Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art - Koran Mandalika

Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam setiap proyek budget hotel yang ditangani, Artavia—sub-brand modular wall art dari Spasium—selalu membawa pertanyaan yang sama ke meja perencanaan: di mana wall art benar-benar dibutuhkan? Jawabannya, menurut pengalaman Artavia di lapangan, hampir selalu sama. Bukan di setiap dinding, melainkan di titik-titik yang paling berdampak pada pengalaman tamu.

Dari situ, Artavia menyusun pendekatan yang lebih terarah untuk segmen budget hotel: bukan soal mengisi ruang, melainkan soal memilih dampak visual yang tepat. Prinsip ini bertumpu pada tiga variabel yang dinilai di setiap titik dinding—seberapa tinggi visibilitasnya, seberapa besar interaksi tamu yang terjadi di sana, dan seberapa kuat relevansi karya terhadap experience arsitektural ruang. Ketiganya bersama-sama menentukan prioritas: makin tinggi ketiga variabel itu bertemu di satu titik, makin besar alasan untuk menempatkan wall art di sana.

“Yang kami pelajari dari lapangan, dinding yang paling sederhana pun bisa menjadi statement—jika penempatannya tepat. Dan dinding yang penuh pun bisa tak berkesan, jika tidak ada yang benar-benar memperhatikannya,” ujar Jay Adinata, CMO Artavia.

Berdasarkan prinsip itu, Artavia mengidentifikasi empat titik yang secara konsisten memberi dampak terbesar di properti budget hotel, masing-masing dengan peran yang berbeda satu sama lain.

Titik pertama adalah arrival dan lobby, tempat impresi pertama tamu terbentuk begitu mereka melangkah masuk. Satu karya yang tepat di titik ini, menurut Artavia, akan memberikan impresi awal yang sesuai dengan ekspektasi desain yang diharapkan, dan experience ruang yang lebih eksklusif.

Titik kedua adalah guest room—ruang yang justru paling sering terlewat dalam perencanaan seni, padahal di sinilah tamu menghabiskan sebagian besar waktu mereka selama menginap. Di ruang paling personal ini, wall art berbicara langsung kepada tamu saat mereka sedang paling rileks.

Titik ketiga adalah titik transisi seperti lift lobby dan koridor utama—momen-momen singkat di antara ruang utama yang mudah diabaikan, tetapi jika diperhatikan justru memperkuat kontinuitas narasi visual sepanjang perjalanan tamu di dalam properti.

Baca Juga :  AI Connect dan Estha AI Perkuat Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk

Titik keempat adalah area ikonik: satu titik yang sengaja dirancang menjadi momen visual paling diingat, sekaligus paling sering dibagikan tamu di media sosial seperti di dining area, seating area di taman terbuka, area depan bangunan hotel yang berfungsi memperkuat identitas, dan lain-lain.

Pendekatan empat titik ini sudah diterapkan Artavia pada sejumlah proyek budget hotel di Jabodetabek, Surabaya, dan Sumatra—mulai dari area penerima tamu, kamar, koridor, hingga dinding signature yang dirancang khusus sebagai titik area ikonik properti.

“Dari keempat titik ini, kami belajar bahwa selektivitas adalah bentuk penghormatan terhadap ruang dan tamu,” tutup Jay Adinata.

“It’s not about filling every wall—it’s about creating the moments that matter.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
Gelar Business & Service Immersion di JMTC, Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol
BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional
52 Siswa Bimbel Patriot Muda Training Centre Ikuti Wisuda Prabhatar 2026, Dua Raih Predikat Terbaik
Aplikasi Trading HSB Investasi Punya Empat Lapis Perlindungan Dana Nasabah
Dari BINUS@Bekasi Menuju New Zealand, Perjalanan Global Marry Jane Jessica Tombeng
Prediksi Harga Emas Berpeluang Menguat ke US$4.233 Pekan Depan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:02

BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

Gelar Business & Service Immersion di JMTC, Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

52 Siswa Bimbel Patriot Muda Training Centre Ikuti Wisuda Prabhatar 2026, Dua Raih Predikat Terbaik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:02

Dari BINUS@Bekasi Menuju New Zealand, Perjalanan Global Marry Jane Jessica Tombeng

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02

Prediksi Harga Emas Berpeluang Menguat ke US$4.233 Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan

Berita Terbaru