Tinggalkan Dunia Tambang: Perubahan Hidup Moses Lewat Trading dan Mimpi Keliling Dunia - Koran Mandalika

Tinggalkan Dunia Tambang: Perubahan Hidup Moses Lewat Trading dan Mimpi Keliling Dunia

Kamis, 8 Mei 2025 - 16:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak banyak orang yang berani mengakui kegagalan mereka di awal perjalanan. Apalagi jika kegagalan itu membuat mereka kehilangan lebih dari setengah miliar rupiah. Ini yang terjadi pada Moses Simaremare: hasil jerih payah bertahun-tahun sebagai engineer di dunia tambang habis tak bersisa.
Tapi Moses Simaremare tak hanya berani mengakuinya. Ia menjadikannya titik balik untuk membangun ulang hidup dan cara berpikirnya. Bukan lagi sekadar mengejar cuan, tapi fondasi finansial jangka panjang.
Hasil belajarnya inilah yang kemudian membawanya pada penemuan inovatif i-TradeX; sebuah tools analisa pasar yang berbasis AI.

Dari Engineer Tambang ke Bursa Saham

Moses mengawali karier sebagai mine engineer di Balikpapan. Hari-harinya dihabiskan di tengah medan berat, mengelola operasi tambang dan perlahan menabung harapan. Ia membayangkan bisa punya penghasilan tambahan. Ia memulai perjalanan investasinya melalui reksadana untuk menemukan fakta bahwa manajer investasinya juga membeli saham.

“Kalau manajer investasinya bisa beli saham, kenapa saya nggak coba sendiri?” pikirnya saat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasa penasaran membawanya masuk ke kelas pasar modal tiap akhir pekan. Ia mulai dari dasar, membeli saham-saham yang “dikenal” seperti Unilever. Baru seminggu, Moses mendapati harga sahamnya naik drastis, ia buru-buru menjualnya. Akan tetapi, ternyata harga justru terus naik, keadaan itu membuatnya tidak berani lagi membeli emiten yang sama.

“Saya sadar, kalau saham ini bukan soal keberuntungan. Ada ilmunya. Dan saya belum punya.” jelasnya dalam wawancara dokumenter bersama YouTube Sekali Seumur Hidup.

Pelajaran Terbesar: Rugi 500 Juta Karena Ikut-Ikut

Masuk ke era 2016, Moses terjerat euforia grup-grup saham yang ramai di Telegram. Ia mengikuti rekomendasi, masuk ketika disuruh beli, keluar ketika disuruh jual. Tak ada analisis, tak ada filter.

“Sampai akhirnya, tabungan saya dari kerja bertahun-tahun benar-benar habis. Total 500 juta,” ungkapnya. 

Rasa frustrasi muncul. Ia merasa bodoh, mual, dan tertekan. Tapi di tengah semua itu, Moses melakukan satu hal penting: ia berhenti, menganalisis ulang, dan memutuskan untuk belajar dengan cara yang benar.

Baca Juga :  Kemudahan Top Up Arena of Valor untuk Mendukung Pengalaman Bermain yang Lebih Praktis

Ia tak menyalahkan pasar. Ia sadar ini adalah kesalahan dirinya sendiri yang tidak memahami mekanisme pasar yang sesungguhnya.

Bangkit dengan Ilmu dan Alat yang Tepat

Tahun 2018 menjadi titik jeda. Moses mengikuti berbagai online course, membaca buku-buku fundamental dan teknikal, hingga mengikuti seminar ke luar negeri. Ia mulai menyusun ulang cara berpikirnya: investasi bukan soal feeling, tapi struktur, pola, dan sistem yang dikendalikan oleh “bandar” tertentu.

Ketika pasar hancur saat pandemi, Moses tak panik. Ia mulai bereksperimen dengan cara analisis yang lebih sistematis. Bersama temannya yang ahli machine learning, ia membangun dan menguji sebuah tools sebuah sistem berbasis data yang bisa memetakan pergerakan pasar, analisis emiten, dan membaca pola pergerakan bandar. 

Tools itu ia beri nama i-TradeX yang merupakan kepanjangan dari “innovative trading with x factors” yang akan membongkar rahasia-rahasia pasar yang sebelumnya sulit terbaca investor saham pemula.

