Trio AI Optimis Bitcoin Menuju USD $140.000, Dana Kelolaan Mencapai USD $30M - Koran Mandalika

Trio AI Optimis Bitcoin Menuju USD $140.000, Dana Kelolaan Mencapai USD $30M

Selasa, 26 November 2024 - 11:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdapat dana sebesar USD $30 juta yang segala manfaat dan tujuannya tersebut untuk memungkinkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat semua keputusan investasi. Nama perusahaan tersebut adalah Intelligent Alpha. Staf perusahaan ini terdiri dari pendiri dan CEO Doug Clinton, beberapa programmer dan kontraktor, serta tiga AI (ChatGPT dari OpenAI, Gemini dari Google, dan Claude dari Anthropic). 

Beberapa prediksi terbaik AI di Intelligent Alpha adalah short selling. Sebagai contoh, AI berhasil memprediksi penurunan saham Boeing awal tahun ini sebelum insiden pintu 737 MAX, dengan alasan potensi masalah kualitas pada pesawat tersebut. Meskipun fokus utama perusahaan adalah pada keuangan tradisional dan sebagian besar menghindari kripto, Clinton mulai bereksperimen dengan bitcoin dalam lima bulan terakhir. Tujuannya adalah agar AI dapat menetapkan target perdagangan yang berguna untuk mata uang kripto teratas di dunia.

Clinton juga optimis terhadap hal seperti kemenangan Trump dan lingkungan regulasi yang akan lebih menguntungkan, AI memprediksi bahwa harga bitcoin bisa mencapai USD $140.000. Berdasarkan berita dalam coindesk, Clinton menyatakan bahwa ini mungkin merupakan skenario yang sedang diupayakan saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Intelligent Alpha didirikan dengan visi untuk menggabungkan kecerdasan buatan canggih dalam pengelolaan investasi, memungkinkan algoritma untuk menganalisis data pasar dan membuat keputusan investasi yang optimal. Doug Clinton, sebagai CEO, memberikan kepercayaan penuh kepada tim AI ini, sementara para programmer dan kontraktor bekerja untuk mendukung dan memelihara infrastruktur teknologi yang diperlukan untuk operasional AI. Dengan pendekatan inovatif ini, Intelligent Alpha berharap dapat memberikan hasil investasi yang unggul dan lebih konsisten dibandingkan metode tradisional.

Baca Juga :  Hisense Ungkap Visi Masa Depan AI di CES 2025

Metode Clinton di Intelligent Alpha menyerahkan tanggung jawab penuh atas keputusan investasi kepada trio AI, dengan seminimal mungkin campur tangan manusia. Hal ini berbeda dari banyak perusahaan lain yang menggunakan AI untuk meningkatkan proses manusia dan membantu analis dalam memproses data. Intelligent Alpha mengumpulkan data tentang perusahaan-perusahaan besar di AS, seperti pendapatan historis dan proyeksi pendapatan, dan memberikan kerangka filosofis kepada AI berdasarkan pemikiran investor terkenal seperti Warren Buffett dan Cathie Wood. Trio AI kemudian menghasilkan portofolio yang diperiksa ulang oleh manusia untuk menghindari kesalahan atau “halusinasi”.

Investor dapat mengakses strategi Intelligent Alpha melalui sebuah exchange-traded fund (ETF) bernama Intelligent Livermore ETF, yang diluncurkan pada bulan September. ETF ini menggunakan AI untuk membangun portofolio ekuitas global. Setiap kuartal keuangan, model AI meninjau peristiwa dunia dan mencoba membuat prediksi untuk tiga hingga enam bulan ke depan. Lima atau enam area peluang kemudian diidentifikasi berdasarkan filosofi investasi dari investor terkenal seperti Druckenmiller. Portofolio ETF dibangun pada sektor-sektor yang diidentifikasi sebagai peluang investasi utama. Clinton juga menyebutkan bahwa lebih banyak dana serupa akan diluncurkan di masa depan.

Intelligent Alpha tidak terlalu fokus pada investasi kripto karena keterbatasan data. Meskipun perdagangan mungkin terjadi di blockchain, sulit untuk menemukan informasi yang mendetail tentang strategi perdagangan dan filosofi investasi yang digunakan oleh investor kripto terkenal. Sebagian besar informasi tentang investor kripto terkenal hanya dapat ditemukan melalui postingan mereka di media sosial seperti X, yang sering kali sulit untuk diverifikasi dan mungkin tidak mencerminkan kenyataan. Clinton mempertimbangkan bahwa komunitas kripto yang bergantung pada X bisa menjadikan model AI Grok relevan untuk tujuan investasi kripto di masa depan, karena model tersebut dilatih dan disesuaikan dengan data dari platform media sosial tersebut.

Baca Juga :  Gencarkan Edukasi Keselamatan, KAI Daop 1 Jakarta Gandeng Komunitas Railfans di Perlintasan Sebidang JPL 26N Stasiun Cilebut

Pergerakan harga Aset kripto khususnya Bitcoin saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena aset yang kamu miliki akan terjamin oleh perlindungan asuransi Sinar Mas sehingga terlindungi dari risiko cybercrime. Dan Nanovest juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman untuk digunakan. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Berita Terkait

Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan
SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan
BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB
BRI Finance Catatkan Kualitas Aset yang Solid dengan NPF 2,23%
Skema Mulai 0,7%, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Motor Premium
BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo 2026 Medan, Tawarkan Solusi Pembiayaan Kompetitif
VRITIMES Hadir Sebagai Media Partner SCALECON 2026 Surabaya, Berbagi Wawasan tentang AI dan Masa Depan Media Digital
Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT)

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01

Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01

BRI Finance Jawab Kebutuhan Renovasi Rumah Lewat Pembiayaan Berbasis BPKB

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01

BRI Finance Catatkan Kualitas Aset yang Solid dengan NPF 2,23%

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01

Skema Mulai 0,7%, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Motor Premium

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:00

VRITIMES Hadir Sebagai Media Partner SCALECON 2026 Surabaya, Berbagi Wawasan tentang AI dan Masa Depan Media Digital

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:00

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar Program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT)

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:00

Tampil di Jakarta Marketing Week 2026, Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

Berita Terbaru