SOCFIN Bermitra dengan KOLTIVA untuk Tingkatkan Kepatuhan EUDR dan Dorong Praktik Rantai Pasok Berkelanjutan - Koran Mandalika

SOCFIN Bermitra dengan KOLTIVA untuk Tingkatkan Kepatuhan EUDR dan Dorong Praktik Rantai Pasok Berkelanjutan

Senin, 5 Mei 2025 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOCFIN memilih KOLTIVA untuk mengimplementasikan sistem ketertelusuran guna memastikan kepatuhan terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR) di seluruh rantai pasok karet di Pantai Gading dan Liberia.

Platform KoltiTrace dari KOLTIVA memungkinkan verifikasi bebas deforestasi, penilaian risiko, dan transparansi rantai pasok, memperkuat komitmen ESG dan kepatuhan regulasi SOCFIN.

Inisiatif ini meningkatkan keterlibatan petani kecil, pengambilan keputusan berbasis data, serta akses pasar ke Uni Eropa, sekaligus memperkuat posisi SOCFIN sebagai pelaku utama dalam produksi karet yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petani Karet, SCC SOCFIN (La Société Sud Comoé Caoutchouc), Pantai Gading

Jakarta, 5 Mei 2025 – Socfin Group, produsen karet berkelanjutan global yang berbasis di Luksemburg, bekerja sama dengan KOLTIVA untuk mengimplementasikan sistem ketertelusuran dan memastikan kepatuhan terhadap Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR). Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi utama SOCFIN untuk menjaga akses pasar ke Uni Eropa sekaligus memperkuat transparansi rantai pasoknya. Melalui kemitraan strategis ini, KOLTIVA menyediakan solusi digital terintegrasi yang membekali sejumlah pabrik SOCFIN dengan platform canggih untuk verifikasi bebas deforestasi, pengawasan rantai pasok, dan penilaian risiko. Dengan memanfaatkan teknologi ini, SOCFIN meningkatkan kemampuannya dalam memenuhi persyaratan regulasi, memperbaiki akurasi data, serta memperkuat komitmen terhadap praktik sumber yang bertanggung jawab, sehingga memastikan operasionalnya sejalan dengan tuntutan keberlanjutan global yang terus berkembang. 

KOLTIVA, perusahaan agritech global berkelanjutan pemenang berbagai penghargaan yang fokus pada pengembangan rantai pasok berkelanjutan, mendukung pabrik dan pemasok SOCFIN di Pantai Gading dan Liberia, termasuk LAC (Liberia), Continental Rubber SA (Pantai Gading), Pakidie (Pantai Gading), dan SOGB (Pantai Gading). Dukungan ini dilakukan dengan menerapkan ekosistem digital KoltiTrace untuk menyediakan pemantauan waktu nyata, verifikasi deforestasi berbasis geospasial, ketertelusuran rantai pasok dari hulu ke hilir, serta penilaian risiko. Didukung oleh teknologi citra satelit dan geolokasi, platform ini mampu mengidentifikasi potensi risiko ketidakpatuhan dan memfasilitasi mitigasi secara proaktif, sehingga menjaga integritas data sumber dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Selain fokus pada kepatuhan, inisiatif ini juga memperkuat keterlibatan dengan petani kecil, mendorong penerapan praktik berkelanjutan di seluruh tingkat rantai pasok. 

Komitmen SOCFIN terhadap Keberlanjutan & Kepatuhan 

Dalam upaya untuk mencapai produksi karet yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, SOCFIN secara konsisten memprioritaskan praktik bisnis etis, pengelolaan lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Beroperasi di wilayah luas perkebunan di Pantai Gading dan Liberia, SOCFIN bekerja sama dengan para produsen dalam rantai pasoknya, memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Kemitraan ini juga mendukung komitmen perusahaan terhadap Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), memastikan operasinya tetap terdepan dalam hal keberlanjutan. Sikap proaktif SOCFIN dalam memastikan kepatuhan menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap keberlanjutan, memastikan bahwa operasi langsungnya dan rantai pasok yang lebih luas memenuhi standar internasional sambil mempertahankan akses yang lancar ke pasar Uni Eropa. 

