5 Negara Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia (Dan Cara Mereka Mendapatkannya) - Koran Mandalika

5 Negara Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia (Dan Cara Mereka Mendapatkannya)

Senin, 7 Juli 2025 - 16:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jika melihat nilai historisnya, Bitcoin telah terbukti sebagai salah satu yang memiliki nilai yang sangat kuat. Melalui laman harga dari Bybit, dapat kita lihat bahwa harga Bitcoin selalu berhasil pulih dan bahkan mencetak rekor-rekor all-time-high baru.

Daya tarik Bitcoin juga telah menarik perhatian tidak hanya dari investor institusi dan ritel saja, tetapi juga beberapa pemerintahan dan negara di dunia. Ternyata, beberapa negara kini secara aktif memiliki cadangan BTC dalam jumlah besar. Sumbernya bermacam-macam, mulai dari hasil penyitaan kasus kejahatan, donasi internasional, hingga yang dihasilkan dari aktivitas mining nasional. Berikut lima negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia dan bagaimana mereka mengumpulkannya.

Amerika Serikat – 207.000 BTC

Amerika Serikat memegang sekitar 207.189 BTC, menjadikannya negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar secara resmi. Mayoritas kepemilikan ini berasal dari hasil penyitaan dalam kasus-kasus besar seperti Silk Road dan Bitfinex. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah AS sering melelang sebagian aset sitaan tersebut, namun sebagian besar masih disimpan dalam cadangan nasional. Seiring berkembangnya peran Bitcoin, pemerintah AS juga mulai mempertimbangkan aspek strategisnya melalui pembahasan dan penerapan berbagai RUU negara. Presiden Trump bahkan telah dikabarkan mendukung posisi Bitcoin sebagai aset strategis pada awal 2025.

Baca Juga :  Special Price Alert! Sewa Photobooth di Photomatics Cuma 1,6 Jutaan Aja Buat Acara Kamu!

China – 194.000 BTC

Meski memberlakukan pelarangan terhadap perdagangan aset kripto, China ternyata menyimpan sekitar 194.000 BTC yang sebagian besar berasal dari penyitaan atas aktivitas ilegal di dalam negeri. 

Ironisnya, meski larangan ini berlaku, China tetap menjadi pemain besar melalui cadangan hasil penegakan hukum dan pengaruhnya terhadap industri mining global.

Inggris – 61.000 BTC

Inggris berada di posisi ketiga dengan memegang sekitar 61.000 BTC, yang sebagian besar diperoleh dari penyitaan dalam kasus kejahatan digital serta pencucian uang. Otoritas keuangan Inggris telah menetapkan jalur hukum yang memungkinkan konversi aset kripto menjadi bagian dari proses pemulihan kekayaan negara.

Ukraina – 46.000 BTC

Ukraina telah mendapatkan lebih dari 46.000 BTC dalam konfliknya dengan Rusia, sebagian besar dari donasi masyarakat internasional dan komunitas kripto global. Selain itu, pemerintah Ukraina juga menyita sejumlah BTC dalam beberapa operasi keamanan nasional. Negara ini termasuk yang paling terbuka terhadap legalisasi aset digital.

Baca Juga :  Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat

Bhutan – 13.000 BTC

Banyak yang tidak tahu, namun Bhutan telah mengumpulkan sebesar 13.000 BTC melalui aktivitas mining-nya yang menggunakan energi hidroelektrik. Sebuah pencapaian besar untuk negara di wilayah Asia.

Negara kecil yang terletak di dekat pegunungan Himalaya ini telah melakukan mining secara diam-diam sejak beberapa tahun lalu, dan baru terungkap ke publik pada 2023. Strategi ini menjadikan Bhutan salah satu dari beberapa negara yang menambang Bitcoin secara efisien dan ramah lingkungan.

Kelima negara ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah melampaui statusnya sebagai aset spekulatif. Ia kini mulai masuk ke ranah kebijakan fiskal dan geopolitik. Sementara itu, negara seperti El Salvador, meskipun cadangannya jauh lebih kecil (~6.000 BTC), tetap dikenal sebagai pionir dalam menjadikan Bitcoin sebagai legal tender sejak 2021.

Dengan berbagai cara dan pendekatan, Bitcoin kini telah menjadi bagian dari strategi ekonomi nasional. Adopsinya terus berkembang, tak hanya di sektor swasta, tapi juga di tingkat negara.

Berita Terkait

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya
Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini
Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”
Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%
Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Berita Terbaru