Telkom Selenggarakan Ecosystem Dialogue untuk Pengembangan Entrepreneurship dan Startup Berkelanjutan - Koran Mandalika

Telkom Selenggarakan Ecosystem Dialogue untuk Pengembangan Entrepreneurship dan Startup Berkelanjutan

Selasa, 25 Juni 2024 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melalui program Indigo, Telkom berkolaborasi bersama PrivyID, Komunitas Startup Jogja, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia gelar sarasehan yang mempertemukan ekosistem bisnis dengan ekosistem startup digital.

Telkom Indonesia melalui program Indigo, berkolaborasi dengan PrivyID, Komunitas Startup Jogja (KSJ), dan Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) mengadakan acara Ecosystem Dialogue. Bertempat di IndigoHub Jogja, acara ini merupakan kegiatan sarasehan yang mempertemukan ekosistem bisnis dengan ekosistem digital yang berada di area Yogyakarta dan sekitarnya. Dalam acara ini, hadir beberapa pembicara, antara lain: Yosua Arinto selaku Integration Management Indigo, Ricky Winarta selaku Business Development Associate PrivyID, Ade Rahadian selaku Ketua Komunitas Startup Jogja, dan Yosep Andi Setiawan selaku Wakil Sekretaris Umum BPC HIPMI Bantul. Acara yang berlangsung pada Kamis, 06 Juni 2024 ini dihadiri lebih dari 70 peserta dari berbagai instansi dan komunitas digital.

Pada Ecosystem Dialogue kali ini, Indigo bersama para kolaborator mengangkat tema “How Startup Ecosystem Warm Up the Industries During Winter Tech”. Harapannya, para key player dari ekosistem bisnis dan digital dapat saling memahami masalah dan kebutuhan masing-masing, sehingga dapat tercipta sebuah output yang dapat mengakselerasi pertumbuhan dari kedua ekosistem. Kegiatan ini juga bentuk dalam mewujudkan ruang kebersamaan antara para pemangku kebijakan yang berkaitan dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan dan teknologi di Yogyakarta maupun Indonesia. 

“Acara ini menjadi inisiasi yang bagus agar kita dapat melihat berbagai perspektif antar pemangku kepentingan, sehingga harapannya dapat saling bergandengan tangan menciptakan ekosistem startup yang berdampak baik dan berdaya saing” ujar Riza A. N. Rukmana, VP DSG DDB Telkom Indonesia yang turut hadir dalam acara tersebut.

Sejak tahun 2013 hingga saat ini, program Indigo (https://indigo.id/) telah membantu lebih dari 200 perusahaan rintisan digital di Indonesia dengan fokus meningkatkan inovasi dan kualitas bisnis mereka. Melalui program Indigo, Telkom berkomitmen untuk mendukung ekosistem startup digital yang dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia. Tujuannya agar startup berperan dalam penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan, serta berkontribusi pada ekonomi yang berkelanjutan melalui solusi dan inovasi yang ditawarkannya.

Baca Juga :  Bantu Jaga Imun dan Kesehatan, MIND ID Kirim 3 Truk Obat-obatan ke Aceh dan Sumatera

 “Kolaborasi antar perangkat pemerintah maupun komunitas akan menciptakan ekosistem industri startup yang kuat dan dipercaya oleh masyarakat”, ujar Yosep Andi Setiawan, Wakil Sekretaris Umum BPC HIPMI Bantul. Selain itu, Ricky Winarta selaku Business Development Associate PrivyID mengatakan bahwa kegiatan Ecosystem Dialogue ini dapat memberikan gambaran bagi para ecosystem player  akan keresahan yang dialami oleh setiap stakeholders maupun masyarakat. “Ruang diskusi dan berbagi ini dapat menjadi langkah solusi yang baik dalam menjembatani ekosistem bisnis dengan ekosistem digital,” ujarnya. 

Acara Ecosystem Dialogue yang terlaksana berkat kolaborasi dari Telkom melalui program Indigo, PrivyID, Komunitas Startup Jogja, dan HIPMI menjadi kesempatan untuk memberikan ruang kepada para peserta dalam mengembangkan startup yang potensial dan berdaya saing. Harapannya acara ini dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan wawasan baru atas peranan setiap ekosistem untuk dapat bersatu dan menapaki tujuan yang sama untuk ekosistem startup yang inklusif dan berdaya saing secara nasional maupun global.

Berita Terkait

Kuliah S1 Internasional di PTN vs PTS, Apa Bedanya?
Bittime Hadirkan Flash Staking dengan APY Hingga 20%, Rayakan Bitcoin Pizza Day
Bukti Nyata Keberhasilan Transformasi Digital Lalu Lintas, Jasa Marga Raih Penghargaan Kapolri Atas Kontribusi Sukseskan Pelayanan Operasi Nataru 2025/2026 dan Operasi Ketupat 2026
Bersiap! BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Jakarta, Hadirkan Promo KKB Mulai 1,59%
Krakatau Steel Goes to Campus Dorong Pemahaman Strategis Integrasi Kawasan Industri dan Konektivitas Distribusi Nasional
Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara
KAI dan BSI Resmikan Kerja Sama Naming Rights Stasiun LRT Jabodebek “Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia”
Mid-Year Sale Boleh, Over Budget Jangan

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00

Kuliah S1 Internasional di PTN vs PTS, Apa Bedanya?

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:00

Bittime Hadirkan Flash Staking dengan APY Hingga 20%, Rayakan Bitcoin Pizza Day

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:00

Bukti Nyata Keberhasilan Transformasi Digital Lalu Lintas, Jasa Marga Raih Penghargaan Kapolri Atas Kontribusi Sukseskan Pelayanan Operasi Nataru 2025/2026 dan Operasi Ketupat 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00

Krakatau Steel Goes to Campus Dorong Pemahaman Strategis Integrasi Kawasan Industri dan Konektivitas Distribusi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:00

Indonesia Mulai Dipandang sebagai Pusat Pertumbuhan Web3 di Asia Tenggara

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00

KAI dan BSI Resmikan Kerja Sama Naming Rights Stasiun LRT Jabodebek “Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia”

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:00

Mid-Year Sale Boleh, Over Budget Jangan

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00

Apa Itu Akumulasi dalam Trading untuk Pemula

Berita Terbaru

Teknologi

Kuliah S1 Internasional di PTN vs PTS, Apa Bedanya?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00