Waspadai Ciri-Ciri Penyakit Sifilis pada Wanita - Koran Mandalika

Waspadai Ciri-Ciri Penyakit Sifilis pada Wanita

Rabu, 18 Desember 2024 - 13:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk wanita, dan memiliki tahapan perkembangan yang berbeda dengan gejala yang bervariasi. Penting untuk mengenali ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita agar penanganan bisa dilakukan lebih dini dan komplikasi yang serius dapat dihindari.

Tahapan dan Ciri-Ciri Penyakit Sifilis pada Wanita

Berikut tahapan dan ciri-ciri penyakit sifilis pada wanita:

Sifilis Primer

Muncul luka kecil yang biasanya tidak terasa sakit. Luka sering ditemukan di area genital, anus, mulut, atau bibir dan akan sembuh sendiri dalam beberapa minggu, tetapi infeksi tetap ada dalam tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sifilis Sekunder

Ruam kulit yang biasanya muncul di telapak tangan dan kaki, tetapi bisa juga di bagian tubuh lainnya. Gejala lain meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, rambut rontok, nyeri otot, dan kelelahan.

Baca Juga :  Inovasi Kesehatan Terbaru: Susu Kambing Etamilku dari Elmedinah Indonesia

Meski begitu, gejala ini sering hilang tanpa pengobatan, tetapi penyakit bisa berlanjut ke tahap berikutnya.

Sifilis Laten (Tersembunyi)

Tidak ada gejala yang jelas pada tahap ini. Infeksi tetap ada dan bisa berlangsung selama bertahun-tahun jika tidak diobati.

Sifilis Tersier

Tahap ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada organ tubuh, seperti otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi.

Gejala meliputi kelumpuhan, kebutaan, demensia, atau kerusakan organ lainnya.

Penyebab dan Penularan Sifilis

Sifilis dapat menular melalui kontak langsung dengan luka sifilis selama aktivitas seksual, melalui cairan tubuh, seperti darah, hingga dari ibu yang terinfeksi kepada janin selama kehamilan, yang disebut sifilis kongenital.

Pencegahan Sifilis

Setelah mengetahui penyebab dan penularannya, berikut langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan.

Hindari berganti-ganti pasangan seksual tanpa mengetahui status kesehatan mereka.

Baca Juga :  30 Hakim Indonesia Ikuti Pelatihan di India, Perkuat Kapasitas Peradilan di Era Digital

Lakukan tes IMS secara rutin, terutama jika Anda aktif secara seksual atau memiliki pasangan baru.

Hindari kontak langsung dengan luka atau ruam yang mencurigakan pada tubuh pasangan.

Wanita hamil harus menjalani pemeriksaan rutin untuk mendeteksi sifilis dini.

Seperti Apa Pengobatannya?

Sifilis dapat diobati dengan antibiotik, terutama penisilin. Semakin dini penyakit ini didiagnosis dan diobati, semakin kecil risiko komplikasi jangka panjang. Penting untuk mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter dan menghindari kontak seksual sampai pengobatan selesai.

Segera temui dokter jika melihat gejala seperti luka atau ruam yang tidak biasa di tubuh, memiliki riwayat kontak dengan pasangan yang terdiagnosis sifilis atau IMS lainnya, hingga merasa cemas dengan kesehatan reproduksi.

Temukan informasi seputar kesehatan wanita lainnya di blog Yoona atau temukan produk kewanitaan yang aman untuk kesehatan di Yoona Shop.

Berita Terkait

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik
Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia
Indonesia Tawarkan 180 Kawasan Industri kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026
Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia
Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia
Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02

Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:02

Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Tandatangani 7 Memorandum of Understanding (MoU) pada INNOPROM 2026 untuk Tembus Pasar Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Lewat Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:02

Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Berita Terbaru