KAI Investasi 612 Kereta dan 54 Lokomotif Baru, Proyeksikan Peningkatan Angkutan Penumpang dan Barang - Koran Mandalika

KAI Investasi 612 Kereta dan 54 Lokomotif Baru, Proyeksikan Peningkatan Angkutan Penumpang dan Barang

Jumat, 18 April 2025 - 21:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyeksi Setiap Tahun penumpang Naik 3,04%, Barang 3,26%

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat ekosistem transportasi berbasis rel melalui langkah investasi jangka panjang dalam pengadaan sarana perkeretaapian. Hingga April 2025, KAI telah menerima 27 trainset atau 292 kereta baru produksi PT INKA (Persero) sebagai bagian dari program pengadaan 612 unit Kereta Stainless Steel (SS) New Generation untuk periode 2023–2026.

Investasi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah KAI, dan menjadi tonggak penting dalam strategi perusahaan untuk menjawab kebutuhan transportasi yang semakin meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kerja sama dengan PT INKA ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan kemandirian industri manufaktur perkeretaapian nasional. Ini adalah langkah strategis jangka panjang untuk menjawab kebutuhan layanan transportasi kereta api yang terus berkembang” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Tak hanya menghadirkan sarana baru, KAI juga aktif melakukan modifikasi dan peningkatan sistem pada kereta eksisting melalui unit Balai Yasa. Hal ini memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditopang oleh kereta baru, namun juga dari optimalisasi aset yang telah ada agar semakin nyaman dan efisien.

Baca Juga :  Berapa banyak anda ketahui mengenai bahan-bahan Eropah?

Anne menyebut bahwa investasi ini juga merupakan bagian dari kesiapan perusahaan menghadapi pertumbuhan kebutuhan layanan angkutan penumpang dan barang yang terus meningkat.

“Investasi ini merupakan yang terbesar untuk pengadaan sarana perkeretaapian dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Dengan meningkatnya jumlah penumpang serta kebutuhan angkutan barang, modernisasi dan penambahan sarana menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkap Anne.

Berdasarkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029, KAI memproyeksikan pertumbuhan penumpang jarak jauh sebesar 10,6 persen dan penumpang KA lokal sebesar 9,9 persen. Sementara untuk angkutan barang, potensi peningkatan cukup besar, seperti dari proyek Sumbagsel sebesar 27,8 juta ton, Tarahan II sebesar 18 juta ton, dan ekspansi Kertapati sebesar 7 juta ton.

Baca Juga :  Training Public Speaking di SMP BUDI MULIA Bersama Coach Priska Sahanaya, Pronas dan Sinotif: Menguasai 4 Teknik Presentasi yang Efektif

Sebagai bagian dari strategi penguatan layanan logistik berbasis rel, KAI juga telah melakukan pengadaan 54 unit lokomotif baru tipe CC 205 dari Amerika Serikat dengan nilai investasi sebesar USD 222,5 juta atau sekitar Rp3,56 triliun. Lokomotif-lokomotif ini akan digunakan untuk memperkuat layanan angkutan batu bara di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.

“Sebagian besar batu bara yang diangkut KAI digunakan untuk bahan bakar PLTU yang menerangi rumah, kantor, hingga industri menengah maupun kecil di Jawa dan Bali. Inilah esensi investasi kami: menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat luas,” jelas Anne.

Menurut Anne, keberadaan sarana baru ini bukan hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menopang ketahanan energi nasional, menggerakkan roda ekonomi daerah, serta mendukung transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui investasi strategis ini, KAI berharap dapat memenuhi kebutuhan transportasi nasional secara lebih efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan dalam RJPP 2025–2029,” tutup Anne.

Berita Terkait

Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi
Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia
Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026
Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik
Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci
SCALECON 2027, Konferensi Agentic AI Untuk Bisnis Indonesia
BINUS @Semarang Dorong Transformasi Digital melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence
Rayakan 12 Tahun, Waskita Beton Precast Hadirkan Berbagai Aksi Nyata melaluii Program TJSL

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:35

Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:48

Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:30

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:40

Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Berita Terbaru