Sempat Sampai Puncak Teratas, Bitcoin Alami Titik Balik? - Koran Mandalika

Sempat Sampai Puncak Teratas, Bitcoin Alami Titik Balik?

Selasa, 27 Mei 2025 - 23:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 27 Mei 2025 – Setelah mencapai puncak tertinggi di angka $111.000, harga aset Bitcoin dan aset-aset kripto lainnya terpantau mengalami tekanan pada perdagangan 24 jam terakhir.

Harga aset Bitcoin tercatat mengalami koreksi sampai ke harga $108.000, ini tentu menghadirkan berbagai spekulasi dan pertanyaan di antara para investor, termasuk pasar aset kripto Indonesia..

Tercatat 10 aset kripto teratas terkoreksi dalam 24 jam terakhir, dengan penurunan Bitcoin sebesar 1,33%, Ethereum 1,29%, bahkan koin meme populer, Dogecoin (DOGE), juga terpantau merosot 2,18%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut para analyst terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab tekanan harga aset kripto hari ini, salah satunya meliputi aksi jual setelah kenaikan harga sebelumnya. Selain itu, sentimen pasar yang hati-hati akibat ketidakpastian global, korelasi harga aset, dan potensi penjualan oleh para investor besar, dan sinyal jual dari analisis teknis. 

Meski demikian, aset Bitcoin masih mencatatkan kenaikan mingguan tembus hingga 2,46% sampai pada saat artikel ini ditulis. Kondisi psikologis pasar saat ini juga terpantau stabil, berdasarkan index Fear and Greed Coinmarketcap yang menunjukkan angka 68.

Baca Juga :  Smart Airport Premium Service dari Krakatau IT dan IAS Hospitality

Uniknya, momen ini tekanan harga pasar aset kripto saat ini, terjadi bersamaan dengan ramainya diskusi dan inovasi Bitcoin pada Konferensi Bitcoin 2025 di Las Vegas, hari ini 27 Mei 2025.

Di mana, Konferensi Bitcoin 2025 ini menjadi sorotan dengan diskusi mendalam mengenai teknologi Layer 2 seperti BitVM2 dan cross-chain bridges.  Ini merupakan teknologi yang memungkinkan transfer aset digital dan data, antara dua atau lebih jaringan blockchain yang berbeda.

Secara garis besar, Konferensi Bitcoin 2025 di Las Vegas membahas inovasi dan masa depan Bitcoin, bertepatan dengan koreksi harga jangka pendek pada pasar aset kripto global, termasuk Indonesia.

Lebih lanjut, disamping tekanan harga pasar aset kripto yang sedang mengalami tekanan balik setelah mencatatkan rekor all time high (ATH) hingga $111.000 kemarin, pasar aset kripto khususnya aset Bitcoin terus menunjukkan potensi pertumbuhannya.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Ajak Pelanggan Wujudkan Budaya Tertib dan Aman Naik Kereta Api

Melalui konferensi Bitcoin 2025, aset Bitcoin kembali menekankan potensi perkembangan teknologi blockchain dan kekuatannya sebagai salah satu aset diversifikasi.

Dengan kemajuan teknologi dan regulasi yang semakin jelas, masyarakat Indonesia kini memiliki kesempatan untuk menjelajahi dunia keuangan digital dengan lebih percaya diri.

Sejalan dengan hal ini, memilih platform jual-beli aset kripto yang aman dan terpercaya menjadi salah satu faktor penting bagi investor aset kripto, khususnya para investor pemula. Bittime, salah satu crypto exchange berlisensi dan resmi di Indonesia dapat menjadi platform pilihan masyarakat Indonesia.

Di mana, Bittime telah resmi berasa dibawah pengawasan CFX dan telah resmi beroperasi sejak 2022, dan tercatat memiliki berbagai daftar aset-aset kripto yang dapat distaking. Hal ini, lebih menguntungkan dan dapat membantu para investor pemula dalam mengelola aset dan memaksimalkan portofolionya.

Namun, perlu dipahami bahwa investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal itu termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Berita Terkait

FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna
Bittime Hadirkan Flexible Staking $XAUT dan $SLVON dengan Imbal Hasil Hingga 10% APY di Tengah Koreksi Pasar
Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026
Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional
Peringati Hari Ginjal Dunia, Holding Perkebunan Nusantara Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Ginjal melalui RS Sri Pamela Tebing Tinggi
BRI Finance Siap Kebanjiran Nasabah Multiguna Pasca Lebaran
Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Jadi Kunci Hadapi Dominasi Impor
BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:00

FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:00

Bittime Hadirkan Flexible Staking $XAUT dan $SLVON dengan Imbal Hasil Hingga 10% APY di Tengah Koreksi Pasar

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:00

Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:00

Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:00

Peringati Hari Ginjal Dunia, Holding Perkebunan Nusantara Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Ginjal melalui RS Sri Pamela Tebing Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Jadi Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:00

BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:00

Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

Berita Terbaru