Prediksi Harga Ethereum: Apakah ETF akan Membawa ETH ke Puncak $5000? - Koran Mandalika

Prediksi Harga Ethereum: Apakah ETF akan Membawa ETH ke Puncak $5000?

Selasa, 2 Juli 2024 - 15:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ethereum (ETH) terus menjadi sorotan di dunia kripto. Dengan kemungkinan listing ETF (Exchange-Traded Fund) yang semakin mendekati kenyataan, banyak investor dan analis bertanya-tanya apakah ini bisa menjadi pendorong bagi harga Ethereum untuk mencapai $5,000.

Dalam beberapa minggu terakhir, para analis dan trader banyak yang membicarakan kemungkinan terjadinya “God Candle” yang bisa membawa harga Ethereum mencapai $5000, terutama dengan kemungkinan pencatatan ETF Ethereum di pasar saham. 

“God Candle” adalah istilah yang digunakan oleh para trader untuk menggambarkan lonjakan harga yang sangat besar dalam waktu singkat. Dalam konteks Ethereum, banyak yang berharap bahwa listing ETF bisa menjadi pemicu munculnya “God Candle” yang akan membawa harga Ethereum melambung tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ETF adalah instrumen investasi yang memungkinkan investor untuk membeli saham yang mencerminkan harga Ethereum tanpa perlu memiliki ETH secara langsung. Jika ETF Ethereum diluncurkan, ini bisa membuka pintu bagi banyak investor institusional yang sebelumnya ragu untuk berinvestasi di kripto, sehingga meningkatkan permintaan dan harga ETH.

Kinerja Harga Ethereum

Harga Ethereum (ETH) mengalami penolakan dari puncak $3,518, yang terlihat dari pembentukan sumbu panjang pada candlestick harian dan menutup candlestick pertama bulan ini di $3,420. Peningkatan pasokan menyebabkan gagal tembusnya EMA 50-hari, sehingga harga ETH juga kesulitan melewati fase akumulasi.

Baca Juga :  Demi Keselamatan Perjalanan KA, KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Bangunan Liar Antara Stasiun Porong - Stasiun Bangil

Bittime Chart

Pada saat ini, harga Ethereum diperdagangkan di $3,447 dengan pertumbuhan minimal sebesar 0,26% pada jam perdagangan awal pasar Asia.

Mendukung kenaikan harga, crossover positif pada garis MACD dan garis sinyal, serta kenaikan EMA 200-hari, menguatkan teori tren naik.

Apakah Harga Ethereum Siap Mengalami Lonjakan Besar?

Harapan pasar untuk lonjakan besar harga Ethereum (ETH), yang dikenal sebagai “God Candle,” semakin tinggi seiring mendekatnya listing ETF Ethereum. Namun, pembalikan harga baru-baru ini menunjukkan bahwa investor mungkin perlu menunggu sedikit lebih lama. 

SEC telah mengomentari formulir S-1 dan meminta pengajuan ulang hingga 8 Juli, yang berarti ada penundaan dalam timeline listing ETF ini.

Penundaan ini memicu berbagai reaksi di kalangan investor. Ada yang mendukung penundaan hingga pasar berada dalam kondisi bullish, sementara yang lain mulai kehilangan kesabaran. Meski begitu, peluang terjadinya “God Candle” tetap ada, baik saat listing ETF berlangsung atau saat pengumuman resmi mengenai pencatatan tersebut.

Jika harga Ethereum berhasil melewati puncak saat ini di $4,066, maka harga ETH berpotensi mencapai rekor tertinggi baru di atas $5,000. Berdasarkan analisis level Fibonacci, target di level 1.272 pada $5,581 bisa tercapai, yang berarti peningkatan sekitar 60% dari harga saat ini.

Baca Juga :  IFG Labuan Bajo Marathon 2024 Gandeng HOKA Run Club Persiapkan Pelari untuk Maraton Terindah dan Menantang di Indonesia

Image

Efek “God Candle” Terhadap ETH IDR

Ketika “God Candle” muncul pada pasangan ETH IDR, nilai Ethereum terhadap Rupiah bisa meningkat tajam.

Fenomena ini biasanya dipicu oleh berita positif, volume perdagangan yang besar, atau aksi beli mendadak dari investor institusional. “God Candle” sering kali meningkatkan minat pasar terhadap ETH IDR, menarik lebih banyak investor dan trader, yang kemudian mendorong harga semakin tinggi.

Selain itu, “God Candle” dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Ketika harga Ethereum melonjak signifikan, para trader mungkin menjadi lebih optimis tentang prospek jangka pendek Ethereum dan memutuskan untuk membeli lebih banyak ETH, yang pada akhirnya meningkatkan harga Ethereum terhadap Rupiah.

Namun, penting untuk diingat bahwa “God Candle” juga bisa membawa ketidakpastian. Setelah lonjakan awal, harga mungkin turun kembali. Oleh karena itu, investor perlu memantau pasar dengan cermat dan mempertimbangkan risiko sebelum membuat keputusan perdagangan berdasarkan fenomena ini.

Berita Terkait

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi
ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar
Barantum: CRM Lokal yang Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan
BINUS ASO Gandeng BPLJSKB, Mahasiswa Dapat Akses Baru
Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026
Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369
MyRepublic Fiber Hadirkan Akses Gratis Nonton Piala Dunia 2026 untuk Pelanggan
MyRepublic Air Hadirkan Akses Gratis Nonton Piala Dunia 2026 bagi Pelanggan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00

Barantum: CRM Lokal yang Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00

BINUS ASO Gandeng BPLJSKB, Mahasiswa Dapat Akses Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:57

Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:00

MyRepublic Fiber Hadirkan Akses Gratis Nonton Piala Dunia 2026 untuk Pelanggan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:00

MyRepublic Air Hadirkan Akses Gratis Nonton Piala Dunia 2026 bagi Pelanggan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:00

Oxygen.id Luncurkan Paket Stream Sport 200Mbps dan Gratis Nonton Piala Dunia

Berita Terbaru

Teknologi

BINUS ASO Gandeng BPLJSKB, Mahasiswa Dapat Akses Baru

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:00