“Kalau dulu saya analisis bisa sampai 4 jam, sekarang cuma butuh 5 menit,” jelas Moses.

Investasi, Keliling Dunia, dan Kerja dari Mana Saja

Dengan pendekatan baru ini, Moses mulai hidup lebih bebas. Mulai dari 2021, ia hidup nomaden berkeliling Indonesia. Setelah bosan, ia memutuskan melanjutkan perjalanannya dengan menjelajah benua Amerika. Meski berada di belahan dunia yang lain, Moses tetap bisa memantau portofolio sahamnya dan berkomunikasi dengan komunitasnya lewat HP.

“Kita sama teman-teman bercanda, kalau saya lagi di negara A, B, C saya bilang, ‘hari ini kita disponsori emiten mana?’ saking kita punya banyak saham dari negara-negara lain,” kata Moses mengenang perjalanannya.

Tools-nya membantu mengenali saham sejak fase awal IPO, memetakan mana saham yang sedang akumulasi atau distribusi, hingga menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar.

Baca Juga :  Suka Duka Jadi Karyawan Kantoran Sekaligus Punya Usaha Sampingan

i-Trade X: Investasi Cerdas Bukan Sekadar Tebakan

i-Trade X dikembangkan berdasarkan 4 pilar analisis:

Fundamental dan makroekonomi

Valuasi harga (price action)

Valuasi transaksi

Market maker behavior (aktivitas bandar)

Dengan sistem ini, investor pemula sekalipun bisa mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar “katanya grup” atau news asal-asalan.

“Saham itu instrumen investasi yang high risk high return, peluangnya besar. Tapi, kalau tidak punya ilmunya, akan jadi tantangan besar. Dan kalau tidak punya tools analisisnya, bisa jadi ancaman besar—persis seperti saya waktu mulai saham,” kata Moses.

Dari sini, Moses menekankan pentingnya proses analisis dalam mengolah data/berita saham untuk mengambil keputusan yang tepat dan akurat. Kehadiran i-Trade tentu akan membantu banyak orang yang belum terbiasa untuk analisis market untuk membaca pola dan berinvestasi sehat.

Harapan Moses: Masyarakat Melek Investasi, Sejak Dini

Moses percaya, investasi bukan hanya soal kekayaan pribadi. Tapi soal memperbaiki fondasi ekonomi masyarakat. Ia percaya, ketika orang Indonesia mulai menabung saham dengan cara yang benar, maka pendapatan per kapita masyarakat pun ikut meningkat.

“Instrumen ini bukan cuma high return, tapi juga high leverage untuk perubahan hidup. Mulailah sedini mungkin, dari 100 ribu, dari HP pun bisa. Yang penting bukan modalnya, tapi mindset dan tools analisisnya,” kata Moses.

Moses tak pernah menyangka bahwa kehilangan 500 juta akan menjadi investasi terbaik dalam hidupnya. Bukan karena uang itu kembali, tapi karena dari situlah ia menemukan sistem yang sehat, cara berpikir yang benar, dan misi untuk berbagi.

Kini, ia hidup dari investasi. Bekerja dari mana saja. Dan terus mengajak lebih banyak orang untuk masuk ke pasar modal bukan sebagai spekulan, tapi sebagai investor cerdas.

Karena bagi Moses, saham bukan lagi soal cuan. Tapi soal kendali atas waktu, tempat, dan hidup.

Berita Terkait

PT Rohto Laboratories Indonesia hadirkan kembali kegiatan ROHTO PEDULI – “Joy of Seeing – A Healthy Future for All” dengan membagikan 1.500 kacamata gratis bagi siswa SD dan SMP serta 500 kacamata gratis bagi para lansia & operator pabrik.
JELANG WAJIB HALAL 18 OKTOBER, FONDASI INDUSTRI HALAL TELAH SIAP
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Triwulan III 2026, KA Sangkuriang Jadi Favorit Pengguna Jasa dengan Okupansi 240,53%
Bitcoin Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Beyond Borders: Dari Indonesia, Membawa Kapabilitas PLN NPC ke Dunia
Bank Mandiri Taspen Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 Kinerja Pembayaran Pensiunan
PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:35

Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:48

Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:30

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram

Berita Terbaru