Azhari Husni: Galang Gerakan Emak-Emak Jual Properti Tanpa Modal - Koran Mandalika

Azhari Husni: Galang Gerakan Emak-Emak Jual Properti Tanpa Modal

Senin, 16 Juni 2025 - 13:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah pandangan umum bahwa bisnis properti hanya bisa dimasuki oleh orang-orang berduit dan berpengalaman, Azhari Husni membuktikan sebaliknya. Ia justru menggagas gerakan sosial-ekonomi yang memberdayakan kelompok yang kerap terpinggirkan: para ibu rumah tangga.
Sebagai seorang developer properti yang aktif di kawasan Jabodetabek, Azhari lebih dari sekadar pengusaha. Ia adalah inisiator dari gerakan penjualan properti berbasis komunitas, yang kini dikenal karena keberhasilannya mengubah ratusan emak-emak menjadi ujung tombak penjualan rumah tanpa modal.

Titik Balik dari Kegagalan

Tahun 2016, Azhari memulai langkahnya di dunia pengembangan perumahan. Namun bukan tanpa ujian. Ia sempat mengambil alih proyek mangkrak yang justru membuat perusahaannya merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kegagalan ini menjadi titik balik. Ia menyadari bahwa pendekatan penjualan konvensional, seperti mengandalkan tenaga in-house, tak lagi efektif. Maka, lahirlah ide untuk mengajak orang-orang biasa untuk ikut menjual rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Membangun Sistem yang Ramah untuk Emak-Emak

Ketika Azhari membuka kesempatan penjualan properti secara freelance/affiliator, respons luar biasa justru datang dari kalangan yang tidak disangka: para ibu rumah tangga, mahasiswa, dan karyawan yang butuh tambahan penghasilan.

Baca Juga :  Omada di ISPE 2025, Mendorong Transformasi Digital dengan Solusi Jaringan Terintegrasi

Mereka datang bukan hanya karena peluangnya, tapi karena sistem yang mempermudah. Salah satu contohnya adalah Ima, seorang ibu rumah tangga yang mulai menjual properti saat suaminya terkena PHK. Tanpa pengalaman, Ima bisa mendapatkan komisi dua digit hanya dari update status di media sosial.

Azhari menciptakan sistem distribusi konten dan pelatihan penjualan yang bisa diakses semua kalangan. Materi seperti caption, desain, dan video sudah disiapkan dalam satu kanal Telegram. Para mitra cukup membagikannya ke jaringan pribadi mereka tanpa perlu turun ke lapangan.

Semua proses dari follow-up, presentasi, hingga akad ditangani oleh tim HAKA Land. Setelah closing, mitra langsung menerima komisi.

“Intinya, saya ingin membuat emak-emak bisa jual rumah semudah update status,” tegas Azhari.

Ujung Tombak yang Tak Terlihat

Hasilnya luar biasa. Sebagian besar penjualan justru datang dari para ibu rumah tangga yang multitasking: mengasuh anak, mengurus rumah, sambil jualan properti. Bahkan ada yang bisa menjual 2–3 unit per bulan secara konsisten.

Azhari pun mengembangkan pelatihan lanjutan seperti kelas iklan digital. Ima, misalnya, menggunakan sebagian komisinya untuk belajar Meta Ads dan TikTok Ads agar closing lebih tertarget.

Baca Juga :  CPU, GPU, NPU, TPU: Apa Itu?

Dan Azhari tidak memaksakan digitalisasi. Ia membebaskan setiap orang menyesuaikan pendekatan sesuai kekuatannya, baik secara online, offline, atau dari komunitas sekitar.

Dampak gerakan ini ternyata meluas ke daerah. Di luar Jabodetabek, ada seorang mitra dari Jawa Timur yang dulunya kuli bangunan. Kini, setelah bergabung, ia bisa menjual rumah secara konsisten dan membangun hidup baru. Ia bahkan mampu membeli rumah sendiri dan memberangkatkan orang tuanya umroh.

Membayar Kebaikan dengan Kebaikan

Semangat ini berangkat dari nilai personal Azhari: membalas kebaikan dengan kebaikan. Ia tahu rasanya dibantu saat jatuh, dan kini memilih membuka jalan bagi orang lain yang ingin bangkit.

“Bisnis properti seharusnya bisa diakses siapa saja. Saya ingin ibu rumah tangga, mahasiswa, dan siapa pun yang butuh penghasilan bisa mulai dari nol tanpa takut gagal,” tutupnya.

Kini, gerakan yang dimulai Azhari Husni bukan hanya soal properti, tapi tentang membuka peluang dan menciptakan dampak sosial. Emak-emak bukan lagi sekadar konsumen, tapi agen perubahan ekonomi dari rumah mereka sendiri.

Berita Terkait

KAI Bandara Perluas Layanan di Sumatera Utara untuk Tingkatkan Mobilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Pameran Kerja Sama Sustainability (Green) dan Inovatif China-Indonesia 2026 Segera Hadir
Doa Sederhana Pak Regi di Anniversary Ke-14: “Saya Cuma Mau Ayu Tetap Jadi Dewi Selamanya”
Harga Emas Bergerak Negatif, Sentimen The Fed dan Dolar Jadi Penekan Utama
BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator
Tak Hanya Jual Beli, Kini Berburu Tas Branded Bisa Lewat Lelang Rutin deGaiya Setiap Senin dan Kamis
Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja untuk Masa Depan Lebih Terencana
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:00

KAI Bandara Perluas Layanan di Sumatera Utara untuk Tingkatkan Mobilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00

Pameran Kerja Sama Sustainability (Green) dan Inovatif China-Indonesia 2026 Segera Hadir

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00

Doa Sederhana Pak Regi di Anniversary Ke-14: “Saya Cuma Mau Ayu Tetap Jadi Dewi Selamanya”

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:00

Harga Emas Bergerak Negatif, Sentimen The Fed dan Dolar Jadi Penekan Utama

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:00

BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:00

Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja untuk Masa Depan Lebih Terencana

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:00

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

Berita Terbaru

Teknologi

BINUS ASO Gandeng Imajin, Mahasiswa Siap Jadi Innovator

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:00