Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan - Koran Mandalika

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Selasa, 15 September 2026 - 14:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai Insiden di Loteng, SPPG dan Mitra Diminta Perhatikan Aturan

Koran Mandalika, Mataram – Usai insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami oleh ratusan siswa di Desa Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah beberapa waktu lalu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN NTB, Eko Prasetyo, memberikan masukan kepada seluruh SPPG serta mitra SPPG yang ada di Wilayah NTB.

Pertama, terkait standar dan waktu setelah pendistribusian makanan oleh SPPG. Eko menjelaskan SPPG wajib memberikan label serta setiap ompreng harus dalam keadaan tersegel.

“Sekarang itu Badan Gizi Nasional sudah mengeluarkan yang namanya Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2026. Yang mana SPPG itu wajib memberikan label dan tersegel. Jadi ompreng itu harus tersegel, masing-masing ompreng. Masing-masing ompreng itu wajib diberikan label waktu konsumsi,” jelasnya, Selasa (15/9).

Kemudian, makanan yang telah didistribusikan oleh SPPG, lanjut Eko, di konsumsi paling lambat 4 jam setelah didistribusikan.

“Jadi kalau misalnya selesai produksinya jam 6 berarti paling lambat dikonsumsinya jam 10,” kata Eko.

Ia menuturkan semua SPPG dan mitra SPPG, seperti sekolah dan posyandu harus menaati kebijakan waktu konsumsi yang telah ditentukan.

Terlebih, SPPG juga harus berkoordinasi dengan mitra soal waktu pemberian makanan kepada penerima manfaat

“Di sekolah juga bantu mensosialisasikan kepada adik-adik kita. Harapannya sekolah itu juga bisa menyesuaikan terkait kebijakan ini karena untuk kebaikan bersama. Semua kebijakan harus disosialisasikan kepada mitra kita,” tuturnya.

Baca Juga :  Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Selanjutnya, untuk menu yang diberikan, harus mengacu pada Permenkes Nomor 28 Tahun 2019 yang mana pemenuhan gizi menjadi perhatian utama.

Eko menjelaskan pemenuhan gizi penerima manfaat dapat bersumber dari berbagai macam bahan

Namun, lanjut dia, yang harus diperhatikan bagaimana penanganan bahan bakunya.

“Itu kan harus melalui perencanaan juga. Rencana menu mungking sudah terlaksana dengan baik dari SPPG namun mungkin handling atau penanganan bahan baku yang harus diperhatikan, karena di situ salah satu titik kritisnya,” pungkasnya. (dik)

Berita Terkait

Tekan Risiko Stunting Sejak Dini, Pemkab Loteng Petakan 35 Ribu Pasangan Usia Subur secara By Name By Address
Optimisme Lombok Tengah Bebas Stunting: Intervensi Berkelanjutan Menyasar Sanitasi Hingga Pernikahan Dini
DP3AP2KB Loteng Dorong Edukasi Reproduksi bagi Santri
Perluas Ekosistem Transaksi Digital, Bank NTB Syariah Dekatkan Layanan Perbankan kepada Masyarakat Dompu
Petani Tembakau Loteng Tuntut Hak, Pemprov NTB Janji Evaluasi
DP3AP2KB Loteng Minta Pengawasan Ponpes Diperketat
Teka-teki Lokasi Makodam Rinambora: Mengapa Lombok Tengah Jadi Alternatif Kuat?
15 Ribu Kasus Katarak di NTB, Kadinkes: Berpotensi Terus Bertambah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:02

Belum Terlambat! Kesempatan Bawa Pulang Mobil Listrik hingga Liburan ke Jepang Masih Terbuka di Shopvaganza Mitra10

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02

BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kegigihan dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:02

Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan di Yogyakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:02

PTPP Raih KESGI Award 2026, Perkuat Kepemimpinan dalam Penerapan ESG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:02

PLN NPC Raih Penghargaan Top GRC Awards 2026, Perkuat Komitmen Tata Kelola dan Keberlanjutan Bisnis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

Selama Dilayani PT Railink, KAI Bandara dari Stasiun Wates Layani 948.336 Penumpang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

LRT Jabodebek Hadirkan Pengalaman Edukatif di Tengah Mobilitas Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Tingkatkan Kemudahan Layanan Pelanggan melalui Fitur Live Chat pada Aplikasi KAI Logistik TRAX

Berita Terbaru