Telkom Indonesia Bangun Ekosistem Festival Lebih Kuat lewat Dukungan Teknologi dan Akses Modal - Koran Mandalika

Telkom Indonesia Bangun Ekosistem Festival Lebih Kuat lewat Dukungan Teknologi dan Akses Modal

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewat ekosistem digital, Telkom Indonesia melalui Indigo fasilitasi akses pendanaan dan wawasan bisnis bagi pelaku festival

Festival yang berkembang pesat sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah makin mendapatkan perhatian. Namun, banyak pemilik IP Festival, mulai dari penyelenggara lokal hingga kreator acara, masih menghadapi kesulitan dalam mengakses pendanaan yang berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pola bisnis yang terukur dan koneksi dengan investor yang terbatas, sehingga potensi besar dari industri ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat celah tersebut, Telkom Indonesia melalui program Indigo menggagas pendekatan baru dengan mempertemukan pemilik IP Festival, dan lembaga pendanaan melalui koneksi strategis berbasis teknologi dan akal imitasi (AI).

Digelar pada 6–7 Mei 2025 di Hotel 101 Yogyakarta, JFFE merupakan inisiatif dari Jogja Festival sebagai ruang temu jejaring festival, MICE, dan ekonomi kreatif. Tahun ini, lebih dari 20 IP Festival berpartisipasi untuk memperkuat posisi mereka melalui diplomasi festival yang menghubungkan pelaku industri dengan berbagai pemangku kepentingan. Indigo memahami bahwa festival merupakan salah satu kekuatan budaya dan ekonomi Jogja yang perlu didukung dengan solusi teknologi serta akses pendanaan yang tepat.

Moderator Memimpin Sesi Talkshow

Yasa, Ketua Yogyakarta Investment Club (YKIC), menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pola pendanaan yang lebih sesuai untuk kebutuhan IP Festival. Dengan keterlibatan langsung dari investor dan lembaga pembiayaan, Yasa berharap festival-festival lokal tidak hanya berkembang sebagai acara budaya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Kegiatan ini dimulai dengan talkshow bersama Trihill Capital dan BNI Ventures yang membahas bagaimana pendanaan untuk IP Festival masih relatif baru bagi dunia modal ventura. Namun, dengan meningkatnya traction dan dampak festival dari tahun ke tahun, mereka menilai peluang pendanaan di sektor ini sangat potensial. Usai talkshow, tiap pemilik IP diberikan waktu tiga menit untuk mempresentasikan kebutuhan dan potensi mereka di hadapan lebih dari 50 stakeholders—terdiri dari unsur pemerintah, korporasi, perbankan, dan lembaga pendanaan.

Baca Juga :  90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini

Business Matching Antara Pemilik IP Festival dan Stakeholders

“Walaupun Indigo tidak secara langsung beroperasi di industri festival, kami memiliki portofolio yang kuat dalam mendukung ekosistem pendukungnya, seperti sistem ticketing, platform akomodasi, serta solusi digital untuk pengelolaan acara. Kota Jogja memiliki potensi dan karakter yang sangat khas dalam sektor ini, sehingga kami berkomitmen untuk memfasilitasi koneksi strategis antara para kreator festival dan investor dengan mengimplementasikan praktik terbaik dalam pengembangan ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” ujar Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo.

Melalui kegiatan ini, para pelaku festival tidak hanya memperoleh akses pendanaan, tetapi juga wawasan penting dalam membangun IP yang lebih kuat, terukur, dan berkelanjutan. Indigo berkomitmen untuk terus memperluas peranannya dalam mendorong digitalisasi ekonomi kreatif di daerah serta membangun ekosistem yang mendukung inovasi lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat industri festival sekaligus membuka peluang inklusif bagi masyarakat untuk berkembang bersama dalam ekonomi berbasis kreativitas dan teknologi.

Berita Terkait

Di Bali Tech Week, Tokocrypto Tegaskan Komitmen Dukung Industri Aset Digital Indonesia
Peringati Hari Anak Perempuan Internasional, Waskita Beton Precast Dorong Generasi Perempuan Berkarya di Industri Konstruksi melalui Girls on Site Vol. 4.
Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran
neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu
Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia
Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49

Kemarau 2026, Kekeringan Landa 9 Kecamatan di Lombok Tengah

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:46

DPRD Lombok Tengah Buka Suara Terkait Rencana Rumah Ibadah 6 Agama di KEK Mandalika

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00

MFOS Round 4 × Kejurnas ITCR 2026: Persaingan Memanas, Dua Race Jadi Penentu Akhir Pekan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Berita Terbaru