Warga Wonorejo Bangkitkan Ekonomi Lewat Rehabilitasi Mangrove Bersama LindungiHutan - Koran Mandalika

Warga Wonorejo Bangkitkan Ekonomi Lewat Rehabilitasi Mangrove Bersama LindungiHutan

Senin, 1 September 2025 - 18:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, 28 Agustus 2025 — Sejak 2008, masyarakat di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, aktif melakukan rehabilitasi mangrove secara swadaya. Namun, keterbatasan dana membuat upaya tersebut berjalan lambat, hingga akhirnya pada 2021 mereka menjalin kolaborasi dengan platform konservasi LindungiHutan.

“Awalnya kami bergerak tanpa dana APBD, hanya atas dasar kepedulian dari masyarakat. Tantangan terbesar ya pendanaan. Kehadiran LindungiHutan membantu membuka akses,” kata Ahmad David (37), pegiat lingkungan dan mitra petani mangrove Wonorejo, Jumat (26/8).

David menyebutkan, sejak program berjalan, masyarakat merasakan manfaat ganda. Ekonomi lokal tumbuh lewat usaha penyemaian bibit, penanaman, dan pengolahan buah mangrove menjadi sirup maupun dodol. “Dampak sosialnya, warga makin peduli lingkungan. Gotong royong lebih kuat,” ujarnya.

Warga Wonorejo bergotong royong menanam mangrove (Foto: Tim LindungiHutan)

Secara ekologis, kondisi pesisir juga membaik. Abrasi berkurang, udara lebih bersih, dan keanekaragaman hayati meningkat, termasuk munculnya kembali burung migran Great Egret (Ardea alba). Burung berleher panjang berwarna putih itu dikenal sebagai spesies migran yang melintasi jalur East Asian–Australasian Flyway, dari Asia Timur hingga Australia.

Kehadirannya menjadi tanda penting, termasuk habitat pesisir kembali sehat. “Great Egret datang karena ada makanan yang cukup. Akar mangrove jadi tempat ikan dan udang berkembang biak, dan itu menarik burung pemangsa seperti egret. Artinya rantai makanan kita sudah mulai pulih,” jelas David.

Kendati demikian, tantangan masih ada, terutama sampah plastik dan limbah industri yang memengaruhi kualitas air, termasuk meninggalkan bau dan warna hitam pekat. “Kalau pohon bisa tumbuh, sampah masih jadi musuh utama,” tutur David.

Baca Juga :  The Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife

CEO LindungiHutan, Miftachur “Ben” Robani, menegaskan bahwa keterlibatan warga lokal menjadi kunci keberlanjutan program. “Restorasi bukan hanya menanam pohon, tapi juga melibatkan masyarakat dalam pemantauan jangka panjang. Ketika warga merasa memiliki, hutan akan terjaga,” katanya.

Penelitian menyebutkan mangrove menyimpan 3–5 kali lebih banyak karbon per unit area dibanding hutan daratan tropis. Dalam hal perlindungan pesisir, mangrove bisa mengurangi energi gelombang hingga 66% dalam 100 m area, atau 75% dalam 200 m, tergantung kepadatan dan struktur fisiknya.

David berharap kolaborasi ini diperkuat dengan pelatihan dan pendampingan keterampilan. “Kami ingin keberlanjutan, bukan hanya menanam. Untuk donatur juga kami harap terus mendukung karena dampaknya nyata bagi ekonomi dan lingkungan,” tutupnya.

Berita Terkait

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas
BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah
Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional
Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan
39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026

Selasa, 3 November 2026 - 21:02

Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional

Selasa, 3 November 2026 - 19:02

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Berita Terbaru