empat jam (H4) masih menunjukkan struktur bullish yang cukup kuat. Harga emas dinilai masih mampu mempertahankan tren kenaikan setelah berhasil bertahan di atas area support kedua yang sebelumnya menjadi titik perhatian pelaku pasar.

Menurut Geraldo, hingga saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan perubahan arah menjadi bearish. Hal tersebut terlihat dari belum terbentuknya penutupan candlestick di bawah level support yang telah diuji sebelumnya. Selama area tersebut tetap bertahan, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi teknikal, harga juga berhasil membentuk swing low baru di kisaran 4.328. Terbentuknya pola tersebut menunjukkan bahwa minat beli kembali muncul ketika harga berada di area support. Situasi ini menjadi salah satu indikasi bahwa pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan sehingga tekanan beli tetap mendominasi perdagangan.

Apabila momentum positif tersebut terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi menguji level resistance pertama di area 4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus, ruang kenaikan diperkirakan masih terbuka hingga mencapai resistance berikutnya di kisaran 4.369. Kedua level ini menjadi area yang akan diperhatikan investor sebagai target penguatan dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Lintasarta Perkuat Ekosistem AI Indonesia Melalui Infrastruktur Berdaulat untuk AI Center of Excellence

Selain pola pergerakan harga yang masih mendukung tren naik, indikator teknikal juga memperlihatkan kondisi yang cukup positif. Indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski indikator tersebut telah mendekati zona overbought, hingga kini belum muncul tanda-tanda pelemahan momentum maupun sinyal pembalikan arah yang kuat. Dengan demikian, tekanan beli masih dinilai cukup dominan untuk menjaga kenaikan harga emas.

Dari sisi fundamental, emas juga masih mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda membuat sebagian investor memilih mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, hingga tingginya volatilitas di pasar keuangan menjadi faktor yang terus menopang permintaan terhadap emas.

Selain itu, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sehingga turut mendorong kenaikan harga.

Faktor lain yang ikut memperkuat prospek emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi bergerak turun, biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi lebih rendah. Situasi tersebut membuat emas kembali menarik sebagai pilihan investasi, terutama bagi investor yang ingin menjaga nilai aset di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga :  PTPP Hadir sebagai Satu-satunya Perusahaan Konstruksi Se-Asia Pasifik di Ajang DCD Connect Asia Pacific 2025, Kuatkan Posisi di Industri Data Center

Pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah investor mulai memperkirakan bahwa bank sentral Amerika Serikat berpotensi mengambil sikap yang lebih longgar apabila data ekonomi, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, maupun aktivitas manufaktur, menunjukkan perlambatan. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan pergerakan dolar AS sekaligus memberikan tambahan sentimen positif bagi harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih cukup terbuka pada perdagangan hari ini. Struktur teknikal yang tetap bullish, terbentuknya swing low baru, serta indikator yang masih mendukung kenaikan menjadi sinyal bahwa momentum beli belum berakhir. Di sisi lain, dukungan dari faktor fundamental, seperti tingginya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, dan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve, turut memperkuat prospek positif logam mulia. Selama harga tetap bertahan di atas area support 4.328, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.354 hingga 4.369 masih dinilai cukup besar dalam jangka pendek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk
Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia
Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam
Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight
Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia
PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional
KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:02

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

Gudang Mau Ditambah Lantai Mezanin, Rangkanya Jangan Asal Pilih

Berita Terbaru