Tokocrypto Dorong Penerimaan Pajak Kripto Nasional hingga Rp1,96 Triliun - Koran Mandalika

Tokocrypto Dorong Penerimaan Pajak Kripto Nasional hingga Rp1,96 Triliun

Kamis, 2 April 2026 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 2 April 2026 – Penerimaan pajak dari transaksi aset kripto di Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan yang konsisten. Hingga akhir Februari 2026, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melaporkan total penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp1,96 triliun sejak kebijakan ini mulai diberlakukan pada 1 Mei 2022. Angka ini meningkat dari posisi Januari 2026 yang tercatat sebesar Rp1,93 triliun, mencerminkan adanya tambahan penerimaan dalam satu bulan terakhir.

Secara rinci, penerimaan tersebut berasal dari Rp246,54 miliar pada 2022, Rp220,89 miliar pada 2023, Rp620,38 miliar pada 2024, Rp796,73 miliar pada 2025, serta Rp84,7 miliar pada awal 2026. Dari total tersebut, Rp1,09 triliun berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Rp875,31 miliar dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri. Capaian ini mencerminkan bahwa aktivitas perdagangan aset digital semakin terintegrasi dalam sistem perpajakan nasional.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan memperluas basis perpajakan di sektor ekonomi digital guna meningkatkan kepatuhan pelaku usaha sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara. Kolaborasi antara pelaku industri dan mitra konsultan pajak pun dinilai penting untuk meningkatkan literasi serta membangun ekosistem kripto yang lebih transparan dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku usaha menyambut positif peningkatan penerimaan pajak tersebut sebagai indikator semakin matangnya industri kripto di Indonesia. Dengan volume transaksi yang besar, pengguna Tokocrypto turut menjadi salah satu kontributor signifikan terhadap penerimaan pajak dari sektor ini. Chief Financial Officer (CFO) Tokocrypto, Sefcho Rizal, menilai bahwa tren ini menunjukkan adanya keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kepatuhan terhadap regulasi.

Baca Juga :  FinFest 2026: Saatnya Generasi Muda Berinovasi, Berwirausaha, dan Menciptakan Peluang Kerja di Era Digital

“Peningkatan penerimaan pajak dari sektor kripto mencerminkan bahwa industri ini berkembang ke arah yang lebih sehat dan terstruktur. Tidak hanya dari sisi volume transaksi, tetapi juga dari kesadaran pelaku industri dan pengguna dalam memenuhi kewajiban perpajakan,” ujar Sefcho.

Ia menambahkan bahwa kontribusi industri kripto terhadap negara tidak terlepas dari peran aktif para pelaku usaha, termasuk exchange, dalam memastikan transparansi data transaksi kepada regulator.

Aktivitas Transaksi Pengguna

“Di Tokocrypto, kami memastikan seluruh aktivitas transaksi pengguna tercatat dan dilaporkan sesuai ketentuan kepada DJP. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung tata kelola industri yang akuntabel sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap ekosistem kripto,” lanjutnya.

Selain itu, Sefcho menekankan pentingnya literasi perpajakan bagi pengguna agar pertumbuhan industri dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kepatuhan.

“Kami juga mendorong edukasi kepada pengguna, termasuk bagaimana melaporkan pajak kripto melalui SPT Tahunan menggunakan platform seperti Coretax. Dengan pemahaman yang lebih baik, kami optimistis tingkat kepatuhan akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi penerimaan negara,” jelasnya.

Ke depan, Tokocrypto berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

“Salah satu fokus kami adalah memperluas akses masyarakat ke pasar kripto melalui penambahan kanal pembayaran, termasuk integrasi dengan bank BUMN seperti BRI dan Mandiri. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam bertransaksi sekaligus meningkatkan partisipasi di ekosistem kripto,” kata Sefcho.

Dorong Pertumbuhan Transaksi

Selain itu, Tokocrypto juga tengah mengembangkan produk derivatif atau Futures yang akan segera diluncurkan. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pengguna dalam bertransaksi, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami penyesuaian.

Baca Juga :  Financial Burnout: Saat Capek Cari Uang Tapi Saldo Tabungan Tidak Bertambah

“Peluncuran produk Futures menjadi bagian dari strategi kami untuk menjaga aktivitas perdagangan tetap dinamis. Di tengah kondisi pasar yang cenderung melambat, inovasi produk menjadi kunci untuk mendorong kembali minat dan partisipasi pengguna,” tambahnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto pada Januari 2026 mencapai Rp29,24 triliun, turun 10,53 persen secara bulanan dibandingkan Desember 2025 sebesar Rp32,68 triliun. Sementara itu, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga mengalami penurunan sebesar 6,88 persen menjadi Rp8,01 triliun.

Meski demikian, Sefcho menilai bahwa fundamental industri tetap kuat, terutama dari sisi kepercayaan pengguna.

“Kami melihat kepercayaan konsumen terhadap aset keuangan digital, termasuk kripto, masih terjaga dengan baik. Hal ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang industri. Dengan inovasi yang tepat, kami yakin nilai transaksi kripto secara nasional dapat kembali meningkat,” ujarnya.

Saat ini, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan mencapai 75 persen. Sepanjang 2025, total nilai transaksi Tokocrypto tercatat melampaui Rp160 triliun dengan pangsa pasar lebih dari 40 persen.

“Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Tokocrypto. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran kami tidak hanya sebagai platform perdagangan, tetapi juga sebagai mitra dalam mendorong literasi, kepatuhan, dan pertumbuhan ekosistem kripto yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” tutup Sefcho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP
Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab Gratis untuk Petambak
Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya
The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife
Industri Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Investor Perlu Pilih Platform Legal
Akar Peoni Jadi Kunci Zuo Hao Shi untuk Meredakan Sakit Leher Belakang
ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week
Transformasi Tata Kelola PAD: Sinergi Sanggabiz dan Pemkot Yogyakarta Wujudkan AiTax untuk Kemandirian Fiskal Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:02

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:02

Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab Gratis untuk Petambak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:02

Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:02

The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:02

Industri Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Investor Perlu Pilih Platform Legal

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:02

ASHTA DISTRICT 8 Menghadirkan DESIGN SPEAKS, Lewat ADGI Design Week

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:02

Transformasi Tata Kelola PAD: Sinergi Sanggabiz dan Pemkot Yogyakarta Wujudkan AiTax untuk Kemandirian Fiskal Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:02

Jemput Pelaku Usaha Sejak Pagi, BRI Dorong Digitalisasi Transaksi di Pasar dan Kawasan Unggulan

Berita Terbaru

Teknologi

Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:02

Teknologi

The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:02