Tips untuk Mengurangi Membandingkan Hidup dengan Orang di Medsos - Koran Mandalika

Tips untuk Mengurangi Membandingkan Hidup dengan Orang di Medsos

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Scroll media sosial sudah jadi bagian dari keseharian. Bangun tidur cek notifikasi, istirahat kerja buka timeline, sebelum tidur masih sempat lihat story orang lain. Tanpa disadari, kebiasaan ini sering memicu perasaan membandingkan hidup sendiri dengan potongan hidup orang lain.

Ada yang baru liburan, ada yang pamer pencapaian karier, ada yang terlihat selalu bahagia. Di saat yang sama, kamu mungkin sedang lelah, keuangan lagi dijaga, atau hidup terasa datar. Simak tips untuk tidak membandingkan hidup dengan orang lain.

1. Sadari bahwa medsos itu potongan cerita

Langkah pertama yang paling penting adalah menyadari bahwa media sosial menampilkan versi terkurasi dari kehidupan seseorang. Di layar adalah momen terbaik, bukan keseluruhan cerita. Ada proses panjang, perjuangan, dan hari hari biasa yang tidak ikut terunggah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat kamu melihat pencapaian orang lain, ingat bahwa kamu tidak sedang melihat perjalanan lengkapnya. Dengan kesadaran ini, perasaan membandingkan bisa mulai diredam karena kamu tahu konteksnya tidak utuh.

2. Perhatikan momen saat mulai membandingkan

Coba amati kapan perasaan membandingkan paling sering muncul. Apakah saat sedang lelah, bosan, atau kurang puas dengan kondisi sendiri. Biasanya, perbandingan lebih mudah muncul saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa lebih sigap menjaga diri. Saat tahu sedang rapuh, mungkin kamu bisa memilih untuk tidak scrolling terlalu lama atau mengalihkan perhatian ke aktivitas lain yang lebih menenangkan.

3. Kurasi timeline dengan lebih sadar

Timeline kamu dibentuk oleh akun yang kamu ikuti. Jika isinya terlalu sering memicu rasa kurang, tidak ada salahnya mulai mengkurasi. Unfollow atau mute akun yang membuatmu terus merasa tertinggal.

Kamu berhak memilih konten yang lebih relevan dan memberi energi positif. Media sosial seharusnya menjadi ruang yang membuatmu merasa cukup, bukan tertekan.

Baca Juga :  Bitcoin Rebound dan Kembali Tembus $110.000, Akan Berlanjut atau Sebaliknya?

4. Batasi waktu, bukan menghilang total

Menghindari media sosial sepenuhnya sering terasa tidak realistis. Banyak informasi, relasi, dan hiburan ada di sana. Yang lebih masuk akal adalah membatasi waktu penggunaannya.

Menentukan jam khusus untuk scrolling membantu kamu tetap terhubung tanpa kehilangan kendali. Dengan batas yang jelas, media sosial tidak lagi menguasai pikiran sepanjang hari.

5. Fokus ke proses hidup sendiri

Setiap orang punya garis waktu yang berbeda. Ada yang cepat terlihat berhasil, ada yang jalannya lebih pelan. Fokus ke proses hidup sendiri membantu kamu kembali ke realita yang sedang dijalani.

Tanyakan pada diri sendiri apa yang sedang kamu bangun saat ini. Karier, kesehatan, hubungan, atau stabilitas keuangan. Menghargai proses membuat pencapaian kecil terasa berarti, meski tidak terlihat spektakuler di layar orang lain.

6. Kurangi validasi dari angka

Like, view, dan komentar sering dijadikan tolok ukur tanpa sadar. Padahal, angka tersebut tidak selalu mencerminkan nilai diri atau kualitas hidup.

Mengurangi ketergantungan pada validasi eksternal membantu kamu lebih percaya pada diri sendiri. Kepuasan datang dari apa yang kamu jalani, bukan dari reaksi orang lain.

7. Bangun rutinitas di dunia nyata

Semakin penuh hidup di dunia nyata, semakin kecil ruang untuk membandingkan diri dengan orang lain di layar. Aktivitas sederhana seperti olahraga, membaca, memasak, atau ngobrol dengan orang terdekat memberi rasa hadir yang lebih utuh.

Rutinitas ini membantu kamu kembali ke tubuh dan pikiran sendiri. Hidup terasa lebih nyata dan tidak terus diukur dari pencapaian orang lain.

8. Hubungan medsos dan keuangan pribadi

Perbandingan di media sosial sering berdampak ke keputusan keuangan. Melihat gaya hidup orang lain bisa memicu keinginan belanja impulsif atau merasa tertinggal secara finansial.

Baca Juga :  Lampaui Target, LRT Jabodebek Layani 202 Ribu Pengguna Selama Libur Panjang Waisak

Dengan pikiran yang lebih tenang, keputusan keuangan cenderung lebih rasional. Kamu bisa fokus pada tujuan sendiri tanpa terdorong mengikuti standar hidup yang tidak sesuai kondisi.

Menyusun Tujuan Keuangan yang Realistis

Daripada membandingkan diri dengan pencapaian finansial orang lain, lebih baik menyusun tujuan yang relevan dengan hidupmu. Tujuan ini memberi arah dan rasa aman.

Keuangan yang sehat dibangun dari konsistensi, bukan dari kecepatan. Langkah kecil yang dilakukan rutin sering memberi hasil lebih stabil dalam jangka panjang.

Deposito di neobank sebagai Opsi Investasi Tenang

Bagi kamu yang ingin mengelola keuangan dengan lebih matang, deposito online bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Deposito membantu kamu menyimpan dana dengan tujuan jelas, suku bunga deposito kompetitif, dan tingkat risiko yang relatif rendah dibandingkan saham.

Kamu bisa membuka Deposito WOW di neobank dari Bank Neo Commerce dengan modal mulai dari Rp100.000 saja. Nikmati bunga deposito neobank yang kompetitif dengan tenor yang beragam sesuai kebutuhan, mulai dari 7 hari hingga 12 bulan.

Jika ingin mempelajari opsi deposito yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank  di PlayStore atau App Store.

Kunjungi link Deposito WOW untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan terbaru mengenai Deposito WOW.

Disclaimer: Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Deposito dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bittime Perkuat Strategi “Regulatory-First dan User-Centric” di Era Aset Kripto Indonesia Bersama IPB, Stellar, dan Rise In
KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan
KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026
Libur Panjang Idul Adha, KAI Daop 1 Jakarta: Tiket KA Masih Tersedia Hingga Akhir Periode Liburan
Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Membangun Masa Depan
Ibu2Canggih dan Daya by Bank SMBC Indonesia Hadirkan Talkshow untuk Dorong Financial Awareness Perempuan Modern
Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII
Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00

Bittime Perkuat Strategi “Regulatory-First dan User-Centric” di Era Aset Kripto Indonesia Bersama IPB, Stellar, dan Rise In

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00

KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00

KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:00

Libur Panjang Idul Adha, KAI Daop 1 Jakarta: Tiket KA Masih Tersedia Hingga Akhir Periode Liburan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:00

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Membangun Masa Depan

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:00

Pererat Kebersamaan, Manajemen BRI Region 6 Gelar Jogging Bersama di Kawasan TMII

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:00

Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:00

Menyimpan Dana Jangka Pendek dengan Strategi Bertahap

Berita Terbaru