Baca Juga :  BINUS Online Gandeng MAP Retail Academy: Kembangkan SDM Unggul di Tengah Tantangan Ekonomi Nasional

Naveen Madan, General Manager (LAC), mengatakan, “Kolaborasi kami dengan KOLTIVA merupakan pendekatan proaktif untuk memenuhi persyaratan keberlanjutan yang ketat sambil mempertahankan hubungan yang kuat dengan pemasok dan petani kecil. Memastikan ketertelusuran penuh dan kepatuhan terhadap EUDR sangat penting untuk keberlanjutan jangka panjang bisnis kami. Dengan memanfaatkan inovasi digital, kami memenuhi ekspektasi regulasi dan memperkuat komitmen kami terhadap tanggung jawab lingkungan dan praktik bisnis etis.” 

Peran KOLTIVA Dalam Mendukung Kepatuhan 

Solusi digital KOLTIVA sangat berperan dalam memastikan traceability penuh rantai pasok SOCFIN dan sejalan dengan standar regulasi. Platform KoltiTrace memetakan deforestasi dan memverifikasi sumbernya, menggunakan data geolokasi dan citra satelit untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko. Pendekatan ini memastikan bahwa semua lokasi sumber memenuhi regulasi EUDR, memperkuat upaya uji tuntas, memungkinkan manajemen risiko secara proaktif, dan meningkatkan transparansi sepanjang rantai pasok. 

Selain itu, KoltiTrace mengintegrasikan fitur FarmXtension yang mendukung pendaftaran produsen, pelatihan, dan pembinaan untuk membekali petani kecil dengan pengetahuan yang diperlukan untuk memenuhi kriteria keberlanjutan. Fungsi ketertelusuran FarmGate lebih lanjut memungkinkan penelusuran karet secara tepat dari tempat pembelian hingga pabrik, memastikan integritas data pada setiap langkah rantai pasok. Untuk memastikan implementasi yang lancar, infrastruktur berbasis cloud KOLTIVA dan dukungan penuh kepada pengguna memfasilitasi adopsi cepat di seluruh tingkat operasional. 

Fanny Butler, Senior Head Markets di KOLTIVA, menyatakan, “Kami mendukung perusahaan seperti SOCFIN dengan informasi real time yang tidak hanya memastikan kepatuhan dengan regulasi seperti EUDR, tetapi juga mendorong keberlanjutan jangka panjang dan pengadaan yang etis. Selain KoltiTrace, kami menyediakan pelatihan dan dukungan untuk memastikan setiap pemangku kepentingan dilengkapi dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan solusi kami secara maksimal dan memenuhi tuntutan regulasi yang terus berkembang. Tujuan kami adalah mendukung perusahaan dalam menghadapi lanskap regulasi yang kompleks sambil mendorong kemajuan yang berarti dalam keberlanjutan dan pengadaan yang etis.” 

Baca Juga :  barenbliss Menang di GlowPick Awards, Ajang Penghargaan Kecantikan Paling Bergengsi di Korea, Sekaligus Luncurkan 2 Produk Baru Mascara dan Serum Tint

KoltiTrace telah digunakan di seluruh operasi SOCFIN, dengan pengguna aktif yang telah dilatih untuk melacak transaksi dan memantau data kepatuhan. Melalui dukungan, pelatihan daring, dan serta dukungan teknis, KOLTIVA memastikan adopsi berjalan lancar dengan implementasi yang efektif. Inisiatif ini diperkirakan akan meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data untuk SOCFIN dan para pemasoknya, memungkinkan rantai pasok yang lebih transparan dan efisien. Ini juga akan meningkatkan kesiapan kepatuhan untuk EUDR dan regulasi lainnya, memastikan bahwa semua pemangku kepentingan siap untuk memenuhi standar yang terus berkembang. 

