Bitcoin Kembali Bangkit Setelah Kabar Gencatan Senajata Iran-Israel - Koran Mandalika

Bitcoin Kembali Bangkit Setelah Kabar Gencatan Senajata Iran-Israel

Selasa, 24 Juni 2025 - 16:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 24 Juni 2025 –  Kisruh konflik yang terjadi antara dua negara Timur Tengah, yakni Iran dan Israel berhasil mengguncang pasar ekonomi global, termasuk level psikologis aset kripto. Tercatat, aset Bitcoin sampat terjun bebas ke angka $99.000 USD pada 23 Juni 2025, sebelum akhirnya melonjak setelah kabar gencatan senjata Iran-Israel,

Sebelumnya, tekanan harga aset Bitcoin yang terjadi, turut menyeret pasar aset kripto secara keseluruhan, termasuk aset-aset stabil seperti Ethereum (ETH) yang bahkan sempat mengalami koreksi lebih tajam hingga 14,33% dalam 7 hari terakhir. Tekanan pasar dan kondisi psikologis investor di tengah situasi tegangnya peperangan antara dua negara tersebut, semakin diperparah akibat serangan udara yang dilepaskan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Namun, setelah serangan balasan yang dilambungkan oleh Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar subuh tadi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemudian serukan gencatan senjata Iran-Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar baik ini kemudian menjadi angin segar bagi pasar aset kripto. Benar saja, setelah sempat terpuruk jauh ke angka $99.000 USD, kini Bitcoin tercatat telah bangkit dan kembali menyentuh angka $105.000 USD. Tentu, apresiasi harga yang terjadi pada aset Bitcoin memberikan tanda pemulihan bagi aset-aset diversifikasi lainnya.

Baca Juga :  Maxy Academy Hadir di TechInAsia Kuala Lumpur: Memperkenalkan Program Bootcamp untuk Persiapan Karir

Sebagai aset terdesentralisasi dan tidak terpengaruh oleh kebijakan perorangan, organisasi, atau pemerintah manapun, kondisi pasar aset kripto sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis investornya. Ini lah yang lebih lanjut menjadi salah satu faktor yang menentukan arah dan dampak terhadap nilai aset terdesentralisasi tersebut.

Di tengah gejolak kondisi keuangan dunia saat ini, banyak investor memilih aset-aset stabil dan strategi jangka panjang yang dapat menjadi salah satu “safe haven”, guna mengamankan nilai aset, terutama bagi investor dengan risiko lebih rendah.

Beda hal dengan investor yang memiliki tingkat risiko cenderung lebih rendah, bagi para trader aset kripto dengan tingkat toleransi risiko tinggi, situasi saat ini adalah momentum menarik dalam memaksimalkan potensi keuntungan aset nya.

Baca Juga :  KAI Divre IV Tanjungkarang Lulus Ramp Check Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

Seiring dengan hal tersebut, Bittime, salah satu platform jual-beli aset kripto berizin dan resmi di Indonesia, menggunakan momentum ini untuk menghadirkan token-token, atau aset-aset kripto terdaftar dan berpotensi bagi pengguna nya.

Ini dipandang sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mewadahi kebutuhan pengguna, dan masyarakat Indonesia terhadap ketersediaan aset-aset kripto diversifikasi. Apalagi, jika dilihat dari tingginya tingkat literasi masyarakat terhadap aset kripto dan industri Web3.

Sehingga, peran platform crypto exchange resmi dan berizin seperti Bittime menjadi sangat penting. Dengan bertransaksi di platform terpercaya, masyarakat dapat lebih leluasa dalam mengeksplorasi industri aset digital, dan menyokong keberlanjutan pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Indonesia.

Selain itu, penting untuk dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Berita Terkait

Industri Udang Punya Alternatif Pengganti Kaporit, FisTx Siap Unjuk Solusi di FARM 2026
Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang
Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira
Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal
Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan
Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?
Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:02

Industri Udang Punya Alternatif Pengganti Kaporit, FisTx Siap Unjuk Solusi di FARM 2026

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Berita Terbaru

NTB Terkini

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:59