Wadah Panen Karet

Dengan memperkuat ketertelusuran, SOCFIN mengamankan akses pasar dan daya saing di Uni Eropa dengan menunjukkan komitmen kuat terhadap pengadaan yang bertanggung jawab. Inisiatif ini juga menunjukkan model kepatuhan yang dapat diterapkan secara luas di industri karet, yang berpotensi menjadi tolok ukur bagi perusahaan lain yang mencari kerangka kerja keberlanjutan serupa. Selain keselarasan regulasi, program ini mendorong manfaat ekonomi yang lebih luas bagi petani kecil dengan mengintegrasikan mereka ke dalam rantai nilai yang lebih transparan dan berkelanjutan. Implementasi ini juga memungkinkan SOCFIN untuk mengidentifikasi peluang untuk inisiatif pembangunan kapasitas yang terarah, memastikan bahwa produsen menerima dukungan yang diperlukan untuk memenuhi kriteria keberlanjutan sekaligus meningkatkan mata pencaharian mereka. 

Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR) mengharuskan perusahaan pengimpor komoditas seperti karet memastikan rantai pasok mereka bebas dari deforestasi melalui data geolokasi, uji tuntas, dan sistem ketertelusuran yang kuat untuk mempertahankan akses pasar ke Uni Eropa. Meski menantang, regulasi ini juga mendorong perusahaan memperkuat komitmen keberlanjutan mereka. Pada 2023, dunia kehilangan sekitar 6,37 juta hektare hutan, termasuk 3,7 juta hektare hutan tropis primer yang penting untuk penyerapan karbon dan keanekaragaman hayati (DownToEarth, 2024). Dengan deforestasi seluas wilayah Swiss setiap tahun, regulasi seperti EUDR menjadi penting untuk membangun rantai pasok berkelanjutan dan melindungi lingkungan. 

Bagi SOCFIN dan pelaku industri lainnya, kepatuhan terhadap EUDR bukan hanya keharusan regulasi, tetapi juga keunggulan kompetitif. Permintaan global terhadap bahan baku berkelanjutan mendorong pentingnya standar ini dalam membangun reputasi perusahaan, menarik investor yang peduli lingkungan, dan memastikan keberlanjutan bisnis di pasar internasional. Ke depan, SOCFIN dan KOLTIVA berencana memperluas kemitraan mereka, memperbesar penerapan solusi kepatuhan di rantai pasok yang lebih luas, sekaligus terus menyempurnakan pendekatan terhadap keberlanjutan dan ketertelusuran. 

Berita Terkait

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Pendidikan dan Ekonomi Rokan Hulu lewat Program TJSL PTPN IV Regional III
165 Relawan Dari Komunitas Railfans dan Pramuka Tinggalkan Libur Lebaran, Memilih Layani Pelanggan di wilayah KAI Daop 2 Bandung
PT Krakatau Tirta Industri Tegaskan Komitmen ESG melalui Program Satu Juta Pohon
7 Cara Agar Brand Anda Muncul di Jawaban AI
Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, Tekan Harapan Suku Bunga
Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran
Bittime Hadirkan Token Pair HYPE/USDT, Perluas Akses bagi Investor Indonesia
BRI Finance Optimalkan Peluang Pembiayaan Dana Tunai Pasca Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:13

Puncak Arus Balik Mudik Diprediksikan pada H+5 hingga H+7 Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:51

Silaturahmi dengan MAS, Gubernur Iqbal Buktikan Pemimpin Sasak Mampu Berlaku Adil

Senin, 23 Maret 2026 - 17:43

LPK ARK Jinzai Solusi Group Targetkan 1.000 Peserta ke Jepang

Senin, 23 Maret 2026 - 14:41

30 Rumah Terdampak, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:36

Pemprov NTB Gelar Shalat Ied di Kantor Gubernur, Ada Open House di Pendopo

Senin, 16 Maret 2026 - 22:08

Hasil Seleksi Jabatan Eselon II Pemprov NTB Siap Diserahkan ke Gubernur

Senin, 16 Maret 2026 - 15:21

Dokter Mamang Jabat Kadis Kesehatan Lombok Tengah

Senin, 16 Maret 2026 - 15:07

‎Miras saat Pawai Ogoh-ogoh jadi Sorotan, Begini Imbauan Gubernur NTB

Berita Terbaru

Teknologi

7 Cara Agar Brand Anda Muncul di Jawaban AI

Rabu, 25 Mar 2026 - 19:00